PILIHAN
Saling Lempar Tupoksi, Dewan Pertanyakan Keseriusan Pemkab Inhil
![]() |
| Fadli H. Sofyan (Foto: Goriau) |
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai Pemkab Inhil tidak serius dalam melaksanakan penyelamatan perkebunan kelapa masyarakat Inhil.
Berbagai alasan yang diutarakan Pemkab, mulai dari persoalan keterlambatan pelaksanaan, penggunaan BBM bersubsidi, kesalahan kode rekening hingga saling lempar Tupoksi oleh kepala SKPD menjadi pertanyaan terkait keseriusan Pemkab Inhil mengatasi persoalan perkebunan masyarakat.
Sebelumnya, Kepala SKPD mengakui bahwa trio tata air penyelamatan perkebunan bukan menjadi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Dinas Perkebunan, mestinya itu Tupoksi Dinas Bina Marga.
Namun, saat diserahkan ke Bina Marga, dinas ini malah mengatakan ini bukan Tupoksi Dinas Bina Marga.
''Petani kita sudah menjerit-jerit dan meminta tolong untuk menyelamatkan perkebunan mereka, tapi kita di sini masih mempermasalahkan Tupoksi,'' sebut Padli H Sofyan, Juru Bicara (jubir) FPKB saat menanggapi pidato pengantar Bupati saat Sidang Paripurna III di gedung DPRD Kabupaten Indragiri Hilir belum lama ini.
Padahal, dikatakan Sekretaris Umum DPC PKB Inhil ini, sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) RPJMD Inhil 2014-2018, sudah jelas bahwa pembangunan trio tata air adalah Tupoksinya Dinas Perkebunan.
Dan ini pun, dikatakannya sudah berjalan lebih dari 10 tahun, bahkan tidak ada satu catatan pun, atau temuan baik oleh BPK, inspektorat maupun hasil verifikasi APBD oleh provinsi, yang menyatakan bahwa pembangunan trio tata air salah tupoksinya.
''Sesungguhnya ini masalah keseriusan dan kemauan dari Pemkab untuk menyelamatkan perkebunan masyarakat. Jangan karena ingin melepas tanggungjawab lalu mencari-cari alasan,'' cetus Fadli.
Sebenarnya Fraksi PKB sendiri masih berkeyakinan bahwa sejauh ini Bupati Inhil, HM Wardan yang dikenal sebagai Bapak Kelapa masih serius memperhatikan penyelamatan perkebunan masyarakat.
Untuk itu, fraksi PKB meminta agar penyelamatan perkebunan masyarakat menjadi skala prioritas dan perlu penanganan serius bagi Pemkab Inhil. Sebab Tiga tahun sudah kegagalan penyelamatan perkebunan masyarakat terjadi, tahun ini pun, realisasinya masih jauh di bawah harapan.
"Apakah kegagalan ini juga akan berulang setiap tahunnya, lalu apa tanggungjawab kita. Semoga Allah SWT masih membuka hati kita semua, agar tetap peduli terhadap permasalahan perkebunan masyarakat,'' tukas Fadli H Sofyan. (grc/riauone)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








