Gadis 17 Tahun Tengah Hamil 3 Bulan, Pacarnya Tidak Mau Bertanggung Jawab
INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Habis manis sepah dibuang. Pepatah ini cocok diarahkan kepada seorang pelajar berinisial W.
Bagaimana tidak, gadis 17 tahun ini, kini telah berbadan dua. Ia sekarang hamil lebih kurang tiga bulan, yang diduga dilakukan oleh RF (28) pacarnya.
Setelah korban dihamili, pelaku malah menolak ketika diajak menikah, dan tidak mau bertanggung jawab.
Oleh sebab biru, W melaporkan kepada orang tuanya, hingga kasus tersebut sampai ke Polresta Pekanbaru.
Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Iptu Polius Hendriawan membenarkan adanya laporan kasus pencabulan tersebut.
"Benar, kejadian pencabulan ini terjadi pada bulan Mei lalu tahun ini. Korban seorang pelajar, W dan terlapor RF pedagang," jawab Polius, Minggu (24/9).
Lebih jauh dia menjelaskan, aksi pencabulan atau persetubuhan tersebut dilakukan pelaku di rumahnya di Jalan Kasah, Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru.
Antara korban dan pelaku, selama ini mereka menjalin hubungan asmara.
Bahkan boleh dikatakan memang sudah dekat dan diduga melakukan persetubuhan berulang kali.
Hingga akhirnya belakang korban diketahui hamil oleh keluarga. Itu setelah korban bercerita kepada keluarganya bahwa korban dicabuli teman lelakinya.
"Dari keterangan korban, tersangka RF
awalnya mengaku akan betanggung jawab dan bersedia untuk menikahi korban," kata Polius.
Namun entah apa yang ada dipikiran RF hingga ia menolak untuk menikah, dan tidak mau bertanggung jawab.
Kini, pelajar yang menjadi korban pencabulan tersebut hanya bisa mengurung diri di rumah.
Meski demikian, nasi sudah menjadi bubur. Korban terpaksa ikhlas menjalani berbadan dua tersebut.
"Tersangka akhirnya menolak dan tidak bertanggung jawab, maka pihak keluarga menempuh jalur hukum. Kasus ini dilaporkan ke kita pada Sabtu (23/9) kemarin," ujar Polius.
Dia mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru.
Dimana tim Unit Pelindung Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru, saat ini berupaya untuk penangkapan terhadap pelaku cabul tersebut.
Dia menambahkan, ketika terjadi kasus pencabulan, para orangtua harusnya lebih mengawasi pergaulan anaknya, agar tidak menjadi korban predator anak.
"Kita sampaikan lagi kepada masyarakat, peran orangtua sangatlah dibutuhkan dalam menjaga anak-anaknya," imbau Polius. (rpz)
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Siak – Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung pipil yang ditanam dal.
Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
SABAK AUH-Personel Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan terhadap lahan tanaman jagung pipil yang.
Om Bhabin Milenial Rutin Pantau Tanaman Jagung, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan
Tembilahan – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan oleh Bhabin.
Menyebrangi sungai demi sampai ke lokasi ketahanan pangan Bhabinkamtibmas Polsek Tembilahan Laksanakan kontrol tanama jagung di Seberang Tembilahan Selatan
Tembilahan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan, BRIPTU KUKUH TRI KURNIA.
Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan Pantau Pertumbuhan Jagung Warga Dukung Ketahanan Pangan
Tembilahan – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabink.
Milad ke-18 UNISI: Menuju Universitas Islam Unggul 2035 dengan Kurikulum Modern dan Penguatan SDM
TEMBILAHAN – Menginjak usia 18 tahun pada Jumat (22/5/2026), Universitas Islam Indragiri (UNISI.
iKlik Network







