• Jumat, 24 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Politik

PDIP Kembali Digoyang Tuduhan PKI

Redaksi

Kamis, 28 September 2017 19:41:34 WIB
Cetak
PDIP Kembali Digoyang Tuduhan PKI

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) kembali diterpa tuduhan terkait komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Kali ini, tuduhan datang dari Presidium 212. Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif akan mengerahkan massa ke Gedung DPR. Sebab, rumah rakyat itu dianggap sudah disusupi politisi yang memiliki hubungan dengan ideologi komunisme. Slamet menuding kuatnya kebangkitan PKI ditunjukkan oleh anggota DPR khususnya dari partai penguasa.

Mereka menyinggung anggota DPR Ribka Tjiptaning yang terang-terangan menunjukkan identitasnya sebagai anak seorang komunis. "Parlemen pun nyata mulai menampakkan dirinya, pro PKI dengan menulis buku 'Aku Bangga jadi Anggota PKI', dan 'Anak PKI Masuk Parlemen'. Serta banyaknya pihak yang keberatan dan sewot ketika ada usulan pemutaran film G30S/PKI," kata dia.

Tidak hanya Ribka Tjiptaning, beberapa nama politisi PDIP juga dituding telah dipengaruhi paham komunisme. Para politisi partai berlambang banteng moncong putih ini dianggap memfasilitasi lahirnya kembali PKI.

"Dari PDIP, Ribka (Ribka Tjiptaning), Budiman Sujatmiko, itu indikasinya kuat dia orang kiri. Kemudian Rieke Diah Pitaloka, kan dia yang buat reuni-reuni eks PKI itukan juga berkaitan dengan Banyuwangi yang pernah kita bubarkan juga," kata Slamet.

"Jadi keliatannya memang banyak dari partai itu. Partai penguasa sekarang," sambungnya.

Slamet melihat indikasi kebangkitan PKI makin kuat dari anggota dewan. Ia menemukan wacana pencabutan TAP MPRS No 25 perihal pelarangan PKI. Itu juga menjadi alasan pihaknya menggelar aksi di depan gedung DPR.

Bukan kali ini saja PDIP dikaitkan dengan PKI dan komunisme. Belum lepas dari ingatan kita saat Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menyamakan PDIP dengan PKI. Dalam pemberitaan di sejumlah media massa, Arie menyebut 'Wajar saja jika PDIP disamakan dengan PKI karena sering menipu'.

Arief langsung membuat surat permintaan maaf yang ditujukan ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia mengaku tidak bermaksud menyamakan PDIP dengan PKI. Dalam suratnya Arief menyebut PDIP sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai Pancasila serta memperjuangkan rakyat Indonesia.

"Karena itu, untuk meluruskan kesalahpahaman, saya Arief Poyuono meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran kader PDIP," tulis Arief dalam surat tersebut.

Dia juga mengklarifikasi pernyataannya mengenai PDIP dan PKI. Dia mengaku hanya menanggapi keluhan Sekjen PDIP terkait PDIP yang sering dikaitkan dengan PKI. Menurutnya, seharusnya itu menjadi koreksi bagi PDIP, mengapa PDIP yang merupakan partai berideologi Pancasila sampai dikaitkan dengan PKI. "Saya menanggapi Keluhan Pak Hasto Karena PDIP sering dikaitkan Dengan PKI," ucapnya.

Sebelum Arie Pouyono, ada Ustaz Alfian Tanjung yang harus berurusan dengan polisi karena menyebarkan kebencian terkait ucapannya di media sosial. "Terkait laporan PDIP (yang) disebut oleh beliau dalam akun twitternya bahwa PDIP 85 persen isinya kader PKI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/5).

PDIP bukan tinggal diam dengan tudingan terkait PKI. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pernah tiba-tiba mengeluarkan surat edaran berisi bantahan terhadap pihak-pihak yang mengaitkan PDIP dengan paham Komunisme. Surat dengan nomor 2588/IN/DPP/II/2017 itu ditantangani langsung oleh Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristyanto.

Surat itu dikeluarkan pada Kamis (2/2). Isinya penjelasan sekaligus instruksi dari Megawati agar para kader menyosialisasikan dan menjelaskan bahwa PDIP adalah partai yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945. Seluruh kader juga diminta untuk melaksanakan asas partai yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila dalam praktek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"PDIP tidak memiliki kaitan apapun dengan ajaran komunisme karena PDI Perjuangan sebagai partai nasionalis yang menjunjung tinggi dan melaksanakan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Demokrasi, dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila," tulis Megawati.

Politikus PDIP Ribka Tjiptaning pernah angkat bicara soal polemik yang mengaitkan kader PDIP dengan komunisme. Menurut Ribka, hal ini sudah sering terjadi jelang pemilu dan dimainkan oleh lawan politik untuk mencapai kemenangan.

"Dari dulukan gitu, PDIP dibilang partai preman, komunis, Kristen, artinya PDIP diperhitungkan," kata Ribka di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/7/2014).
Dia menyesalkan isu PKI sengaja dibuat ramai kembali. Padahal unsur-unsur PKI sudah tidak ada karena sudah lama mati. "Sekarang kan dianggap PDIP mendukung orang PKI sehingga musuh angkatan darat, kalau orang cerdas berarti benar angkatan darat yang bunuh PKI, kenapa itu yang diangkat, orang PKI pada kemana? Sudah pada meninggal," kata Ribka. (mdk)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Politik

Ramadhan Penuh Berkah, PSI Inhil Tebar 500 Takjil Gratis

Jumat, 06 Maret 2026 - 21:24:30 WIB

INHILKLIK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Indragiri .

Politik

Ketua PC Tidar Inhil dr. Ikhsan Alex Sayangkan Mundurnya Ketum Rahayu Saraswati dari DPR RI

Jumat, 12 September 2025 - 16:59:02 WIB

INHIL – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kabupaten Indragiri Hilir, dr. .

Politik

Sentra Gakkumdu Kabupaten Indragiri Hilir Masifkan Patroli Pengawasan di Massa Tenang

Selasa, 26 November 2024 - 13:51:19 WIB

Tembilahan, 25 November 2024. Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) yang terdiri dari unsur B.

Politik

Bawaslu Inhil Imbau Semua Paslon Patuhi Aturan di Masa Tenang

Ahad, 24 November 2024 - 08:39:02 WIB

TEMBILAHAN - Menjelang tahapan kampaye brahir pada tgl 24 November 2024  dam memasuki masa t.

Politik

Ketua Bawaslu Inhil Imbau Masyarakat agar Tolak Politik Uang dan Tak Menjual Hak Pilihnya

Jumat, 22 November 2024 - 22:55:13 WIB

TEMBILAHAN - Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2024 hanya tinggal beberapa hari l.

Politik

Bawaslu Inhil dan Jajaran Akan Lakukan Pengawasan Distribusi Logistik Hingga ke TPS

Rabu, 20 November 2024 - 08:48:49 WIB

TEMBILAHAN - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indragiri Hilir melalui Ko.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
23 April 2026
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 ‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
  • 2 Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
  • 3 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 4 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
  • 5 Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
  • 6 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 7 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network