• Sabtu, 25 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa

Letusan Kelud, Tanda Berakhirnya Kekuasaan Soekarno, Soeharto dan SBY?

Redaksi

Senin, 17 Februari 2014 22:51:35 WIB
Cetak
Ada yang menafsirkan, letusan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, sebagai pertanda akan berakhirnya kekuasaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat.

Mbah Kono, warga Karisedenan Kediri, salah satu warga yang memiliki kepercayaan dan mengaitkan meletusnya Gunung Kelud dengan masalah politik. Dalam obrolan akhir pekan lalu, (15/2/2014), Mbah Kono berkisah tentang meletusnya Gunung Kelud pada Rebo Wage, 26 April 1966.

Dia mengistilahkan, Kelud ketika itu mengamuk dengan mengeluarkan banjir lahar panas seperti orang berbaris menerjang Kali Badak, Kali Putih, Kali Ngobo serta lainnya. Sebelumnya mendung dan kilatan petir berwarna merah seperti keris menghujam bumi bisa dilihat di atas langit Kota Blitar.

Amukan Kelud menewaskan sedikitnya 210 orang, terbesar warga sekitar Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, 10 Km di barat Blitar. Zaman saat itu dinilai Mbah Kono adalah hari-hari yang sulit bagi warga Blitar.

Orang Kejawen kuno (Hindu-Jawa) menyebut gunung meletus sebagai tanda angkara murka ketidaksukaan alam terhadap tingkah manusia yang sombong dan pongah.

"Masyarakat Jawa Kuno mempercayai gunung sebagai dewa," kata Mbah Kono, sebagaimana dikutip beritajatim.

Meski sebagian orang menganggap klenik, namun ada benang merah yang kuat dengan meletusnya Kelud pada 1966 dengan kejatuhan Sukarno.

Momentumnya adalah sebulan sebelumnya tatkala peristiwa Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 1966, ketika Jenderal Soeharto mengambil alih pimpinan Republik Indonesia setelah peristiwa Gestapu 1965. Meski surat perintah tersebut hingga kini masih belum diketahui keabsahannya.

Supersemar 1966 merupakan tonggak awal kepimimpinan Presiden Soeharto selama 30 tahun hingga akhirnya lengser pada 1998.

Tanda-tanda Soeharto jatuh pada 1998 juga sudah banyak orang Kejawen memperkirakannya. Yaitu saat Gunung Kelud meletus pada 1990. Tidak pernah jelas kenapa orang Jawa selalu melihat bahwa letusan Gunung Kelud membawa tanda sebagai perubahan politik.

Begitu juga saat meletusnya Kelud Mei 1901, orang Jawa mengaitkan dengan zaman baru setelah 300 tahun dijajah Belanda yaitu dengan kelahiran Sukarno Putra sang Fajar tanggal 6 Juni 1901.

Sukarno menyebutkan satu pertanda besar yang tak pernah dilupakannya adalah dia lahir bersamaan dengan meletusnya Gunung Kelud pada 1901. Jarak gunung tersebut hanya puluhan kilometer dari kediaman Sukarno kecil di Blitar Jawa Timur.

Apakah meletusnya Gunung Kelud pada Kamis Pon, 13 Februari 2014, sebagai pertanda berakhirnya rezim SBY dan Demokrat dalam kekuasaan? Anda boleh percaya, boleh juga tidak. Namun inilah realitas bahwa sebagian masyarakat kita ada yang mengaitkannya peristiwa alam tersebut dengan pertanda politik negeri ini. | inilah


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

Peristiwa

Mobil Terbakar di Tembilahan, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius

Jumat, 12 September 2025 - 21:15:15 WIB

Indragiri Hilir, Riau – Sebuah mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi .

Peristiwa

SPPG Minta Maaf, Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Inhil Ditangani Hingga Sembuh

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 21:21:10 WIB

TEMBILAHAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang menyampaikan permo.

Peristiwa

Wujud Implementasi BCM, BRI BO Gunungsitoli Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran

Jumat, 09 Mei 2025 - 11:55:51 WIB

Gunungsitoli - Kegiatan Business Continuity Management (BCM) menjadi hal yang kr.

Peristiwa

Warga Asahan Kini Semakin Mudah Bayar Tagihan PDAM Tirta Silaupiasa Dengan BRImo

Kamis, 08 Mei 2025 - 22:40:03 WIB

Kisaran | PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi memberikan pe.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
23 April 2026
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 ‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
  • 2 Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
  • 3 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 4 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
  • 5 Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
  • 6 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 7 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network