Diusir Menantu dan 15 Tahun Memulung, Kisah Nenek Lessy Bikin Sedih
INHILKLIK.COM, JAKARTA - Kisah pilu terjadi pada nenek bernama Lessi (61). Ia memulung sejak 15 tahun lalu karena diusir menantu hingga berharap anak tersadar. Ia percaya apa yang dilakukan sang anak suatu saat akan berbalas pada dirinya sendiri.
"Kadang saya pinjam uang Rp 5 ribu aja minta diganti. Saya ngerti mereka juga pada susah, tapi masa sampai begitu banget," ungkapnya.
"Kalau dipikirin aja saya yang pusing dan sakit hati. Makanya saya ikhlasin aja biar enggak dendam," ujarnya.
Nenek Lessi pernah diusir
Tak ada tempat tinggal dan hanya bekerja sebagai pemulung di usia senja, membuat Lessi harus menumpang tinggal bersama anaknya. Saat itu, ia mengatakan tinggal bersama anak pertamanya. Namun ia kaget karena diusir oleh menantu lelakinya.
"Saya enggak tahu salah saya apa. Tahu-tahu menantu saya bilang 'gua gamau tahu emak lu harus keluar dari rumah gua," ungkapnya dengan mata berlinang.
"Hari itu saya keluar rumah dan enggak tahu harus tinggal di mana sampai akhirnya kakak saya nampung saya. Sedih hati saya, itu terasa nyakitinnya sampai sekarang. Kata maaf ke saya juga enggak pernah keucap sampai sekarang dari mulut mereka," tambahnya.
Banyak yang iba pada nenek Lessi
Selama satu minggu, ia menumpang di rumah saudaranya. Hingga tetangga sekitar iba dan secara terang-terangan mengajaknya untuk tinggal bersama.
"Saya kan tinggal di Gang Makmur, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Orang-orang di situ pada tahu, akhirnya ngajak saya tinggal sambil bantu bersih-bersih," ucapnya.
"Ya Allah saya mikirnya jadi orang lain yang justru perduli, tapi anak malah tega begitu," ujarnya.
Nenek Lessy tinggal bersama anak ketiga
Namun, saat ini, Lessi mengatakan sudah tinggal bersama anak ketiganya. Namun karena menumpang ia harus membantu bersihkan rumah tersebut.
"Alhamdulillah ya sekarang ditampung anak ke-3. Kan dua-duanya kerja, jadi saya bantu beres-beres. Kalau saya capek abis mulung engga bersihin rumah, mukanya dia beda ke saya. Tapi ini anak yang paling mendingan dari yang lain," katanya.
Tak Ada Bantuan dari Pemerintah
Di usianya yang senja dan kondisi tubuh yang mulai sakit-sakitan, Lessi sebenarnya ingin sekali beristirahat di rumah. Namun apa daya, jika ia tak bekerja ia tak bisa makan dan membeli obat sakit kepala yang selalu dikonsumsinya setiap pagi.
"Penginnya istirahat. Kalau anak ke-3 ini kan kasihnya sekedarnya aja. Yang lain tahu sendiri kan saya sudah cerita anak saya pada begitu semua ke saya. Makanya kalau ada bantuan dari pemerintah saya bisa enggak terlalu capek cari uang dari pagi sampai malam," ungkapnya.
Selama ini Lessi mengaku tak pernah menerima bantuan apapun. Namun, sejauh ini ia sudah memberikan kelengkapan berkas penerima bantuan ke kelurahan setempat.
"Ngumpulin fotocopian doang, tapi kayak BLT aja belum pernah dapat. Malahan yang hidupnya lebih mendingan dari saya sudah pada dapat. Setidaknya kalau ada bantuan saya bisa cuma kerja sampai siang aja untuk pegangan harian beli obat atau kalau cucu tiba-tiba minta uang," katanya.
Nenek Lessi tidak bisa berharap pada pemerintah
Meski begitu, ia mengaku sudah tak berharap banyak terhadap bantuan tersebut. Selagi kakinya masih kuat melangkah, ia akan terus berkeliling mengumpulkan botol bekas dan berusaha tak bergantung pada anak-anaknya yang memiliki sikap tak baik terhadapnya.
"Saya enggak apa-apa begini. Mau dapat bantuan atau enggak, saya masih kuat cari uang buat beli makan. Doa saya cuma biar anak-anak pada sadar sebelum saya meninggal. Saya ini yang berjuang buat mereka dari dulu sendirian. Meskipun enggak dendam, tapi hati saya juga sakit lihat sikap mereka begini. Jadi saya lebih berharap mereka cepat sadar ketimbang bantuan," tandasnya.
sumber: planet.merdeka.com |
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
Mobil Terbakar di Tembilahan, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius
Indragiri Hilir, Riau – Sebuah mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi .
SPPG Minta Maaf, Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Inhil Ditangani Hingga Sembuh
TEMBILAHAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang menyampaikan permo.
Wujud Implementasi BCM, BRI BO Gunungsitoli Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran
Gunungsitoli - Kegiatan Business Continuity Management (BCM) menjadi hal yang kr.
Warga Asahan Kini Semakin Mudah Bayar Tagihan PDAM Tirta Silaupiasa Dengan BRImo
Kisaran | PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi memberikan pe.
iKlik Network







