PILIHAN
Ada Santri Hapal 5 sampai 30 Juz Al Quran, Asisten III Setdakab Inhil Terkesima
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Asisten III Setdakab Indragiri Hilir (Inhil), Djamilah mengaku terkesima saat silaturrahmi ke Pondok Pesantren Salafiyah Islamiyaj Al-Baaqiyatussa'adiyyah, parit 6 Tembilahan Hulu pada Sabtu lalu (26/11).
Kedatangan Djamilah bersama beberapa pejabat di Pemkab Inhil ini bertujuan memberikan bantuan dalam rangka sempena Peringatan HUT Korpri ke 45 tahun 2016 yang berkerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Inhil.
"Saya terkesima bahwa Ponpes Al-Baaqiyatussa'adiyyah memiliki 534 santri yang sebagian ada hapal 5 juz dalam Al Quran, bahkan sebagian ada yang hapak 30 juz," ungkap Djamilah yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Inhil.
Dikatakannya, melihat pondok pesantren Al-Baaqiyatussa'adiyyah saat ini perlu perhatian pemerintah. "Perlu ada perhatian terhadap sarana prasarana dan pembinaan santrinya sendiri," katanya.
Melalui Pondok Pesantren Al-Baaqiyatussa'adiyyah Djamilah berharap anak-anak santri bisa menjadi penerus bagi para ulama kedepannya.
"Apalagi para santri sudah ada yang hapal hingga 30 juz Al Quran. Hanya orang tertentu yang diberikan hidayah yang bisa menghafal al-qur'an dan anak diberikan berkah allah swt dibawah bimbingan dan pengasuh dan guru bersyukur kepada allah bisa menerima ilmu di pondok pesantren ini," tambahnya.
Sementara itu, KH ABD. Muis Kurnain Sebagai Pengasuh PP.Salafiyah Islamiyah
Al-Baaqiyatussa'adiyyah berterimakasih atas kunjungan Korpri dan Dinas Sosial.
Beliau menerangkan sekilas lintas bahwa pondok pesantren Al-Baaqiyatussa'adiyyah dibangun tahun 2000. "Jadi sampai hari ini 2016, Ponpes ini sudah masuk dewasa. Mula-mula pondok ini ada 11 orang santri pada tahun 2000 dan alhamdullilah tahun-ke tahun santri-santrinya bertambah sehingga sampai hari ini lebih 534," jelasnya.
Dengan jumlah santri saat ini, Beliau mengatakan kekurangan lokal. Saat ini Ponpes Al-Baaqiyatussa'adiyyah hanya memiliki 7 lokal. "Jadi ada yang belajarnya di mushalla," tambah KH Abd Muis.
Beliau berharap pemerintah bisa memberikan perhatian sumbangan dan bantuan kedepan pondok ini lebih maju dan lebih baik lagi dalam membina generasi muda islam yang memiliki ilmu agama dan berakhlakul karimah.
Untuk diketahui, Ponpes Al-Baaqiyatussa'adiyyah juga menyediakan ujian paket B yang setara Madrasah Tsanawiyah dab paket C yang setara Madrasah Aliyah. Jadi, setelah tamat di Ponpes Al-Baaqiyatussa'adiyyah, para santri juga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. 9HRC)
Kedatangan Djamilah bersama beberapa pejabat di Pemkab Inhil ini bertujuan memberikan bantuan dalam rangka sempena Peringatan HUT Korpri ke 45 tahun 2016 yang berkerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Inhil.
"Saya terkesima bahwa Ponpes Al-Baaqiyatussa'adiyyah memiliki 534 santri yang sebagian ada hapal 5 juz dalam Al Quran, bahkan sebagian ada yang hapak 30 juz," ungkap Djamilah yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Inhil.
Dikatakannya, melihat pondok pesantren Al-Baaqiyatussa'adiyyah saat ini perlu perhatian pemerintah. "Perlu ada perhatian terhadap sarana prasarana dan pembinaan santrinya sendiri," katanya.
Melalui Pondok Pesantren Al-Baaqiyatussa'adiyyah Djamilah berharap anak-anak santri bisa menjadi penerus bagi para ulama kedepannya.
"Apalagi para santri sudah ada yang hapal hingga 30 juz Al Quran. Hanya orang tertentu yang diberikan hidayah yang bisa menghafal al-qur'an dan anak diberikan berkah allah swt dibawah bimbingan dan pengasuh dan guru bersyukur kepada allah bisa menerima ilmu di pondok pesantren ini," tambahnya.
Sementara itu, KH ABD. Muis Kurnain Sebagai Pengasuh PP.Salafiyah Islamiyah
Al-Baaqiyatussa'adiyyah berterimakasih atas kunjungan Korpri dan Dinas Sosial.
Beliau menerangkan sekilas lintas bahwa pondok pesantren Al-Baaqiyatussa'adiyyah dibangun tahun 2000. "Jadi sampai hari ini 2016, Ponpes ini sudah masuk dewasa. Mula-mula pondok ini ada 11 orang santri pada tahun 2000 dan alhamdullilah tahun-ke tahun santri-santrinya bertambah sehingga sampai hari ini lebih 534," jelasnya.
Dengan jumlah santri saat ini, Beliau mengatakan kekurangan lokal. Saat ini Ponpes Al-Baaqiyatussa'adiyyah hanya memiliki 7 lokal. "Jadi ada yang belajarnya di mushalla," tambah KH Abd Muis.
Beliau berharap pemerintah bisa memberikan perhatian sumbangan dan bantuan kedepan pondok ini lebih maju dan lebih baik lagi dalam membina generasi muda islam yang memiliki ilmu agama dan berakhlakul karimah.
Untuk diketahui, Ponpes Al-Baaqiyatussa'adiyyah juga menyediakan ujian paket B yang setara Madrasah Tsanawiyah dab paket C yang setara Madrasah Aliyah. Jadi, setelah tamat di Ponpes Al-Baaqiyatussa'adiyyah, para santri juga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. 9HRC)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








