DPRD Mulai Heran, Walikota Pekanbaru Disebut Keracunan, Tapi Tidak ada Laporan Resmi Ke Kepolisian
INHILKLIK.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Yose Saputra, menyayangkan sikap Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, yang menutup tempat usaha Kedai Kopi Kimteng di Kota Pakanbaru, pasca dugaan keracunan yang dialami oleh Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT.
Menurut politisi dari Partai Golkar ini, ada sesuatu hal yang mengganjal usai kedai Kopi yang namanya sudah mancanegara dan menjadi ikon Kota Pekanbaru itu tiba-tiba ditutup. Diketahui, ada tahapan prosedur hukum yang tidak dilalui.
"Walikota Pekanbaru mengaku keracunan dan muntah-muntah akibat konsumsi roti Kimteng. Kok tidak ada laporan resmi ke polisi atas nama yang bersangkutan. Harusnya dilaporkan resmi biar diproses secara hukum. Ini main asal cabut izin tanpa prosedur," tegas Yose keheranan, saat berbincang bersama wartawan, Ahad (30/07).
Akibat kebijakan Walikota Pekanbaru Firdaus MT menutup izin operasi Kedai Kopi Kimteng saat ini, puluhan pegawai menganggur. Tentunya ini menjadi preseden buruk terhadap ekonomi yang ada di Kota Pakanbaru.
"Banyak warga yang kehilangan rezeki dari dampak penutupan itu, mulai dari tenaga kerja di kedai itu, tukang parkir di sekitarnya, tukang lontong dan penjual makanan kecil lainnya," ketusnya.
Dia menyalahkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak bagus dalam melakukan pengawasan di setiap restoran dan usaha kuliner yang ada di Kota Pekanbaru.
"Apa memang benar ada makanan yang tak layak konsumsi di Kedai Kopi Kimteng itu? Diskes harusnya melakukan pengawasan sejak awal, artinya pengawasannya yang lemah, apakah hanya Kimteng saja yang begitu, semua waralaba itu juga perlu ada pengawasan" ucap Yose.
Sebelumnya anggota DPR RI Lukman Edy juga menyampaikan kekecewaanya pasca keputusan sepihak dari Pemko Pekanbaru yang menutup Kedai Kopi Kimteng Pekanbaru.
Bahkan, politisi PKB ini mendengar langsung keluhan pedagang kecil disekeliling Kimteng kehilangan omset jutaan rupiah. Menurutnya, pedagang mie ayam, tukang sop ikan, tukang otak-otak dan tukang parkir bergantung dari operasional Kimteng.
Lukman Edy yang akrab disapa LE ini menyarankan hendaknya Pemko Pekanbaru untuk lebih bijak menyikapi persoalan tersebut.
"Kalau ada yang kurang, misal bikin sakit perut, kita ingatkan aja ke tukang kedai ini (Kimteng Red) untuk memperbaikinya. Pemko wajib membina bukan membinasakan," ungkap LE. (rac)
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
Mobil Terbakar di Tembilahan, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius
Indragiri Hilir, Riau – Sebuah mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi .
SPPG Minta Maaf, Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Inhil Ditangani Hingga Sembuh
TEMBILAHAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang menyampaikan permo.
Wujud Implementasi BCM, BRI BO Gunungsitoli Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran
Gunungsitoli - Kegiatan Business Continuity Management (BCM) menjadi hal yang kr.
Warga Asahan Kini Semakin Mudah Bayar Tagihan PDAM Tirta Silaupiasa Dengan BRImo
Kisaran | PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi memberikan pe.
iKlik Network







