PILIHAN
Bea Cukai Tembilahan Gagalkan Penyelundupan Pakaian Bekas Senilai Rp 500 Juta
Tembilahan (Inhilklik) - Petugas Patroli Laut Bea dan Cukai Tembilahan, Riau, berhasil menggagalkan aksi penyelundupan pakaian bekas asal Malaysia dan Singapura yang diangkut kapal KM Putra Perantauan dan KM Arifin Jaya. Dua kapal berukuran besar ini ditangkap petugas patroli bea dan cukai saat melewati wilayah perairan Tanjung Datuk dan Tanjung Bakong Indragiri Hilir.Penangkapan diawali informasi yang diterima petugas patroli mengenai adanya kapal kayu yang melintas di luar garis pantai di perairan Tanjung Bakong dengan muatan penuh. Lalu tim patroli bergerak menuju kapal yang bertuliskan KM Putra Perantauan dan KM Arifin Jaya.
Tim patroli sempat mendapat kesulitan untuk mendekati kedua kapal itu dikarenakan ombak yang cukup tinggi. Selain itu, kedua kapal tersebut melakukan perlawanan saat dikejar.
Hingga akhirnya tim patroli BC 10009 yang dikomandani oleh Rahadian S Whisnu W berhasil menghentikan dan melakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut. Petugas juga langsung melakukan pemeriksaan muatan kapal dan mengamankan ABK sebanyak 5 orang beserta nahkoda kapal.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Tembilahan Zaky Firmansyah mengatakan muatan kapal KM Putra Perantauan sebanyak 600 karung pakaian bekas, sedangkan KM Arifin Jaya juga sebanyak 600 karung pakaian bekas. Temuan di kedua kapal itu tidak dilindungi dokumen kepabeanan. Perkiraan nilai barang temuan itu sebesar Rp 500 juta.
Zaky menambahkan diduga pakaian bekas tersebut merupakan barang larangan impor yang diselundupkan melalui daerah Kepulauan Riau yang kemudian dimuat secara over ship ke KM Putra Perantauan dan KM Arifin Jaya dengan tujuan Kuala Tungkal, Jambi.
Kedua kapal itu saat ini berada di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Riau.
Menanggapi maraknya aksi penyelundupan pakaian bekas asal negara tetangga ini, Zaky menjelaskan bahwa masuknya pakaian bekas dari luar negeri bisa mengganggu stabilitas pasar industri garmen dan tekstil dalam negeri. Selain itu, pakaian-pakaian tersebut berpotensi membawa virus atau penyakit berbahaya dari luar negeri.
Pihak Bea dan Cukai mengimbau agar seluruh elemen masyarakat tidak melakukan kegiatan memasukkan atau distribusi pakaian bekas asal luar negeri. | detik
BERITA LAINNYA +INDEKS
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
Mobil Terbakar di Tembilahan, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius
Indragiri Hilir, Riau – Sebuah mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi .
SPPG Minta Maaf, Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Inhil Ditangani Hingga Sembuh
TEMBILAHAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang menyampaikan permo.
Wujud Implementasi BCM, BRI BO Gunungsitoli Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran
Gunungsitoli - Kegiatan Business Continuity Management (BCM) menjadi hal yang kr.
Warga Asahan Kini Semakin Mudah Bayar Tagihan PDAM Tirta Silaupiasa Dengan BRImo
Kisaran | PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi memberikan pe.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network







