Warga Suka Karya Curhat Soal Banjir, Gubri Edy Natar Gerak Cepat Mengatasinya
INHILKLIK, - Saat ini secara umum di sejumlah daerah telah memasuki musim hujan. Sebagian besar wilayah Indonesia, sudah diguyur hujan sejak bulan Oktober hingga puncaknya pada Desember 2023.
Banyaknya keluhan warga Kota Pekanbaru dan viral di berbagai sosial media terkait kawasan yang tergenang air. Oleh karna itu, Gubernur Riau (Gubri) Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution gerak cepat untuk mengatasi permukiman warga terkena banjir.
Dikatakan Gubri Edy Nasution, bahwa pihaknya selalu mewaspadai derasnya curah hujan, supaya permukiman warga tidak kebanjiran. Dengan begitu, ia selalu berupaya agar banjir bisa diantisipasi.
Di tengah kesibukannya sebagai Gubernur Riau, berbagai cara dilakukan supaya genangan air selalu bisa teratasi. Edy Nasution langsung menurunkan alat berat excavator untuk membersihkan kawasan aliran sungai di jalan Suka Karya, Gang Suka Rela, Pekanbaru.
“Beberapa waktu lalu, ada masyarakat yang menginformasikan kepada saya, kalau di sini kebanjiran. Karena kebanjiran seperti itu, kita harus bergerak cepat mengatasi ini,” katanya, Sabtu (16/12/2023).
Dijelaskan, bahwa ia sengaja tidak menunda peninjauan ke lokasi. Meski waktu itu, Edy baru saja selesai melakukan gerakan salat subuh berjamaah. Karena menurutnya, sesuatu yang berkaitan dengan kepedulian masyarakat ini adalah hal penting.
“Saya telah mengarahkan anggota saya ke sini, Alhamdulillah datang ke sini dicoba di normalisasi dan teratasi. Jadi panjang aliran anak sungai ini kurang lebih 1 kilometer. Sekarang bisa lebih lancar airnya,” jelasnya.
Diungkapkan, sebelumnya area aliran anak sungai tersebut sudah tertimbun tanah dan banyak sampah berserakan. Menurutnya, hal itu jugalah yang menjadikan faktor meluapnya air ke permukiman warga.
Gubernur Edy Nasution berharap, seluruh masyarakat harus memiliki nilai kesadaran yang tinggi untuk menjaga lingkungan. Sebab, jika pihak pemerintah telah mencoba normalisasi aliran sungai tetapi kebiasan membuang sampah sembarangan terus dilakukan, tentu banjir bisa saja datang kembali.
“Sehingga saya juga tadi sampaikan ke Pak RW Pak RT, tolong yang begini [menjaga lingkungan] diikuti juga dengan ke sadaran masyarakat. Bangun komunikasi dengan masyarakat supaya jangan membuang sampah di sekitar sini, karena nanti nilai akhirnya enggak ada,” ungkapnya.
“Kita sudah coba normalisasi tetapi kesadaran [menjaga lingkungan] tidak diikuti akhirnya akan begitu lagi. Tapi kalau semua kita lakukan secara bersama-sama, kita lakukan normalisasi, kemudian kesadaran masyarakatnya juga kita bangun. Insyaallah semua bisa berjalan baik,” tegasnya.
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
Siak - Jajaran Polsek Sabak Auh melakukan kegiatan pemantauan lahan pertanian jagung pipil yang m.
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
INHILKLIK.COM - Pemerintah Desa Sungai Intan, Kecamatan Tembilahan Hulu, menyalurkan honorarium k.
Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
Tembilahan – Dalam rangka memperingati Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Pimpinan .
Aplikasi i-potret jadi Kendala Awal Anak-anak Inhil Masuk Sekolah
TEMBILAHAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyerukan kepada masyar.
APINDO Serahkan Bantuan Alat Damkar dan Sembako di Pulau Kijang
RETEH – DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Riau bersama DPK APINDO Indragiri Hilir (Inhi.
Polsek Sungai Batang Nandur Jagung Bersama Kelompok Tani Dukung Swasembada Pangan 2026
SUNGAI BATANG, - Personel Polsek Sungai Batang turun langsung ke lahan dan menanam jagung bersama.
iKlik Network







