PILIHAN
3 Eskavator Bantuan Pemda Inhil Tak Berikan Solusi
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Dengan menyerahkan secara langsung pengelolaan bantuan eskavator kepada masyarakat, maka sama saja menambah beban baru, karena masyarakat terutama para petani harus beriuran untuk membeli bahan bakar minyak dan biaya operasional lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ahmad Junaidi terkait dengan penyerahan bantuan 3 unit eskavator dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk 3 kecamatan, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Junaidi, jika pengelolaannya memang diserahkan langsung ke masyarakat, ini sama saja menunjukkan bahwa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait tidak mampu mengatasi permasalahan kerusakan kebun masyarakat.
"Seharusnya, itu dibiayai pemerintah. Jadi, kenapa malah dibebankan kepada petani," tutur Junaidi saat berbincang dengan awak media di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.
Lebih jauh dijelaskan Junaidi, apabila diserahkan kepada pihak kecamatan, maka siapa yang akan bertanggungjawab atas pemeliharaan barang tersebut, karena jika bukan ahlinya, tentu tidak akan mudah menjaga alat berat yang sangat mahal harganya.
"Selain biaya untuk bahan bakarnya, pikirkan juga, siapa yang akan memelihara alat itu," tambahnya.
Terkait dengan alasan pemerintah sebelumnya, yang menyatakan bahwa dengan menyerahkan eskavator ke kecamatan ini, dapat mempercepat penanggulangan kebun tanpa proses lelang yang begitu panjang, Junaidi menganggap hal itu bukan suatu pemikiran yang tepat.
"Sewakelola juga tak perlu pelelangan. Jadi kenapa harus diserahkan kepada kecamatan, apakah dengan alasan begitu dapat selesai permasalahannya," kata Junaidi.
Oleh karena itu, ditegaskan Politisi dari Partai Golkar Inhil ini, Komisi II akan menyetujuinya sepanjang tidak menyusahkan masyarakat. Tetapi, bagi petani yang kebunnya rusak namun tidak mampu ikut beriuran membeli bahan bakar, tentu eskavator ini hanya terpakai untuk mereka yang mampu saja.
"Saat memberikan bantuan eskavator ini, SKPD terkait juga tidak pernah membicarakannya dengan Komisi II. Jadi kesannya, kita seperti tak dianggap, padahal kita bermitra. Karena iti, kalau kita yang tidak mampu, jangan dibebankan kepada masyarakat," pungkasnya. (Rentakriau)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network







