PILIHAN
Ahok: DPRD itu Dewan Perampok Rakyat Daerah
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, menyebut DPRD sebagai kepanjangan dari Dewan Perampok Rakyat Daerah. Hal ini diutarakannya dalam acara Rossy goes to campus dengan host pewarta, Rosiana Silalahi.
Video ini diunggah oleh akun youtube updateberita pada 6 November lalu. Dalam video itu, Ahok mengutarakan kepanjangan itu saat dirinya masih menjadi anggota DPRD. Hal tersebut terjadi saat dirinya pertama kali masuk dalam dunia politik dengan menjadi wakil rakyat. Pada suatu hari, dia didatangi seorang camat. “Ahok, kamu harus lawan semua yang ada di DPRD. Jangan ikut-ikutan,” jelas camat itu, seperti ditututkan Ahok dalam video acara itu.
Ahok kemudian melakukannya. Ada SPJ fiktif dilawannya. Berbagai kejanggalan program pemerintah diutarakannya dengan tegas. Hal ini kemudian memunculkan respon masyarakat Belitung Timur. Ada seorang ustadz mendatanginya. “Kamu harus maju menjadi bupati. Kamu lebih baik,” imbuh Ahok menuturkan pernyataan ustadz itu.
Ahok kemudian memberanikan diri maju dalam pilkada hingga akhirnya menang. Dia pun menjadi orang nomor satu di Belitung Timur.
Kisah Ahok aktif dalam politik bermula dari kebiasaan warga sekitar yang kerap meminta bantuan kepadanya. Ada yang mau berobat, memperbaiki rumah, atau apapun terkait dengan kebutuhan hidup, tidak mampu. Kemudian datang kepadanya untuk meminta uang. “Saya tidak sanggup terus-terusan seperti ini. Akhirnya saya berpolitik dengan maksud dengan wewenang yang dimiliki dapat membantu mereka,” paparnya. (ROL)
Video ini diunggah oleh akun youtube updateberita pada 6 November lalu. Dalam video itu, Ahok mengutarakan kepanjangan itu saat dirinya masih menjadi anggota DPRD. Hal tersebut terjadi saat dirinya pertama kali masuk dalam dunia politik dengan menjadi wakil rakyat. Pada suatu hari, dia didatangi seorang camat. “Ahok, kamu harus lawan semua yang ada di DPRD. Jangan ikut-ikutan,” jelas camat itu, seperti ditututkan Ahok dalam video acara itu.
Ahok kemudian melakukannya. Ada SPJ fiktif dilawannya. Berbagai kejanggalan program pemerintah diutarakannya dengan tegas. Hal ini kemudian memunculkan respon masyarakat Belitung Timur. Ada seorang ustadz mendatanginya. “Kamu harus maju menjadi bupati. Kamu lebih baik,” imbuh Ahok menuturkan pernyataan ustadz itu.
Ahok kemudian memberanikan diri maju dalam pilkada hingga akhirnya menang. Dia pun menjadi orang nomor satu di Belitung Timur.
Kisah Ahok aktif dalam politik bermula dari kebiasaan warga sekitar yang kerap meminta bantuan kepadanya. Ada yang mau berobat, memperbaiki rumah, atau apapun terkait dengan kebutuhan hidup, tidak mampu. Kemudian datang kepadanya untuk meminta uang. “Saya tidak sanggup terus-terusan seperti ini. Akhirnya saya berpolitik dengan maksud dengan wewenang yang dimiliki dapat membantu mereka,” paparnya. (ROL)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








