Bayi Kembar di Bulukumba Meninggal Dunia Akibat Gizi Buruk, Ayah Minggat dari Rumah

Rabu, 25 Juli 2018 - 23:51:00 WIB
Bayi Kembar di Bulukumba Meninggal Dunia Akibat Gizi Buruk, Ayah Minggat dari Rumah

INHILKLIK.COM, BULUKUMBA - Dua bayi kembar Airin dan Ainun akhirnya meninggal dunia dalam usia enam bulan. Keduanya dinyatakan menderita gizi buruk.

Ainun, sang adik lebih dulu berpulang beberapa bulan lalu. Airin dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Sulthan Dg Radja Bulukumba, Selasa dini hari (24/7/2018). Ainun sempat dirawat lebih sepekan lebih di rumah sakit.

"Bayi Airin masuk 12 Juli dengan diagnosa gizi buruk berat tipe kwashiorkor akibat kekurangan protein yang parah dan kalori yang kurang. Kami sudah berupaya mengatasi gejala-gejala sindrom klinik yang dialami Airin seperti anemia, hipoalbumin, dan komplikasi pneumonia serta diare yang memang sudah diderita sejak awal masuk," ujar Humas RSUD Gumala Rubiah, Rabu (25/7/2018).

Sebelum meninggal dunia, Airin dirawat di ruang ICU karena kondisinya tiba-tiba memburuk.

"Diarenya sempat membaik pada hari Sabtu dengan frekuensi mulai berkurang tetapi konsistensinya masih encer. Melihat kondisi anaknya mulai membaik pihak orang tua meminta pulang atas permintaan sendiri, tetapi dokter yang menangani mengedukasi untuk tidak pulang dulu. Akhirnya keluarga setuju," ujar Mala, sapaan Gumala.

Pada Minggu (22/7/2018), Airin kembali mengalami diare berat dan menyebabkan dehidrasi, terapi cairan diberikan. Beratnya status gizi buruk, penurunan antibodi, protein albumin yang rendah, tubuh mungil Airin akhirnya tidak bisa bertahan dan meninggal dunia.

Rakyatku.com mencoba menelusuri kediaman orang tua Airin yang berada di Kelurahan Mario Rennu, Kecamatan Gantarang Bulukumba. Jaraknya sekitar tujuh kilometer dari pusat kota Bulukumba menuju arah Bantaeng.

Jarak dari jalan protokol ke rumah orang tua Airin dan Ainun sekitar tiga kilometer. Arahnya ke pesisir pantai yang berbatasan dengan Kabupaten Bantaeng. Jalanan berupa bebatuan yang terkikis ombak.

Rumah si kembar berukuran kurang lebih 3x2 meter. Tampak kumuh. Bentuknya rumah panggung dengan tiang setinggi 30 sentimeter dari pasir. Dinding rumah itu compang camping. Atapnya hanya terbuat anyaman daun nipah.

Kedua orang tua Airin dan Ainun tak lagi menghuni rumah itu. Salah seorang kerabat, Norma mengatakan, ayah di kembar tak diketahui keberadaannya sejak anaknya meninggal dunia. Sedangkan ibunya berada di rumah orang tuanya, yang berada jauh dari lokasi itu.

Norma bertutur, selama ini Airin dan Ainun hanya mengonsumsi air tajin atau air beras. Harapan untuk makan makanan bergizi jauh dari kenyataan karena ayahnya hanya buruh rumput laut.

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Jumat, 19 Juli 2019 - 23:47:01 WIB
Alami Kondisi Medis Langka

Bayi Perempuan Ini Lahir dengan Tiga Kepala

INHILKLIK.COM, INDIA - Seorang bayi perempuan yang lahir dengan tiga kepala karena kondisi medi

Ahad, 14 Juli 2019 - 23:08:33 WIB

Niatnya Disuruh Menjaga Bayi, Pengasuh Ini Justru Jadi Saudara Persusuan Majikannya Sendiri

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Seorang wanita karir yang memiliki anak pasti akan menggunakan jasa pe

Ahad, 16 Juni 2019 - 23:07:48 WIB

Lihat Wanita Cari Anak Hilang, Si Ibu Kembalikan Bayi yang Diculik 27 Tahun Lalu

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Terlalu percaya pada dukun, seorang wanita tega menculik bayi. Saat te

Senin, 03 Juni 2019 - 23:35:13 WIB

Sangking Senangnya! Pasutri Ini Turun Taksi Lupa Bawa Bayinya

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Pasangan suami istri (pasutri) di Hamburg, Jerman yang baru dikaruniai

Selasa, 12 Februari 2019 - 23:41:58 WIB

Geger, Warga Temukan Orok Bayi Laki-laki Terapung di Pinggir Sungai Siak

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Warga pesisir Sungai Siak dihebohkan dengan penemuan sesosok orok bayi la

Rabu, 16 Januari 2019 - 22:17:24 WIB

Perawat Mabuk Bantu Persalinan, Kepala Bayi Terpenggal Saat Ditarik

INHILKLIK.COM, INDIA - Minggu, 6 Januari 2019. Diksha Kanwar merasakan ketubannya pecah. Dia kemudia