• Senin, 20 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Dunia

Tak Ada Masjid dan Azan Berkumandang di 'Neraka' Rakhine

Redaksi

Rabu, 13 September 2017 21:26:27 WIB
Cetak
Tak Ada Masjid dan Azan Berkumandang di 'Neraka' Rakhine

INHILKLIK.COM, MYANMAR - Sepekan lamanya Suriadi berada di jantung kekerasan konflik etnis Rohingya di wilayah Sittwe Rakhine. Selama itu juga ia diperlihatkan kekejian, kesedihan dan ketakutan.

"Pembantaian itu benar-benar terjadi," ujar Suriadi kepada VIVA.co.id, Rabu, 13 September 2017.

Suriadi, relawan dari lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ini baru sepekan lalu tiba di Tanah Air.

Suaranya terlihat tak stabil. Kadang meletup, sesekali merendah. Namun matanya tak bisa menutupi, bahwa pria ini telah menjadi saksi mata langsung apa yang kini memicu kemarahan orang di dunia kepada Myanmar.

Di Rakhine, selain membantu mendistribusikan bantuan, Suriadi bersama rekannya di Sympathy of Solidarity (SOS) Rohingya ACT, menyempatkan diri ke wilayah Sittwe.

Daerah inilah yang menjadi titik paling panas. Pembantaian dan penyerangan militer kepada warga sipil terkonsentrasi di sini. "Di Sittwe lah terjadi strong operation. Di sini orang-orang muslim sangat menderita," ujar Suriadi.

Strong operation dimaksud Suriadi adalah operasi militer yang diterapkan oleh pemerintah Myanmar. Mereka diberi misi untuk menghabisi kelompok The Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).

Kelompok inilah yang sebelumnya disebu-sebut menyerang sejumlah pos polisi dan menewaskan sejumlah petugas. Namun demikian, kata Suriadi, operasi militer perburuan 'teroris' yang disebut pemerintah, faktanya lebih dari itu.

Pasukan militer yang melesak masuk ke Sittwe, malah membumihanguskan rumah-rumah milik warga sipil. Mereka juga membantai siapa pun yang dianggapnya melawan petugas.

"Ada yang cuma mempertahankan rumahnya lalu dibunuh dan disiksa. Operasi militer ini blunder. Warga sipil yang bertahan apa pantas disebut teroris juga?" kata Suriadi.

Atas itu, Suriadi berani memastikan berdasarkan kesaksian matanya bahwa memang telah terjadi genosida di Rakhine Myanmar.

"Ini genosida. Para tentara membantai, menyiksa, dan menembaki secara membabi buta kepada siapa pun. Jelas ini genosida," ujarnya bergetar.

Tak cuma dibantai tapi didiskriminasi

Pengungsi Rohingya di tempat penampungan sementara di Bangladesh, 9 September 2017.

FOTO: Para pengungsi Rohingya di penampungan sementara mereka di Bangladesh, Sabtu (9/9/2017)

Kesaksian Suriadi yang lain di 'neraka' Sittwe, adalah soal kamp pengungsian. Ia mencatat setidaknya di daerah itu terdapat 12 kamp pengungsi.

Kamp itu didirikan oleh pemerintah setempat dan lembaga internasional. Mereka menampung siapa pun yang mengungsi, dari etnis mana pun dan agama apa pun.

Namun demikian, kamp pengungsian itu terkesan aneh di mata Suriadi. Ia menemukan ada perbedaan mencolok antara kamp yang dihuni oleh etnis muslim Rohingya dan kelompok warga non-muslim.

"Di kamp itu ada pengungsi Budhis Hindu dan muslim Rohingya. Tapi perlakuannya berbeda," ujar Suriadi.

Untuk kamp pengungsi yang diisi oleh umat Buddha yang diperkirakan berjumlah 900 orang dan Hindu sebanyak 500 orang. Seluruhnya terlihat baik.

Para pengungsi juga terlihat santai dan menjalankan aktivitas harian mereka seperti biasa. "Mereka bisa bekerja, berjualan, dan lain-lain. Pengamanan juga tidak ketat," ujar Suriadi.

Karena itu, untuk meninjau kamp pengungsi milik umat Buddha atau Hindu, siapa pun orang bisa dengan mudahnya masuk dan mengamati.

Namun, kondisi berbeda justru dialami oleh para pengungsi dari etnis Rohingya. Kamp ini, bagi Suriadi, terlihat memprihatinkan.

Kesedihan dan kesemrawutan langsung terpancar dari mereka yang mengungsi. Bahkan, untuk para pengunjung yang hendak menjenguk ke kamp pengungsi khusus Rohingya, aksesnya begitu sulit.

"Pengamanannya berlapis-lapis dan sulit. Ada penjagaan ketat. Kita tidak akan bisa masuk leluasa," ujar Suriadi.

Dan yang lebih memprihatinkan lagi, di kamp pengungsi muslim itu, mereka dilarang untuk membuat rumah ibadah. "Tidak ada masjid dan tidak akan ada suara azan di sini," ujar Suriadi. (viva)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS

Ahad, 15 Desember 2024 - 11:41:09 WIB

INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.

Dunia

Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:32:41 WIB

INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.

Dunia

Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:56:36 WIB

INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

Dunia

Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent

Selasa, 26 November 2024 - 10:10:47 WIB

INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.

Dunia

Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya

Kamis, 07 November 2024 - 09:52:57 WIB

INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.

Dunia

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar

Rabu, 06 November 2024 - 11:43:35 WIB

INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
18 Maret 2026
Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
12 Maret 2026
Merajut Kepedulian Ramadan, PT Pulau Sambu di Kuala Enok & YBDA Santuni Anak Yatim
11 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
  • 2 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 3 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • 4 DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
  • 5 PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
  • 6 Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
  • 7 PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network