PILIHAN
Ini Partikel Berbahaya Dalam Kabut Asap Riau
Pekanbaru (Inhilklik) - Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyatakan kabut asap sisa kebakaran lahan di sejumlah wilayah Riau menyebabkan kualitas udara di Pekanbaru kian memburuk. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru saat ini berada pada level 130 Psi atau tidak sehat. "Kabut asap mulai mengancam kesehatan masyarakat," kata Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat, Diskes Riau, Diwani, kepada Tempo, Selasa 18 Februari 2014.Dijelaskan Diwani, asap sisa kebakaran lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah ini mengandung Particulate Matter (PM-10) berlebih, sangat berbahaya untuk kesehatan paru-paru. Particulate Matter adalah istilah untuk partikel padat atau cair yang ditemukan di udara. Partikel dengan ukuran besar atau cukup gelap dapat dilihat sebagai jelaga atau asap. PM-10 merupakan partikel kecil yang berbahaya, paparan PM-10 mampu mencapai daerah yang lebih dalam pada saluran pernapasan.
Kata Diwani, saat ini PM-10 sudah merusak kualitas udara Pekanbaru dengan tingkat pencemaran 130 Psi. Sedangkan kualitas udara dinyatakan sehat jika PM-10 berada pada angka 0-50 Psi. "Jika lebih dari 100 Psi sudah tidak sehat, apalagi 200 Psi, sudah sangat berbahaya," ucapnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 12.840 warga Riau dari sejumlah kabupaten kota terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) akibat kabut asap. "Data tersebut diperoleh dari Puskesmas dan rumah sakit di daerah dua pekan terakhir," katanya.
Diwani menyebutkan efek Ispa akibat paparan kabut asap yang mengandung PM-10 berlebih menyebabkan penyakit sesak nafas (asma), batuk-batuk bahkan kanker paru-paru. Namun untuk wilayah Riau kata Diwani, dampak kabut asap kebanyakan dialami anak-anak berdampak pada iritasi kulit dan mata. "Dihimbau kepada masyarakat sebaiknya membatasi aktifitas di luar rumah, terutama bagi anak dibawah umur," ujarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru menyebutkan Satelit Tera dan Aqua mendeteksi 126 titik api di sejumlah wilayah Riau. Jumlah ini cenderung meningkat dari hari sebelumnya pada sore kemarin yang mencapai 81 titik api. Titik api tersebut indikasi kebakaran lahan dan hutan di sejumlah wilayah Riau menimbulkan kabut asap. "Jarak pandang terbatas hingga 1000 meter pada pagi tadi," kata Analis BMKG Pekanbaru Agus Widodo. (*)
Source: tempo.co
BERITA LAINNYA +INDEKS
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
Mobil Terbakar di Tembilahan, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius
Indragiri Hilir, Riau – Sebuah mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi .
SPPG Minta Maaf, Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Inhil Ditangani Hingga Sembuh
TEMBILAHAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang menyampaikan permo.
Wujud Implementasi BCM, BRI BO Gunungsitoli Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran
Gunungsitoli - Kegiatan Business Continuity Management (BCM) menjadi hal yang kr.
Warga Asahan Kini Semakin Mudah Bayar Tagihan PDAM Tirta Silaupiasa Dengan BRImo
Kisaran | PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi memberikan pe.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network







