• Kamis, 01 Oktober 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa

Dua Teori Paling "Gila" Terkait Hilangnya Malaysia Airlines MH370

Redaksi

Selasa, 18 Maret 2014 22:49:28 WIB
Cetak
Boeing 777-200 berada di Kuala Lumpur International Airport setelah mencatat rekor dunia untuk penerbangan terpanjang non-stop dari Seattle ke Kuala Lumpur, pada 2 April 1997.
Inhilklik.com - Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang belum juga membuahkan hasil memicu munculnya berbagai macam teori. Banyak yang spekulatif dan mungkin sulit dipercaya.

Di antara banyak teori yang berkembang, ada dua yang bisa disebut paling "gila". Pertama, MH370 sempat bersembunyi di balik pesawat Singapore Airlines SIA68. Kedua, MH370 jadi pesawat korban pembajakan cyber pertama di dunia.

Teori bahwa MH370 bersembunyi di balik SIA68 diungkapkan oleh Keith Ledgerwood. Slate.com, Senin (17/3/2014) menyatakan, ini adalah teori paling "gila".

"Ini saya sadari ketika saya melihat rute SIA68 sekitar pukul 18.00 UTC. Selama 15 menit berikutnya, MH370 terus mengikuti SIA68," ungkap Ledgerwood seperti dikutip BBC, Selasa (18/3/2014). 

Ledgerwood, seorang blogger yang mengamati dunia penerbangan, yakin bahwa MH370 bersembunyi di balik SIA68 dan sempat terbang di wilayah India dan Afganistan.

"Karena MH370 terbang dalam 'gelap' tanpa transponder, SIA68 tak akan tahu bahwa MH370 sedang ada di sekitarnya. Ketika memasuki wilayah udara India, keduanya hanya akan tampak dalam satu 'blip' dalam radar di ATC (air traffic controller) dan militer di sana," urainya.

SIA68 terbang dari Singapura ke Barcelona. Di satu lokasi, misalnya Xinjang, Kirgistan, atau Turkmenistan, MH370 bisa memisahkan diri dan mendarat.

Bila teori "gila" pertama berkisar tentang bagaimana MH370 bisa tak terdeteksi banyak radar, teori kedua berkaitan dengan dugaan pembajakan. Soal pembajakan, walau banyak kalangan yang yakin, sampai saat ini hal itu masih dugaan.

Bagaimana MH370 dibajak? Pakar anti-terorisme asal Inggris, Sally Leivesley, mengungkapkan bahwa pesawat modern macam Boeing 777-200ER bisa dibajak dengan melalui USB atau telepon seluler.

"Tampak lebih dan lebih meyakinkan bahwa beberapa sistem kontrol diambil alih dengan sengaja, baik secara manual, seseorang duduk menguasai autopilot, atau dengan perangkat di lokasi lain yang mematikan sistem," kata Leivesley.

"Telepon seluler bisa digunakan untuk melakukannya, atau (melalui) USB. Ketika pesawat di udara, Anda bisa memasukkan perintah dan kode yang memulai sebuah proses tertentu," imbuhnya.

Hal itu lebih mudah dilakukan saat ini karena, bahkan, sistem in-flight entertainment juga bisa terkoneksi melalui USB di kursi penumpang.

"Apa yang kita temukan sekarang, bisa saja, telepon seluler digunakan untuk memulai sebuah aplikasi jahat, atau malware, di komputer, untuk memulai seluruh instruksi," urainya seperti dikutip Sydney Morning Herald, Selasa.

Leivesley mengatakan, sistem komputer pesawat memang mengagumkan, tetapi bukan berarti tak ada celah untuk membobolnya.

"Bagaimanapun, ada beberapa cara (untuk membobolnya) karena ada celah dalam sistem tersebut, dan perangkat genggam seperti telepon seluler bisa digunakan untuk melakukannya," kata Leivesley, yang bersama rekannya kini aktif melatih kalangan pemerintahan Inggris untuk melawan terorisme.

Diragukan

Bagaimana tanggapan pakar lain terhadap dua teori "gila" tersebut? Mungkinkah itu memang yang terjadi pada Malaysia Airlines MH370?

Menanggapi soal kemungkinan MH370 bersembunyi di balik SIA68, pakar radar dari University of College London, Hugh Griffiths, mengatakan bahwa bersembunyi di balik pesawat lain adalah sesuatu yang mungkin. Namun, dalam konteks MH370, itu merupakan hal sulit.

Ada dua radar yang bisa melacak pesawat, sipil dan militer. Radar militer lebih mumpuni dibanding sipil.

Griffiths mengestimasi, untuk bersembunyi sekalipun, MH370 takkan bisa terlalu dekat dengan SIA68. Bila jaraknya 1 kilometer saja, maka radar militer sudah bisa membaca bahwa ada dua pesawat.

Meski demikian, memang, semua tergantung pada interpretasi radar. Radar bisa saja membaca ada dua obyek. Namun, apakah obyek itu dipandang sebagai obyek berbeda?

Dalam kasus pengeboman oleh Jepang di Pearl Harbor pada tahun 1941, Amerika Serikat sebenarnya telah membaca adanya obyek yang bergerak dalam radar. Walau demikian, pengeboman akhirnya tetap tidak dapat dihindari.

Sementara itu, soal kemungkinan pembajakan dengan telepon seluler, asscoiate professor di RMIT, Cees Bil, meragukannya.

"Sepertinya itu tidak bisa terjadi. Tidak mungkin ada cara semacam itu, yang bisa dilakukan dengan menggunakan telepon seluler," katanya. Bahkan, bila sistem in-flight entertainment mampu terkoneksi dengan USB, tak mungkin penumpang bisa mengakses sistem komputer pesawat.

"Saya tak percaya perangkat sederhana seperti telepon seluler bisa mengganggu sistem," ujar pakar desain pesawat ini. | kompas


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung

Ahad, 28 Juni 2026 - 11:42:19 WIB

INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.

Peristiwa

Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:52:36 WIB

Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.

Peristiwa

Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:09:29 WIB

TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.

Peristiwa

Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:05:41 WIB

Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.

Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gelar Razia Kamar Hunian, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan
28 September 2026
BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil
26 September 2026
Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor
19 September 2026
PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung
19 September 2026
PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi
17 September 2026
PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil
17 September 2026
PT GIN Serahkan Sarana Damkar dan 280 Kotak Masker untuk Cegah ISPA di Tiga Kecamatan
15 September 2026
Serapan Pasar Melemah, DPRD Riau Melihat Langsung Produk Kelapa Menumpuk di Gudang SAMBU Group
11 September 2026
PT GIN Salurkan 313 Botol Vitamin Kelapa untuk Tingkatkan Produksi Petani di Desa Bantayan
09 September 2026
Bantu Tangani Karhutla di Lahan Masyarakat Belantaraya, PT GIN Kerahkan Tim dan Peralatan Pemadam
02 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil
  • 2 Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor
  • 3 PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung
  • 4 PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi
  • 5 PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil
  • 6 PT GIN Serahkan Sarana Damkar dan 280 Kotak Masker untuk Cegah ISPA di Tiga Kecamatan
  • 7 Serapan Pasar Melemah, DPRD Riau Melihat Langsung Produk Kelapa Menumpuk di Gudang SAMBU Group
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network