Siswa ini Rela Jual Ginjalnya Demi Bisa Melihat Kembali
INHILKLIK.COM, SULSEL - Maria Ulfa, siswi SMA Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan harus kehilangan penghilatan pada mata kirinya akibat tertusuk ranting pohon.
Seiring berjalan waktu, penglihatan pada mata kanannya pun mulai tidak berfungsi dengan baik.
“Waktu SMP mata kiri saya tertusuk kayu kecil, tidak lama pelan-pelan mata kanan saya juga tidak bisa melihat,” ungkap Maria Ulfa.
Jalan satu-satunya agar dia bisa melihat lagi adalah dengan melakukan operasi pada matanya. Maria pun berniat menjual ginjalnya demi mendapatkan biaya untuk operasi matanya.
Ia pun kemudian menulis surat terbuka yang berisi bahwa dirinya rela melepas ginjalnya demi uang untuk biaya operasi mata.
“Saya sudah membuat surat terbuka, siapa saja mau beli ginjal saya mau jual, asal bisa operasi mata” kata Maria.
Maria tidak terlahir dari keluarga mampu, ayahnya hanya kerja serabutan. Kadang menjadi tukang bersih-bersih di pasar, itu pun jika ada pedagang di pasar yang meminta dirinya untuk membersikan lapak dagangnya. Hasil yang didapat pun tidak seberapa.
Surat terbuka yang ditulis oleh Maria kabarnya telah sampai ke Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Pihaknya pun langsung merespon dengan cepat mengenai kabar tersebut.
Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri pun langsung menjemput Maria Ulfa di kediamannya dan kemudian membawa gadis tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah I Lagaligo, Kecamatan Wotu, Luwu Timur untuk memeriksakan matanya.
“Saya dengar dia (Maria Ulfa) mau jual ginjal untuk operasi mata, makanya kita langsung jemput untuk periksakan matanya” kata Irwan.
Hasil pemeriksaan dokter ahli mata menyatakan bahwa mata kanan Maria sama sekali sudah tidak berfungsi karena mengalami pergeseran kornea mata, sementara mata kirinya hanya bisa melihat dalam jarak dekat.
“Kita senter bola mata kanannya dia mengaku sudah sama sekali tidak bisa melihat, ada pergeseran kornea. Sementara, mata kirinya masih bisa melihat namun hanya jarak dua jengkal,” ungkap Dr Suhaedi.
Suhaedi mengatakan, penyakit yang diderita Maria tergolong langka. Gadis itu harus dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar untuk menjalani operasi mata.
“Ini tergolong penyakit langka. Ini harus ada tindakan medis yang tepat, sementara peralatan kita sangat standar. Oleh karena itu, pasien harus dirujuk ke Makassar.” Lanjut Suhaedi
Mengetahui anaknya akan segera menjalani operasi, ayah Maria, Damanhur merasa sangat bahagia. Ia berterima kasih atas perhatian pemerintah terhadap anaknya.
“Terima kasih atas bantuannya. Saya sangat bersyukur dan berharap puteri saya bisa melihat kembali dengan normal,” ucapnya. (Pojoksatu)
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Siak – Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung pipil yang ditanam dal.
Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
SABAK AUH-Personel Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan terhadap lahan tanaman jagung pipil yang.
Om Bhabin Milenial Rutin Pantau Tanaman Jagung, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan
Tembilahan – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan oleh Bhabin.
Menyebrangi sungai demi sampai ke lokasi ketahanan pangan Bhabinkamtibmas Polsek Tembilahan Laksanakan kontrol tanama jagung di Seberang Tembilahan Selatan
Tembilahan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan, BRIPTU KUKUH TRI KURNIA.
Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan Pantau Pertumbuhan Jagung Warga Dukung Ketahanan Pangan
Tembilahan – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabink.
Milad ke-18 UNISI: Menuju Universitas Islam Unggul 2035 dengan Kurikulum Modern dan Penguatan SDM
TEMBILAHAN – Menginjak usia 18 tahun pada Jumat (22/5/2026), Universitas Islam Indragiri (UNISI.
iKlik Network







