• Sabtu, 25 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Nasional

Tindakan Kriminal dan Kekerasan Seksual, Potret Buram Revolusi Kemerdekaan

Redaksi

Rabu, 15 Agustus 2018 23:27:25 WIB
Cetak
Tindakan Kriminal dan Kekerasan Seksual, Potret Buram Revolusi Kemerdekaan

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Jangan pernah berpikir bahwa narasi sejarah setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, diwarnai dengan kondisi yang serba heroik seluruhnya. Masa sesudahnya atau biasa disebut sebagai era revolusi kemerdekaan adalah masa yang juga diwarnai kekacauan.

Sesudah berita proklamasi kemerdekaan tersebar, di beberapa daerah meletus gejolak sosial. Semua tatanan yang sebelumnya menjadi acuan, dijungkirbalikkan. Semua orang yang dianggap mendukung Jepang dan Belanda, bergaya hidup ke-Belanda-an, struktur sosial peninggalan kolonial diperangi.

Proklamasi bagi sekelompok masyarakat di Indonesia diterjemahkan sebagai momentum bebas melakukan tindakan balas dendam akibat kehidupan yang menghimpit pada masa sebelumnya. Dalam situasi itulah, para jawara atau jagoan lokal ikut menentukan gerakan tersebut.

Maka, masa revolusi sebagai periode menentukan berdirinya Republik Indonesia, ternyata diwarnai berbagai tindak kriminal, seperti pelecehan seksual dan perampokan, mempermalukan mereka yang dianggap sebagai pendukung penjajah (Jepang dan Belanda), hingga pembunuhan sewenang-wenang.

Tindak kriminal selama revolusi berdampak buruk bagi citra Republik Indonesia yang baru lahir. Bisa dipahami apabila mereka yang diperlakukan sewenang-wenang, menjadi sangat kecewa dan tidak simpatik dengan para pendukung proklamasi 17 Agustus 1945 atau biasa disebut kaum republiken.

Potret buram itu antara lain digambarkan Anton E Lucas dalam buku berjudul “Peristiwa Tiga Daerah” (1989). Masyarakat di sekitar Karesidenan Pekalongan (Pekalongan, Tegal, Brebes) menerjemahkan proklamasi dengan mengganti dan menghapus semua yang berbau penjajah.

Insiden berlangsung sejak 8 Oktober hingga November 1945. Ribuan massa dengan beringas turun ke jalan sambil membawa kaleng, tong, kentongan, yang dibunyikan. Arak-arakan dengan memukul alat yang mereka bawa tersebut kemudian dinamakan “Aksi Dombreng”.

Mereka mendatangi pamong praja yang dianggap sebagai representasi penjajah seperti wedana, camat, kepala desa, pegawai, tentara, hingga polisi. Mereka menangkap, mengarak, mempermalukan, lalu memaksa melepaskan jabatan. Bahkan, sebagian juga dibunuh.

Tak hanya pamong praja setempat, dua orang utusan Komite Nasional Indonesia (KNI) bernama Maryono dan H Ikhsan yang berusaha menenangkan massa, juga ditahan dan dibunuh di Markas Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) Talang.

Aksi massa dan pembunuhan tersebut tak bisa dilepaskan dari peran seorang tokoh bernama Kutil. Ia dikenal sebagai lenggaong (sebutan jawara atau jagoan) di daerah itu. Bersama sejumlah tokoh aliran kiri (komunis), Kutil mendirikan AMRI Talang.

Dalam rangkaian peristiwa tersebut, nasib tragis juga menimpa RA Kardinah, salah satu adik RA Kartini. Pada 13 Oktober, massa merangsek ke Kadipaten Tegal untuk mencari Bupati Sunarjo, menantu RA Kardinah.

Bupati Sunarjo tidak ditemukan. Massa kemudian menahan semua anggota keluarganya, termasuk RA Kardinah yang kala itu sudah berusia 64 tahun.

RA Kardinah dipaksa mengenakan pakaian goni lalu diarak keliling kota. Konon, ia kemudian berpura-pura pingsan dan tidak diarak lagi, sehingga bisa selamat. Peristiwa itu menjadi pengalaman traumatik yang terus dibawa hingga ia meninggal pada 5 Juli 1971.

Kejadian serupa juga terjadi di sekitar Depok (Sekarang menjadi kota Depok, Jawa Barat).

Dalam buku Tri Wahyuning M Irsyam berjudul “Berkembang dalam Bayang-Bayang Jakarta: Sejarah Depok 1950-1990an" (2017), gejolak sosial tersebut dinamakan “Peristiwa Gedoran”.

Sejak 7 Oktober 1945, massa pemuda berjubel turun ke jalan sambil membawa bendera Merah Putih. Mereka mendatangi rumah Asisten Wedana Depok. Rumah itu kemudian dijarah. Rumah lain di sekitarnya juga tak luput menjadi sasaran perampokan.

Pemuda dan gelandangan juga menyerbu gudang pangan di Depok. Dalam aksi ini, tak kurang dari sepuluh orang yang dianggap berbau Kolonial Belanda dibunuh. Orang-orang Belanda Depok, Eropa, Indo, dan sejumlah pribumi beragama Kristen ditangkap dan ditahan di belakang Stasiun Depok. Tak peduli pria, wanita, ataupun anak-anak, semua ditelanjangi dan digiring menuju Bogor.

Sementara dalam catatan Gert Oostindie berjudul “Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950” (2016), dinyatakan bahwa orang Eropa yang ditangkap selama revolusi tidak hanya disiksa, tetapi juga disertai pemerkosaan. Korban yang dibunuh berkisar antara 3.500 sampai 20.000 jiwa.

Korban selama gejolak sosial pascaproklamasi tidak hanya orang Eropa mantan interniran tentara Jepang. Orang-orang Ambon, orang Tionghoa kaya, dan Indo, juga menjadi sasaran. Demikian dalam catatan Mischa de Vreede dalam buku “Selamat Merdeka: Kemerdekaan yang Direstui” (2013).

Nasib tragis lainnya dialami penyair Poedjangga Baroe, Tengku Amir Hamzah. Dalam catatan Tengku M Lah Husny berjudul “Biografi-Sejarah Pujangga dan Pahlawan Nasional Amir Hamzah” (1978), ia dibunuh dan dikubur secara massal bersama 26 orang lainnya pada 20 Maret 1946.

Selain sebagai penyair, Amir Hamzah juga dikenal sebagai Pangeran Kesultanan Langkat Hilir (sekarang masuk Kabupaten Langkat, Sumatera Utara). Sebenarnya, pada 5 Oktober 1945, Kesultanan Langkat menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia.

Namun, karena selama masa Kolonial Belanda semua kesultanan dianggap mendukung Kolonial Belanda, maka semua kesultanan di Sumatera Utara tak luput menjadi sasaran amukan laskar-laskar rakyat Volksfront, yang di antaranya dimotori oleh Partai Komunis Indonesia di Sumatera Utara.

Selama gejolak sosial berlangsung, Kesultanan Langkat, Asahan, Koewaloe, Karo, Simalungun, Bilah, dan Pinang, diserang dan dijarah. Banyak keluarga Sultan diculik, dianiaya, dan dibunuh. Bahkan, kedua putri Sultan Mahmoed Abdoel Jalil di Kesultanan Langkat, diperkosa di depan ayahnya.

 

sumber: netralnews


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Ketum BPC HIPMI Inhil Ardiansyah Julor Dukung Akbar Himawan Buchari Jadi Menpora

Senin, 15 September 2025 - 16:02:02 WIB

TEMBILAHAN – Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupate.

Nasional

2025 Harga Rokok Naik, Pemerintah Batasi Konsumsi Produk Berdampak Negatif bagi Kesehatan

Sabtu, 14 Desember 2024 - 12:07:53 WIB

INHILKLIK - Pemerintah telah menetapkan harga jual eceran (HJE) rokok untuk 2025.Meski tar.

Nasional

Rupiah Melemah di Awal Perdagangan

Senin, 09 Desember 2024 - 12:35:24 WIB

INHILKLIK - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini Senin (9/12/2024) terhadap kurs dolar Am.

Nasional

Potensi Transaksi Judi Online Mencapai Rp 1.000 Triliun pada 2026

Senin, 18 November 2024 - 10:21:25 WIB

INHILKLIK - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, potensi transaksi judi online me.

Nasional

Indonesia Bakal Impor Beras 1 Juta Ton

Rabu, 30 Oktober 2024 - 11:28:48 WIB

INHILKLIK - Pemerintah membuka peluang impor beras 1 juta ton. Menteri Koordinator bidang Pangan .

Nasional

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp6.623 Triliun

Selasa, 15 Oktober 2024 - 12:39:33 WIB

INHILKLIK - Dalam rangka menjaga agar struktur Utang Luar Negeri (ULN) tetap sehat, Bank Indonesi.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
23 April 2026
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 ‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
  • 2 Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
  • 3 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 4 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
  • 5 Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
  • 6 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 7 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network