Dugaan Korupsi 1 Milyar Lebih Pada Bantuan Bencana Desa Bekawan, Mandah, Inhil

Kamis, 17 November 2016 - 21:32:00 WIB
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN – Masyarakat Desa Bekawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Tembilahan untuk melaporkan dugaan tindakan korupsi dana bencana angin puting beliung yang diserahkan kepada masyarakat pada tahun 2015 lalu. Rombongan masyarakat yang terdiri perwakilan korban puting beliung dan Ketua RT 07 Desa Bekawan mendatangi Kejaksaan Negeri Tembilahan didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Independen Pemantau Aspirasi (KIPAS) Inhil dan diterima oleh staf Kejari Tembilahan, Kamis (17/11). Dalam laporannya masyarakat mempertanyakan jumlah aliran dana bantuan puting beliung yang diterima masyarakat tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya di terima oleh masyarakat. "Kami ingin menanyakan hak – hak kami, dan kami ingin dikembalikan sebagaimana mestinya. Kalaupun tidak dikembalikan kami ingin tau kejelasan dananya," ungkap perwakilan korban puting beliung, M. Ali yang hadir langsung ke Kejaksaan kepada awak media. Ali yang menderita kerusakan ringan pada saat itu menuturkan, Korban lain banyak mempertanyakan hal ini, intinya masyarakat meminta transparansi dana tersebut.  "Kami dari dulu mau melaporkan, namun karena tidak ada orang kuat yang mendukung, kami hanya bisa menerima saja," keluhnya. Selain itu masyarakat juga mengeluhkan potongan jumlah  bantuan dilapangan yang sangat memberatkan masyarakat. Pencairan dananya sendiri menurut Ketua RT 07 Desa Bekawan, M. Yusuf (39), dilakukan oleh staf desa. "Menurut mereka potongan itu untuk akomodasi," ucapnya. Lebih lanjut menurutnya, ancaman bila tak dibangun uang bisa ditarik kembali juga dialami masyarakat. "Bahkan ada seorang warga yang minta rumah bedah hingga saat ini belum menerima bantuan tersebut," tukasnya. Korban bencana alam angin puting beliung di Desa Bekawan, Kecamatan Mandah tahun 2014. Berdasarkan temuan data Tim Investigasi KIPAS, Terdapat bantuan rumah layak huni sejumlah 38 unit dengan jumlah dana Rp. 1.900.000.000 yang ditampung dalam ABPD TA. 2015, sementara kenyataannya dilapangan, masyarakat menerima pencairan dana pada tahun 2015 untuk korban bencana alam angin puting beliung dengan total jumlah Rp. 489.850.000 yang dibagikan dalam 2 kategori, untuk rusak berat Rp. 417.600.000, rusak ringan Rp. 72.250.000. Dengan begitu terdapat dugaan tindak pidana korupsi Rp. 1.410.150.000. (Ard)

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Jumat, 29 November 2019 - 23:30:49 WIB

Kasus Dugaan Salah Tangkap yang Kelaminnya Disetrum, Kapolsek Rappocini: Dia Memang Pelaku Begal

INHILKLIK.COM, MAKASSAR - Salman tukang sapu di Pasar Kalimbu diduga menjadi korban salah tangkap da

Selasa, 13 November 2018 - 23:57:20 WIB

Tersangka Dugaan Korupsi Pipa PDAM Menangkan Gugatan Praperadilan atas Polda Riau

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Tersangka dugaan korupsi proyek pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Kabupa

Senin, 29 Oktober 2018 - 23:47:46 WIB

Selain Soal Perceraian, Polisi Juga Temukan Dugaan Utang Miliaran Dibalik Kematian Keluarga FX Ong

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menemukan fakta baru terkait motif bunuh di

Jumat, 23 Maret 2018 - 21:16:08 WIB

Bocah 2 Tahun Lihat Ayahnya Tergeletak di Lantai, yang Dilakukannya Lebih dari Dugaan, Menggemaskan!

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Seorang bocah dua tahun bernama Sebastian Marques melakukan hal menggemaska

Ahad, 18 Februari 2018 - 17:36:39 WIB

Dugaan Pernikahan Sedarah, Ini Hasil Verifikasi Tim Toga Aritonang Sumut ke Lucen

INHILKLIK.COM, MEDAN - Klarifikasi demi klarifikasi mulai berdatangan usai viralnya kasus dugaan per

Rabu, 31 Mei 2017 - 14:02:24 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan, Mediasi oleh YLBH RAM Inhil Berujung Damai

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN – Mediasi yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) R