• Jumat, 24 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Nasional

Orang Rimba Sudah Terapkan Social Distancing, Jauh Sebelum Itu Populer

Redaksi

Kamis, 26 Maret 2020 21:48:42 WIB
Cetak
Orang Rimba Sudah Terapkan Social Distancing, Jauh Sebelum Itu Populer

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Siapa sangka, ternyata praktik social distancing dengan tidak melakukan kontak fisik dekat demi terhindar penularan penyakit telah menjadi tradisi turun-temurun Orang Rimba di pedalaman Jambi?

Ya, jaga jarak dalam konteks ini, diatur dalam hubungan sosial sehari-hari yang mereka sebut besesanding, besesandingon, dan disesandingko.

Dipaparkan Willy Marlupi, seorang pemerhati Orang Rimba Jambi, jarak sosial secara turun-menurun terbukti mampu menjadi langkah awal bagi individu maupun kelompok Orang Rimba dalam mengantisipasi penularan dan penyebaran penyakit. 

Lalu, apakah Orang Rimba juga melakukan isolasi terhadap keluarga mereka yang sedang sakit? Willy menulis, jawabannya adalah ya.

"Bagi anggota keluarga yang sedang sakit mereka biasanya terpisah secara tempat dan memperlakukan diri secara khusus. Maksudnya, Sikap keluarga atau kelompok dalam konteks ini seperti sudah panggilan dan kesadaran ditengah hubungan sosial komunitas," tulis Willy.

Misalnya, Orang Rimba yang sedang flu atau batuk, secara sadar tidak akan menyambangi anggota keluarga atau kelompoknya yang masih sehat.

Orang Rimba atau Suku Anak Dalam melakukan social distancing (Dok. Willy Marlupi)Orang Rimba atau Suku Anak Dalam melakukan social distancing (Dok. Willy Marlupi)

Mereka yang sakit biasanya dengan sadar tidak akan menggunakan jalan atau fasilitas umum yang dilalui yang digunakan oleh keluarga dan kelompoknya, untuk kemudian menggunakan jalan yang lain.

"Selain sudah membuat tempat tinggalnya sendiri terpisah, mereka biasanya kembali bergabung jika si sakit sudah betul-betul merasa sehat," tambah Willy.

Pertanyaan selanjutnya, apakah sikap besesanding, besesandingon dan disesandingko, hanya berlaku di internal mereka? Jawabannya adalah tidak.

Sikap dan perlakuan ini berlaku untuk semua, internal dan ekternal, ke sesama mereka dan masyarakat luar.

"Contohnya ke saya sendiri, sekalipun saya kenal baik, punya hubungan baik 20 tahun ini dengan mereka tetap diperlakukan sama. Tidak ada yang istimewa," aku Willy.

"Pesan kesadaran seperti inilah yang saya tangkap dari kearifan lokal tersebut agar kita tetap saling menjaga," tulis Willy lagi.

Bukan hanya besesanding, besesandingon dan disesandingko untuk menghindari penyakit, Orang Rimba juga akan melalukan skrining awal untuk menyeleksi tamu masuk ke dalam kelompoknya.

"Misalnya, Ketika saya selaku orang luar datang ke lingkungan mereka di hutan sana yang pertama dilakukan sebelum memasuki ladang, huma pekarangan mereka, saya harus besesalung dulu yaitu semacam salam yang diucapkan dari jarak tertentu," tambah Willy.

Bunyi salam tersebut adalah;

Uuuoooooouuiiiiiit... 

Uuuoooooouuiiiiit.... 

Orang Rimba Sudah Terapkan Social Distancing, Jauh Sebelum Itu Populer - 2

Teriakan tersebut akan diucapkan sekeras mungkin dan berulang hingga ada jawaban dari Orang Rimba.

Besesalung sendiri dimaknai sebagai salam pembuka atau permisi ketika ingin memasuki pekarangan atau kontak sosial dengan komunitas Orang Rimba.

Jarak besesalung ini berkisar 40 sampai 50 meter dan diharapakan tamu tetap menunggu di tempat ketika besesalung sampai menunggu Orang Rimba datang menjemput.

"Ketika mereka datang menemui kita hingga dalam jarak pandang tertentu katakan 20 sampai 25 meter, biasanya kita akan di skrining dulu secara alami oleh mereka."

Skrining alami yang di maksud adalah mereka akan menatap dengan sungguh-sungguh terkait kondisi fisik tubuh tamu. Apakah tamu memiliki masalah bersin-bersin, batuk, menggigil, pucat, terluka atau baik-baik saja? Proses skrining alami ini berkisar 2 sampai 3 menit.

Tamu selanjutnya diuji lewat dialog melalui pertanyaan pembuka apo mikae becenengo guing?(Kawan, Kamu tidak sakit kan?).

"Nah, kualitas suara dan jawaban kita pada saat itulah yang akan menentukan, apakah kemudian kita bisa kontak langsung atau jaga jarak."

Akhir kata, Willy menulis komunitas adat Orang Rimba Jambi atau yang dikenal dengan Suku Anak Dalam terbukti telah secara turun-temurun mampu mencegah penularan atau penyebaran penyakit hingga sekarang meski kerap dianggap sebagai bangsa primitif.

"Kisah ini saya sampaikan semata-mata untuk berbagi bahwa imbauan dunia atau pemerintah dalam mencegah Covid-19 melalui skrining suhu, social distancing, isolasi atau di rumah aja, sebenarnya kearifan lokal masyarakat kita yang sudah terbukti bisa mempertahankan kehidupan suku ditengah rimba sana sekalipun jauh dari sentuhan sarana layanan kesehatan dan berbagai macam vaksin," tutup Willy.

 

sumber: suara.com


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Ketum BPC HIPMI Inhil Ardiansyah Julor Dukung Akbar Himawan Buchari Jadi Menpora

Senin, 15 September 2025 - 16:02:02 WIB

TEMBILAHAN – Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupate.

Nasional

2025 Harga Rokok Naik, Pemerintah Batasi Konsumsi Produk Berdampak Negatif bagi Kesehatan

Sabtu, 14 Desember 2024 - 12:07:53 WIB

INHILKLIK - Pemerintah telah menetapkan harga jual eceran (HJE) rokok untuk 2025.Meski tar.

Nasional

Rupiah Melemah di Awal Perdagangan

Senin, 09 Desember 2024 - 12:35:24 WIB

INHILKLIK - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini Senin (9/12/2024) terhadap kurs dolar Am.

Nasional

Potensi Transaksi Judi Online Mencapai Rp 1.000 Triliun pada 2026

Senin, 18 November 2024 - 10:21:25 WIB

INHILKLIK - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, potensi transaksi judi online me.

Nasional

Indonesia Bakal Impor Beras 1 Juta Ton

Rabu, 30 Oktober 2024 - 11:28:48 WIB

INHILKLIK - Pemerintah membuka peluang impor beras 1 juta ton. Menteri Koordinator bidang Pangan .

Nasional

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp6.623 Triliun

Selasa, 15 Oktober 2024 - 12:39:33 WIB

INHILKLIK - Dalam rangka menjaga agar struktur Utang Luar Negeri (ULN) tetap sehat, Bank Indonesi.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
23 April 2026
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 ‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
  • 2 Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
  • 3 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 4 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
  • 5 Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
  • 6 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 7 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network