BI Proyeksikan Ekonomi Riau 2024 Tumbuh di 4,0 - 48 Persen
INHILKLIK, - Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Provinsi Riau tetap menunjukkan ketahanan ekonomi yang luar biasa. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi Riau sepanjang tahun 2023 berada di angka 4,21% (yoy).
Dengan pencapaian tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Riau di 2024 kian membaik, yakni dikisaran 4,0 hingga 4,8%.
Kepala KPW BI Provinsi Riau, Panji Achmad mengatakakan, optimisme pertumbuhan ekonomi Riau di tahun 2024 disokong oleh pertumbuhan konsumsi yang juga diperkirakan akan terus membaik.
“Termasuk efek positif Pemilu dan Pilkada, serta peningkatan investasi terutama dari penyelesaian Proyek Strategis Nasional, seperti Jalan Tol Pekanbaru - Sumbar dan Tol Rengat - Pekanbaru,” katanya, Jumat (16/2/2024)
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam meningkatkan ekspor di tengah perlambatan ekonomi global. Panji menegaskan, BI akan terus memperkuat kebijakan melalui sinergi kebijakan ekonomi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Riau.
Memasuki awal 2024, empat kota IHK di Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,11% (mtm), turun dari bulan sebelumnya. Sedangkan inflasi tahunan Riau pada Januari 2024 tercatat sebesar 2,35% (yoy), dan diproyeksikan tetap terkendali dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5% + 1% (yoy).
Panjdi menegaskan, bahwa sinergi antara BI dan Pemda dalam pengendalian inflasi, seperti yang terwujud dalam TPID, menjadi kunci atas keberhasilannya. Strategi pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga sepanjang tahun 2024.
Menurutnya, upaya menjaga inflasi Riau sejalan dengan mendukung pertumbuhan ekonomi lebih inklusif. Penguatan strategi stabilisasi harga dan peningkatan nilai tambah manufaktur, melalui optimalisasi sumber daya alam, menjadi langkah penting.
“Pemulihan ekonomi Riau pasca-COVID-19 yang cepat menunjukkan pertumbuhan yang melebihi tren prapandemi, terutama didukung oleh sektor industri pengolahan, terutama industri makanan dan minuman,” tuturnya.
Meski demikian, tantangan ke depan tetap ada, dengan dinamika pasar komoditas global yang belum sepenuhnya pulih.
“Oleh karena itu, pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru dan optimalisasi hilirisasi komoditas unggulan, seperti kelapa sawit dan migas, akan berperan besar untuk memastikan daya tahan ekonomi Riau yang lebih baik di 2024,” tuturnya.
PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi
TEMBILAHAN — Menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) .
PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil
TEMBILAHAN — Upaya Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) memperc.
Serapan Pasar Melemah, DPRD Riau Melihat Langsung Produk Kelapa Menumpuk di Gudang SAMBU Group
INHILKLIK.COM - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau melakukan kunjugan .
PT GIN Salurkan 313 Botol Vitamin Kelapa untuk Tingkatkan Produksi Petani di Desa Bantayan
TEMBILAHAN- PT Guntung Idamannusa (GIN), anak usaha Musim Mas Group, kembali menunjukkan komitmen.
Asap di Kampar Dipastikan Merupakan Kiriman dari Wilayah Jambi
KAMPAR, RIAU – Asap yang terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dipasti.
Kantah Inhil Siap Dukung Transformasi Pelayanan Pertanahan, Pengukuran dan Balik Nama Makin Cepat
Tembilahan — Kantor Pertanahan Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat komi.
iKlik Network







