BBPOM Pekanbaru Sita 4.007 Pcs Kosmetik Ilegal Mengandung Bahan Berbahaya
INHILKLIK - Balai Besar Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menemukan 246 item produk kosmetik ilegal mengandung bahan berbahaya dan kedaluwarsa dengan jumlah 4.007 pcs. Produk itu memiliki nilai ekonomi sebesar Rp128.028.500.
Kepala BBPOM Pekanbaru Alek Sander mengatakan, kosmetik itu ditemukan saat pengawasan yang dilakukan dari tanggal 19 hingga 23 Februari 2023. Selain itu juga ditemukan 11 produk obat tanpa izin edar dengan nilai ekonomi Rp21.800.000.
"BBPOM di Pekanbaru telah melakukan intensifikasi pengawasan kosmetik terhadap 21 sarana dengan hasil 11 sarana memenuhi ketentuan dan dan 10 sarana tidak memenuhi ketentuan," jelas Alek Sander, Kamis (29/02/2024)
Alek Sander menjelaskan operasi rutin ini dilaksanakan sebagai upaya melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat penggunaan kosmetika yang mengandung bahan berbahaya dan menurunkan tingkat peredaran kosmetik ilegal.
Saat pemeriksaan, sejumlah pemilik beralasan tidak mengetahui kalau produk yang mereka jual ilegal. Namun ada pemilik yang tahu tapi tetap menjual dengan alasan permintaan konsumen.
Terhadap kosmetik dan obat yang tidak memenuhi syarat dilakukan pemusnahan oleh pemilik dengan disaksikan oleh petugas. Pemilik barang kemudian membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran yang sama.
Alek Sander mengimbau masyarakat untuk lebij teliti jika membeli produk dan mengecek setiap produk yang dibeli. "Ceklik kemasan, cek label, kedaluwarsa dan lainnya," tutur Alek Sander.**
PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi
TEMBILAHAN — Menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) .
PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil
TEMBILAHAN — Upaya Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) memperc.
Serapan Pasar Melemah, DPRD Riau Melihat Langsung Produk Kelapa Menumpuk di Gudang SAMBU Group
INHILKLIK.COM - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau melakukan kunjugan .
PT GIN Salurkan 313 Botol Vitamin Kelapa untuk Tingkatkan Produksi Petani di Desa Bantayan
TEMBILAHAN- PT Guntung Idamannusa (GIN), anak usaha Musim Mas Group, kembali menunjukkan komitmen.
Asap di Kampar Dipastikan Merupakan Kiriman dari Wilayah Jambi
KAMPAR, RIAU – Asap yang terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dipasti.
Kantah Inhil Siap Dukung Transformasi Pelayanan Pertanahan, Pengukuran dan Balik Nama Makin Cepat
Tembilahan — Kantor Pertanahan Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat komi.
iKlik Network







