PILIHAN
2013 ada 52 Desa di Inhil Dekralasi Stop BAB Sembarangan
Tembilahan (Inhilklik) - Pada 2013 ada sebanyak 52 desa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang mendekralasikan untuk Stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan. Tapi, kendala terbesar dilapangan adalah kurangnya kesadaran masyrakat untuk ikut menjalani kegiatan ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil Rasul Alim Mkes melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan dr Saut Pakpahan kepada wartawan, Jum’at (6/9) memalui sambungan selulernya. Dikatakannya pada 2012 juga ada 62 desa yang mendekralasikan program desa Stop BAB sembarangan.
“Dari 62 desa tersebut hanya ada 6 desa yang sukses mengikut program Stop BAB sembarangan,” papar saut.
Dikatakannya lagi, adapun desa-desa yang sudah mencapi 100 persen adalah Desa Bukit Sari Intan Jaya, Pinang Jaya, Beringin Mulya, Baung Rejo Jaya, Telaga Giri Rama Jaya, dan Desa Tunggal Rahayu Jaya.
Untuk tahun 2013 ini kembali ada sebanyak 52 desa yang telah mendekralasikan untuk bersedian mengikuti program tersebut, tapi disayangkan realisai sampai saat ini belum diketahui karena Dinkes Kabupaten Inhil melakukan penilaian setiap awal tahun.
“Kita akan menilai nantinya akan melakukan penilaian pada 2014, jadi untuk saat ini kita tidak miliki presentasi progres program ini dilapangan,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, Dinkes Kabupaten Inhil saat ini juga masih kekurangan dana untuk menggugah atau menggerakan kesadaran masyrakat-masayarkat tersebut. Dan kendala yang tersebesar adalah kendala dari masyarakat iu sendiri.
“Kesadaran ereka mengenai kesehatan masih jauh, walaupun demikian kita terus melakukannya secara pelan-pelan. Karena tidak mungkin merubah seseorang dengan instan,” imbuhnya.
Banyak sekali dampak-dampak positif dari mengikuti program-program tersebut mulai dari menghindari diare, penyakit kuning dan masih banyak lagi. Selain itu, mengikuti program Stop BAB Sembarangan ini juga menghindari rembesan kepada kolam-kolam.
Jadi oleh karena iu, kita mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti program tersebut karena program ini sangat banyak manfaat yang akan diproleh. Terutama akan memperoleh kesehatan pada keluarga yang mengikuti program itu sendiri. (rhw)
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil Rasul Alim Mkes melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan dr Saut Pakpahan kepada wartawan, Jum’at (6/9) memalui sambungan selulernya. Dikatakannya pada 2012 juga ada 62 desa yang mendekralasikan program desa Stop BAB sembarangan.
“Dari 62 desa tersebut hanya ada 6 desa yang sukses mengikut program Stop BAB sembarangan,” papar saut.
Dikatakannya lagi, adapun desa-desa yang sudah mencapi 100 persen adalah Desa Bukit Sari Intan Jaya, Pinang Jaya, Beringin Mulya, Baung Rejo Jaya, Telaga Giri Rama Jaya, dan Desa Tunggal Rahayu Jaya.
Untuk tahun 2013 ini kembali ada sebanyak 52 desa yang telah mendekralasikan untuk bersedian mengikuti program tersebut, tapi disayangkan realisai sampai saat ini belum diketahui karena Dinkes Kabupaten Inhil melakukan penilaian setiap awal tahun.
“Kita akan menilai nantinya akan melakukan penilaian pada 2014, jadi untuk saat ini kita tidak miliki presentasi progres program ini dilapangan,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, Dinkes Kabupaten Inhil saat ini juga masih kekurangan dana untuk menggugah atau menggerakan kesadaran masyrakat-masayarkat tersebut. Dan kendala yang tersebesar adalah kendala dari masyarakat iu sendiri.
“Kesadaran ereka mengenai kesehatan masih jauh, walaupun demikian kita terus melakukannya secara pelan-pelan. Karena tidak mungkin merubah seseorang dengan instan,” imbuhnya.
Banyak sekali dampak-dampak positif dari mengikuti program-program tersebut mulai dari menghindari diare, penyakit kuning dan masih banyak lagi. Selain itu, mengikuti program Stop BAB Sembarangan ini juga menghindari rembesan kepada kolam-kolam.
Jadi oleh karena iu, kita mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti program tersebut karena program ini sangat banyak manfaat yang akan diproleh. Terutama akan memperoleh kesehatan pada keluarga yang mengikuti program itu sendiri. (rhw)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
Mobil Terbakar di Tembilahan, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius
Indragiri Hilir, Riau – Sebuah mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi .
SPPG Minta Maaf, Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Inhil Ditangani Hingga Sembuh
TEMBILAHAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang menyampaikan permo.
Wujud Implementasi BCM, BRI BO Gunungsitoli Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran
Gunungsitoli - Kegiatan Business Continuity Management (BCM) menjadi hal yang kr.
Warga Asahan Kini Semakin Mudah Bayar Tagihan PDAM Tirta Silaupiasa Dengan BRImo
Kisaran | PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi memberikan pe.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








