PILIHAN
"Tuhan Absen Saat Topan Haiyan Menyapu Filipina"
"Tuhan pasti sedang berada di tempat lain. Atau mungkin Dia lupa ada sebuah planet bernama bumi," kata Duterte saat bertemu wartawan di terminal kedatangan Bandara Internasional Davao pada Selasa, 12 November 2013.
Dilansir laman Inquirer, dia mengunjungi kota Tacloban pada Senin pagi kemarin. Sebelum berangkat, Duterte mengaku dititipi sebuah daftar nama warga hilang. Sayang, Duterte gagal menemukan mereka.
Bahkan tidak ada seorangpun yang mampu memberikan informasi lantaran absennya pemerintahan lokal. "Mereka semua kewalahan melihat banyaknya personil mereka yang ikut tewas, sehingga pemerintah lokal tak lagi berfungsi," ujar Duterte.
Selain itu, Para korban selamat di kota itu hanya berjalan tanpa tujuan di jalan-jalan. Mereka terlihat seperti zombi, sibuk mencari makanan. Duterte menyarankan agar warga Filipina yang memiliki kerabat di kota Tacloban, segera datang ke sana dan menjemput keluarganya untuk keluar. Pasalnya, saat ini tidak ada bahan makanan apa pun yang dapat dikonsumsi di kota Tacloban. "Bahkan satu buah permen pun tidak ada," imbuh Duterte.
Dalam kesempatan itu, dia turut mengkritik kebijakan darurat bencana yang dikeluarkan Presiden Benigno Aquino III. Menurut dia, lebih sesuai apabila status yang dikeluarkan adalah darurat nasional, lantaran pemerintahan lokal turut terkena bencana sehingga lumpuh.
"Ini hanya sebuah saran saja. Saya tidak bermaksud untuk mendikte siapa pun. Namun, keadaan darurat bencana belum cukup. Status yang dikeluarkan haruslah darurat nasional," kata dia.
Semua elemen seperti polisi, tentara, dan pekerja sosial lanjut Duterte sibuk mengurus kematian keluarga mereka sendiri. "Pemerintahan kota tidak berfungsi. Sebagai salah satu warga Filipina, saya harus mengatakan sesuatu," ujarnya.
Keadaan di Tacloban pun sudah seperti kota mati. Jasad korban tewas bergelimpangan di jalan-jalan, tidak ada listrik, air, dan makanan. Dia kemudian meminta kepada tim penyelamat agar membawa obat-obatan ke kota Tacloban, Sabtu pekan lalu.
Tim penyelamat tiba di lokasi pada hari Senin pagi kemarin. Namun, untuk menuju ke Tacloban, tim penyelamat harus memotong semua pohon tumbang yang menghalangi jalan. Selain itu mereka turut membersihkan jalan dari reruntuhan puing bangunan.
Duterte turut mengirim sebuah tim medis, namun hanya dapat bertahan hingga tiga hari karena besarnya kebutuhan. Selanjutnya, tim yang akan datang, diharapkan mampu mengevakuasi jenazah yang kini mulai menyebarkan aroma busuk dan bengkak.
Saat berkunjung ke Tacloban, Duterte turut memberikan bantuan berupa barang dan peralatan keselamatan senilai 8 juta Peso atau Rp2,1 miliar. (*)
Source: viva.co.id
BERITA LAINNYA +INDEKS
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
Mobil Terbakar di Tembilahan, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius
Indragiri Hilir, Riau – Sebuah mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi .
SPPG Minta Maaf, Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Inhil Ditangani Hingga Sembuh
TEMBILAHAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang menyampaikan permo.
Wujud Implementasi BCM, BRI BO Gunungsitoli Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran
Gunungsitoli - Kegiatan Business Continuity Management (BCM) menjadi hal yang kr.
Warga Asahan Kini Semakin Mudah Bayar Tagihan PDAM Tirta Silaupiasa Dengan BRImo
Kisaran | PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi memberikan pe.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network







