• Sabtu, 25 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Nasional

Nas Daily, Kreator Konten yang Dilarang Masuk Indonesia

Redaksi

Senin, 03 September 2018 23:01:38 WIB
Cetak
Nas Daily, Kreator Konten yang Dilarang Masuk Indonesia

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Seorang kreator konten bernama Nas Daily tengah menjadi sorotan setelah ditolak masuk Indonesia. Kisah penolakannya itu ia unggah di laman Facebook pribadinya.

Ia menceritakan pengalamannya tersebut ke akun Facebook-nya, Nas Daily. Kiriman tersebut kini telah dibagikan sebanyak 6,2 ribu kali dan mendapatkan 2,8 ribu komentar.

"Saya datang ke Singapura untuk melamar visa Indonesia. Karena Indonesia adalah satu-satunya negara yang saya ingin kunjungi untuk berusaha," tulisnya dalam akun Facebook miliknya, Senin (3/9/2018).

"Untuk orang Palestina-Israel seperti saya, itu tidak mudah. Anda harus melalui proses visa khusus dan ini sulit," imbuh dia.

Ia menyesalkan hal ini. Hal itu karena, Nas merasa sudah mengikuti segala proses yang seharusnya ia lakukan.

Siapa sebenarnya Nas Daily? Sosok yang memiliki 7,8 juta pengikut di Facebook ini memiliki nama asli Nuseir Yassin yang lahir di Arabba, sebuah kota di Israel. Cowok kelahiran 9 Februari 1992 tersebut memilih untuk dipanggil Nas yang berarti 'orang-orang' dalam bahasa Arab.

Nas merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ibunya adalah seorang guru sementara ayahnya seorang psikolog. Nas dibesarkan sebagai seorang muslim serta mempelajari bahasa Ibrani dan Arab.

Ketika Nas berusia 19 tahun, ia mendaftar jurusan Teknik Aerospace di salah satu kampus Ivy League di Amerika Serikat yaitu, Universitas Harvard.

Menurut laman The Times of Israel, selama berkuliah di Harvard, Nas mendapatkan beasiswa setelah mengirimkan esai tentang perjuangannya menjadi seorang kebangsaan Arab yang lahir di Israel.

"Ada hal-hal yang ingin aku lakukan tapi enggak bisa terwujud karena tempat kelahiranku. Aku ingin menjadi seorang insinyur aerospace karena aku suka luar angkasa," tutur dia, seperti dilansir pada Senin (3/9/2018).

"Tapi aku tidak tergabung ke dalam militer. Sedangkan di Israel, kamu harus menjadi seorang pilot atau sejenisnya untuk menjadi insinyur aerospace. Enggak mungkin aku di sini, aku hanya ingin fokus melakukan hal yang aku suka. Aku enggak mau memikirkan soal bom dan perang antara Arab dan Yahudi. Aku hanya ingin bersenang-senang," lanjut dia.

Meninggalkan pekerjaan Rp 1,7 miliar untuk menjadi kreator konten

Setelah lulus, pada September 2014 Nas bekerja sebagai pengembang software di Venmo, sebuah layanan mobile untuk transaksi pembayaran yang dimiliki oleh PayPal. Selama bekerja di sana, Nas mendapatkan gaji sebesar USD 120 ribu atau Rp 1,7 miliar per tahun. Namun menurutnya, uang sebanyak itu enggak cukup untuk bertahan hidup di New York.

"Aku tahu dalam satu tahun di New York, kamu akan menghabiskan USD 60 ribu karena (di sini) sangat mahal. Jadi aku nabung USD 60 ribu dan daripada aku habiskan di New York, aku gunakan uangnya untuk keliling dunia, karena dunia sebenarnya lebih murah ketimbang New York," kata dia dilansir Global News.

Setelah satu tahun bekerja, Nas memutuskan untuk berhenti. Menurutnya, ada hal lain yang lebih baik untuk dilakukan dibanding melakukan pekerjaannya saat itu.

"Aku enggak mengatakan bahwa kamu harus ambil risiko dan keluar dari pekerjaanmu untuk keliling dunia. Bukan. Jangan lakukan itu kalau kamu enggak merasa nyaman," imbuh Nas.

Sejak awal 2016, Nas bekerja seorang diri membuat video berdurasi 1 menit, mengisahkan tentang kehidupan orang-orang yang ia temui selama keliling dunia. Nas menghabiskan waktu 10 jam tiap harinya untuk membuat tiap video itu.
Kini videonya telah ditonton sekitar 1 hingga 3 juta orang per hari, tergantung kepada topik dan lokasi mana yang ia liput. 
Salah satu videonya yang menyorot soal penyusutan Laut Mati, menjadi video dengan penonton paling banyak yakni mencapai 70 juta akun Facebook.

Video-videonya itu juga memberikan Nas kesempatan untuk bertemu dengan orang tertinggi di dunia, olahraga bersama 1.000 orang di sebuah pantai di Senegal, sampai mengarungi lapangan penuh ranjau di Armenia.

Perjalanan yang mendekati akhir

Selama kurang lebih 800 hari, Nas telah berkunjung ke lebih dari 60 negara. Nas mengatakan, tujuan utama dari petualangannya ini adalah untuk menghubungkan orang di seluruh dunia.

Namun begitu, Nas tahu ia enggak bisa melakukan ini selamanya. Dia sudah berencana untuk berhenti menjadi kreator konten setelah mencapai hari ke 1.000. "Aku ingin cuti seminggu. Hilang, di dalam gua. Aku enggak tahu apa yang mau aku lakukan setelah ini," ungkap Nas.

Dengan 150 hari yang tersisa, ia masih memiliki keinginan untuk mengunjungi negara-negara lainnya, seperti Kanada. Bagi Nas, petualangannya ini telah membukakan mata bahwa dunia dipenuhi dengan kebaikan.

"Dunia ini benar-benar 99 persen kebaikan dan satu persen keburukan. Tapi banyak orang yang berpikir sebaliknya. Video-videoku di negara yang berbeda, telah menunjukkan bahwa banyak sekali kebaikan di dunia. Sungguh menyenangkan untuk menyaksikannya," tutup Nas. (Kumparan)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Ketum BPC HIPMI Inhil Ardiansyah Julor Dukung Akbar Himawan Buchari Jadi Menpora

Senin, 15 September 2025 - 16:02:02 WIB

TEMBILAHAN – Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupate.

Nasional

2025 Harga Rokok Naik, Pemerintah Batasi Konsumsi Produk Berdampak Negatif bagi Kesehatan

Sabtu, 14 Desember 2024 - 12:07:53 WIB

INHILKLIK - Pemerintah telah menetapkan harga jual eceran (HJE) rokok untuk 2025.Meski tar.

Nasional

Rupiah Melemah di Awal Perdagangan

Senin, 09 Desember 2024 - 12:35:24 WIB

INHILKLIK - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini Senin (9/12/2024) terhadap kurs dolar Am.

Nasional

Potensi Transaksi Judi Online Mencapai Rp 1.000 Triliun pada 2026

Senin, 18 November 2024 - 10:21:25 WIB

INHILKLIK - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, potensi transaksi judi online me.

Nasional

Indonesia Bakal Impor Beras 1 Juta Ton

Rabu, 30 Oktober 2024 - 11:28:48 WIB

INHILKLIK - Pemerintah membuka peluang impor beras 1 juta ton. Menteri Koordinator bidang Pangan .

Nasional

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp6.623 Triliun

Selasa, 15 Oktober 2024 - 12:39:33 WIB

INHILKLIK - Dalam rangka menjaga agar struktur Utang Luar Negeri (ULN) tetap sehat, Bank Indonesi.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
23 April 2026
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 ‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
  • 2 Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
  • 3 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 4 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
  • 5 Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
  • 6 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 7 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network