• Ahad, 05 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Pekanbaru

Sejarah Masjid Nur Alam Pekanbaru dan Kisah Kesultanan Siak

Redaksi

Sabtu, 27 Mei 2017 16:02:54 WIB
Cetak
Sejarah Masjid Nur Alam Pekanbaru dan Kisah Kesultanan Siak
Masjid Nur Alam Pekanbaru (foto/int)

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Masjid Raya Pekanbaru yang berada di Jalan Senapelan, tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Tetapi, juga tempat memelihara kebudayaan dan melanggengkan hubungan sosial kemasyarakatan.

Masjid Raya Pekanbaru ini, pertama kali dibangun Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah pada abad ke-18, tepatnya tahun 1762 M. Masjid ini merupakan simbol keberlangsungan (Tali Terpilin Tiga) yang artinya; penguasa, ulama, dan ketua adat.

Menurut Datuk TM Abdul Kamil, salah seorang tertua di masjid tersebut, pembangunan Masjid Raya Pekanbaru diawali dengan perpindahan pusat pemerintahan Kesultanan Siak Sri Indrapura dari Mempura Besar ke Bukit Senapelan, sekarang disebut Kampung Bukit.

Dalam acara peresmian bangunan baru ala Melayu atau yang dikenal dengan upacara menaiki istana yang baru selesai dibangun, maka diberi nama Istana Bukit, Balai Kerapatan dinamakan Balai Payung Sakiki, dan masjidnya bernama Masjid Alam yang tertuju kepada nama kecil sultan, yaitu Sultan Alamuddin.

Masjid Raya Pekanbaru menyandang gelar sebagai masjid tertua di Kota Pekanbaru, namun hal ini bukan berarti kondisi bangunannya rapuh. Arsitektur tradisional Melayu menghiasi setiap sudut ruangan, warna kuning ke-emasan pada dinding-dindingnya yang tampak dominan, memberi kesan bagi masyarakat untuk senantiasa mendekatkan diri ke masjid yang kokoh itu.

Pada tahun 1766,  kata Datuk TM Abdul Kamil, Sultan Muhammad Ali naik tahta menggantikan ayahandanya yang wafat pada tahun itu. Pada tahun 1775, masjid pun dimulai perluas dan selesai pada tahun yang sama, tepatnya pada awal bulan Ramadan. Konon, dalam upacara menaiki masjid yang baru direnovasi itu, masyarakat meramaikannya dengan ritual Petang Megang. Yaitu, ritual mandi di sungai untuk menyucikan diri menyambut datangnya Bulan Ramadan.

Dalam renovasi dan perbaikan masjid ini, peran serta masyarakat tampak begitu tinggi, sebagaimana dituturkan tetua lainnya, Abdul Baqir. Katanya, masjid ini sekarang banyak hal yang diperbaiki, mulai dinding bangunan, tiang masjid, kubah. Untuk tiang saka guru yang terdiri atas empat buah tiang, disediakan oleh Datuk Empat Suku atau kepala-kepala adat. Sedangkan tiang tuanya disediakan oleh Sayid Osman Syahabudin. Sayid Osman adalah menantu Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah yang menjadi imam besar sejak awal berdirinya Masjid Alam.

Setelah renovasi pertama selesai, masjid yang bernama asli Masjid Alam tersebut menjadi lebih bagus dan besar. Usulan untuk mengganti nama masjid kemudian menggelinding hingga ke telinga Sultan. Maka, disepakatilah untuk memberikan nama tambahan menjadi Masjid Nur Alam.

Nama aslinya tetap dipakai. Hanya ada nama tambahan pada nama sebelumnya, yaitu (nur) yang berarti (cahaya). Nur Alam berarti cahaya bagi semesta. Pemberian nama baru itu bertujuan supaya keberadaan masjid dapat memberikan pencerahan spiritual bagi manusia melalui cahaya ilahiah.

Elemen lain berupa pintu gerbang dibangun di sebelah timur masjid pada tahun 1940, berbentuk lengkung setengah lingkaran tampaknya dipengaruhi arsitektur India dan Persia. Sementara itu, hiasan kaligrafi dan ornamen-ornamen pada dinding gerbang mengingatkan kita pada sejumlah masjid di jazirah Arabia.

Pada pertengahan tahun 1973, terdapat nama baru yang disematkan pada Masjid Nur Alam, yaitu Masjid Raya Pekanbaru. Hingga saat ini, nama yang terakhir itu lebih akrab di telinga masyarakat daripada nama-namanya terdahulu.

Ada hal-hal yang menarik dari Masjid Raya Pekanbaru. Di samping bangunan fisiknya yang mengagumkan, terdapat juga aspek historis, kepercayaan, dan kultural yang menyedot perhatian banyak masyarakat. Tak heran jika masjid ini menjadi tujuan wisata sejarah, religius, dan budaya.

Sementara itu, aspek mistisnya (kepercayaan masyarakat) terpancar dari keberadaan sumur di areal masjid. Kedalaman sumur itu kurang lebih enam meter. Airnya dipercaya masyarakat sekitar dapat mendatangkan berkah. Ada yang menggunakannya untuk melepaskan nazar dan ada pula yang membawanya pulang untuk bermacam keperluan.

Dengan segala potensi yang dimiliki itu, hubungan erat antara masjid dan masyarakat Kota Pekanbaru tidak akan pernah susut. Apalagi, masjid sudah menjadi simbol kebersamaan yang merekatkan hubungan sosial kemasyarakatan.

Sayangnya, kata Abdul Baqir, pemerintah daerah kurang peka terhadap potensi sejarah, budaya, dan pariwisata yang dimiliki Masjid Raya Pekanbaru. Sebenarnya, di Riau ini banyak dana, tetapi kurang tepat cara pengelolaannya. Kurang ada kepedulian terhadap warisan sejarah dan budaya. (sc)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Pemkab Sergai Gelar Isra Mi’raj di Serbajadi

Jumat, 11 Maret 2022 - 08:13:13 WIB

INHIKLKLIK.COM, SERGAI, -Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya dan Wak.

Raden Cici Sistiansyah: Sukseskan FSQ ke-XVIII Tahun 2021 Kabupaten Serdang Bedagai

Kamis, 23 September 2021 - 20:08:42 WIB

INHILKLIK.COM, SERGAI,| Dalam mensukseskan penyelenggaraan Festival Seni Qasidah.

Potret Kolam Mewah Kerajaan Majapahit, Ditemukan Usai Ratusan Tahun Tertimbun Lahar

Jumat, 26 Maret 2021 - 17:40:46 WIB

INHILKLIK.COM- Sejarah bangsa Indonesia memang sangat menyenangkan unt.

Bhabinkamtibmas Desa Igal Bripka Firdaus Khotbah Keliling Masjid

Ahad, 21 Maret 2021 - 13:36:21 WIB

INHILKLIK.COM, MANDAH - Bhabinkamtibmas Bripka Firdaus Agusril melaksanakan shalat Jumat keliling.

Kawasan Candi Borobudur akan Dipugar Jadi Cagar Budaya Kelas Dunia

Ahad, 14 Maret 2021 - 14:03:49 WIB

INHILKLIK.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan revitalisasi t.

Arkeolog Temukan Harta Karun dari Periode Awal Islam di Israel

Jumat, 12 Maret 2021 - 13:16:02 WIB

INHILKLIK.COM YERUSALEM - Arkeolog yang menggali kota Ramla di Israel te.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan yang selalu Cek Tanaman Jagung
02 Juli 2026
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
28 Juni 2026
PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
27 Juni 2026
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
26 Juni 2026
Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
25 Juni 2026
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
20 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
  • 2 PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
  • 3 Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
  • 4 Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
  • 5 Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
  • 6 Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
  • 7 Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network