• Sabtu, 16 Mei 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Edukasi

Kisah Seorang Petani Kopi Sedekah Ke Masjid Rp500 Juta

Redaksi

Ahad, 16 April 2017 21:31:11 WIB
Cetak
Kisah Seorang Petani Kopi Sedekah Ke Masjid Rp500 Juta
Ilustrasi (Foto/Int)

Usai maghrib saya kedatangan tamu di rumah.
‎
"Assalamu’alaikum, sapanya ketika sampai di depan pintu‎."‎

"Wa’alaikum salam, jawab saya sedikit kaget karena tidak mengenal tamu ini. Saudara siapa?" tanya saya. ‎

“Saya Sobari," jawabnya dengan wajah diliputi senyum. ‎

"Bapak pengurus Masjid?" ujarnya bertanya.‎

“Ya, betul Pak, Ada apa? Apa yang dapat saya bantu."‎

"Saya tadi melewati masjid yang sedang dibangun. Orang di sekitar masjid meminta saya untuk menemui bapak?"

"Ya, Kenapa?‎

"Saya niat bersedekah untuk penyelesaian pembangunan masjid," katanya dengan tetap diliputi senyum.
‎
Saya memperhatikan penampilan orang ini. Tidak nampak dia memiliki kemampuan untuk bersedekah. Saya lirik di luar, tidak ada kendaraan di parkir. Pasti orang ini datang dengan angkutan umum atau beca. Mungkin orang ini "Sakit". Atau hanya ingin mempermainkan emosi saya.

Sudah hampir empat tahun masjid tak kunjung selesai dibangun. Sementara saya sebagai ketua Panitia Pembangunan Masjid sudah bosan mengajak masyarakat untuk berinfaq atau bersedekah. Tapi hasilnya hanya uang receh yang terkumpul di dalam kotak amal. Sementara kotak amal yang dititipkan di setiap sudut pasar atau rumah makan hanya menghasilkan uang yang tidak seberapa.

"Bagaimana Pak? Kenapa bapak diam? tegurnya membuyarkan lamunan saya.‎" "Eh, iya. Pak, hmm.. berapa bapak mau sumbang? tanya saya masih diliput rasa tidak percaya.
‎
"Boleh saya tau? berapa dana diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan masjid tersebut," ungkapnya dengan tenang.

Pertanyaan yang lagi-lagi membuat saya hilang hasrat untuk bicara banyak sama tamu ini. Dia pasti orang "sakit jiwa".‎
‎
"Ya.. kita butuh dana sebesar Rp 500 juta," jawab saya, berharap orang itu cepat berlalu.
‎
"Baik, pak. Besok kalau bapak ada waktu, saya tunggu di Pengadilan Agama. Saya akan memberikan sedekah di hadapan hakim Agama," katanya tenang. "Jam berapa bapak ada waktu?" lanjutnya.
‎
"Ya liat besok aja ya pak," jawab saya. Berharap orang itu cepat berlalu. Karena saya harus memimpin sholat Isya di masjid.

"Baiklah, ini nomor telp rumah saya. Kalau bapak siap, hubungi saya, permisi saya pamit dulu, rumah saya jauh," lanjutnya sambil berdiri dan berlalu. Baru saya sadar, tamu ini tidak saya tawarkan minum.

Usai sholat Isya, secara tidak sengaja saya melontarkan cerita kedatangan tamu ke rumah kepada pengurus masjid lainnya. Tanggapan mereka sama seperti saya. Orang itu stress dan tidak perlu dilayani. Karena besok semua pengurus punya banyak kesibukan, dan tidak mungkin meluangkan waktu untuk datang ke Pengadilan Agama.

Keesokan harinya salah seorang pengurus meminta saya untuk menemaninya ke show room mobil. Dia hendak menebus indent kendaraan yang dipesannya sejak empat bulan lalu. Karena lokasi showroom tidak begitu jauh dari Kantor Pengadilan Agama maka saya tawarkan kepada teman ini untuk mampir ke Pengadilan. Dia sedikit sungkan tapi akhirnya setuju.

Langsung saya menghubungi orang yang akan menyumbang tersebut melalui telpon rumahnya. Dia langsung menyanggupi untuk datang. Menyanggupi datang pukul 11 siang untuk sampai di Kantor Pengadilan Agama.
‎
"Baiklah, tapi saya tidak mau menunggu terlalu lama di kantor Pengadilan, lewat setengah jam anda tidak datang, saya langsung pulang," ujar saya tegas, karena sesungguhnya saya masih sangsi pada orang ini.
‎
"Insya Allah," jawabnya.‎
‎
Tepat pukul 11 saya dan teman sudah sampai di kantor Pengadilan Agama. Tapi orang yang akan menyumbang belum juga kelihatan batang hidungnya.

Lewat lima menit, orang tersebut datang dengan angkutan becak dan langsung ke dalam halaman kantor Pengadilan Agama.

Bajunya sangat sederhana.

‎Teman saya yang melihat pemandangan itu langsung tersenyum kecut. Bagaimana mungkin dia bisa menutup kekurangan pembangunan masjid sebesar Rp500 juta.

"Mungkin kita yang gila, mau-maunya nungguin dia. Tapi ya sudahlah, kita lihat saja," gerutu teman saya kala melihat kedatangan orang tersebut.‎
‎
"Assalamu’alaikum," sapanya sesampai di dalam menjumpai kami.

"Ya, bagaimana pak, apakah bapak sudah bawa uangnya? tanya teman saya langsung ke pokok persoalan.‎
‎
"Ini uangnya," katanya sambil memperlihatkan kantong semen ditangannya. Mari kita menemui petugas untuk membuat akta penyerahan sumbangan ini. Maaf, bukan saya tidak percaya tapi ini perlu sebagaimama ajaran Alquran menyebutkan bahwa segala sesuatunya harus tertulis," katanya.

Sambil melangkah ke dalam menemui petugas pengadilan. Tanpa banyak kata orang ini langsung menyerahkan tumpukan uang di hadapan petugas pengadilan.

Petugas pun menghitung. Jumlahnya Rp 500 juta..!‎!

Petugas kemudian menyerahkan formulir untuk kami isi, kemudian ditandatangani, maka uang pun berpindah ke tangan kami.

"Pak, cukuplah bapak-bapak sebagai panitia dan pak Hakim yang mengetahuinya. Saya menyumbang karena Allah..." katanya ketika akan pamit berlalu.

Melihat situasi yang diluar dugaan kami maka timbul rasa malu dan rendah di hadapan orang ini. Ternyata dia yang kami nilai stress atau gila, menunjukan kemuliaannya.
Sementara kami dari awal meremehkan dan memandang sebelah mata padanya.

"Maaf, mengapa bapak ikhlas menyumbang uang sebanyak ini, sementara saya lihat bapak, maaf terlihat sangat sederhana. Mobil pun bapak tidak punya," tanya teman saya penuh keheranan.
‎
"Saya merasa sangat kaya, karena Allah memberikan saya qalbu yang dapat memahami ayat-ayat Alquran. Cobalah anda bayangkan, bila uang itu saya belikan kendaraan mewah, maka manfaatnya hanya seusia kendaraan itu. Bila saya membangun rumah megah maka nikmatnya hanya untuk dipandang. Namun bila saya gunakan harta untuk saya sedekahkan di jalan Allah demi kepentingan Ummat, maka manfaatnya tidak akan pernah habis," jawabnya dengan sangat sederhana tapi begitu menyentuh.
‎
"Apa pekerjaan bapak sesungguhnya," tanya teman saya lagi.

"Saya hanya petani Kopi, Alhamdulillah dari hasil kebun Kopi lima anak saya semua sudah sarjana, dan sekarang mereka sudah sukses dan hidup sejahtera. Kelimanya sudah berkeluarga. Alhamdulillah, semua anak dan mantu saya sudah menunaikan rukun haji,” jelasnya.
‎
"Bapak memang sangat beruntung. Apa resepnya hingga bapak dapat mendidik anak yang sholeh," tanya saya.
‎
"Resepnya dekatkan diri kepada Allah, Cintailah Allah, Cintailah semua yang diamanahkannya kepada kita, dan berkorbanlah untuk itu. Bukankah anak, istri, lingkungan dan syiar Islam adalah amanah Allah kepada kita semua," ungkapnya.

Bila kita sudah mencintai Allah dengan hati, dan dibuktikan dengan perbuatan maka selanjutnya hidup kita akan dijamin oleh Allah. Apakah ada yang paling bernilai di dunia ini dibanding kecintaan Allah kepada kita..?

Dia pun kemudian pamit dan berlalu bersama becak sewaannya.

Sementara saya dan teman saya tercekat dan tak mampu berkata-kata lagi.

Kami tak berani mendahului becak yang ditumpanginya. Mobil keluaran terbaru yang saya beli bulan lalu serasa tak mampu melewati becak tersebut.

Saya dihantui rasa malu, malu dengan diri saya di hadapan orang yang tawadhu namun ikhlas berjuang di jalan Allah. Mungkin penghasilan saya lebih besar darinya. Tapi belum bisa seikhlas dia. Saya menjadi merasa tak pantas menyebut diri ini mencintai Allah.."

Semoga bermanfaat.‎


H Irwanto Rusli


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Edukasi

‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru

Kamis, 23 April 2026 - 19:11:42 WIB

‎Tembilahan – Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Indra.

Edukasi

Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil

Rabu, 22 April 2026 - 22:03:48 WIB

Indragiri Hilir – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V GMNI Indragiri Hilir dilaksanakan pada Rab.

Edukasi

Malam Puncak Sosialpreneur Award Jilid 6: Mahasiswa UNISI Sukses Hidupkan Kembali UMKM Lokal

Senin, 15 Desember 2025 - 17:52:03 WIB

TEMBILAHAN - Malam puncak ajang bergengsi Sosialpreneur Award Jilid 6 Tahun 2025.

Edukasi

Pemuda Inhil Raih Juara di Ajang Internasional PAN-SEA AI Developer Challenge 2025

Sabtu, 29 November 2025 - 12:55:49 WIB

Prestasi membanggakan kembali hadir dari Indragiri Hilir. Fengkie Junis, pemuda asal Inhil, berha.

Edukasi

Wisuda STIKes Husada Gemilang Tahun Akademik 2024/2025: 58 Lulusan Tenaga Kesehatan Siap Mengabdi

Kamis, 27 November 2025 - 13:52:24 WIB

Tembilahan, 27 November 2025 — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Husada G.

Edukasi

GMNI Inhil Gelar Diskusi, Bahas Mengapa Inhil Tidak Masuk PSN Sentra Hilirisai Kelapa Nasional

Ahad, 23 November 2025 - 16:29:44 WIB

‎Indragiri Hilir — DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Indragiri Hilir menggelar .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Panen Raya Kelapa Perlu Dikelola Bijak, Dinas Pertanian Inhil Ajak Petani Pahami Dinamika Harga
15 Mei 2026
PT GIN Salurkan 18 Ekor Sapi Qurban untuk Desa Binaan dan Karyawan
14 Mei 2026
Penghitungan Suara Calon Anggota BPD Sungai Intan 2026-2034 Berlangsung Terbuka
13 Mei 2026
‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
23 April 2026
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 ‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
  • 2 Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
  • 3 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 4 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
  • 5 Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
  • 6 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 7 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network