PILIHAN
Masih Banyak Nelayan Inhil Gunakan Alat Tangkap Berbahaya
![]() |
| Ilustrasi (Internet) |
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi ,Tien Mestina, mengatakan sejauh ini masih banyak masyarakat di Kabupaten itu yang menggunakan alat tangkap tersebut untuk mencari ikan. "Kami akan lihat dulu bagaimana penggunaannya," katanya beberapa hari lalu.
Dia menambahkan kehadiran Pemerintah Riau ke kabupaten itu untuk melakukan sosialisasi. Selain itu, juga mencarikan solusi untuk nelayan, agar lebih ramah lingkungan. Namun hingga saat ini Tien belum memberikan solusi apa yang harus dilakukan masyarakat dalam mengatasi masalah nelayan menangkap ikan.
"Hal ini dilakukan supaya mata pencaharian nelayan pun tidak terganggu. Kita juga berusaha mencarikan alternatif pekerjaan lain seperti budidaya laut, dimana kita arahkan ke tambak," tambahnya.
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau terlebih dahulu akan melakukan berkoordinasi dengan Kabupaten dan Kota mengenai kebijakan Peraturan Menteri Kelautan Perikanan Nomor 2 tahun 2015 ini sebagai upaya mengoptimalkan potensi kelautan yang ada didaerah.
Setelah di Tembilahan rencananya kegiatan serupa akan dilanjutkan ke Rokan Hilir. Menurutnya alat tangkap pukat harimau sangat berbahaya bisa mengangkut semua biota yang ada di laut, menjaring semua ikan dari berbagai ukuran.
Maka regenerasi ikan lambat laun akan habis. Sehubungan dengan ini, sosialisasi harus terus ditingkatkan agar semua pihak termasuk nelayan mengetahui bahaya apa yang akan ditimbulkan bila menggunakan cantrang terus menerus.
Peraturan Menteri Kelautan Perikanan Nomor 2 tahun 2015 sendiri tentang pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang. Hal inipun telah mengundang pro dan kontra dikalangan nelayan. (melba/BPC)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








