• Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Dunia

Penduduk AS Lebih Banyak Dibunuh Pria Kulit Putih Daripada Teroris Islam Radikal

Redaksi

Rabu, 04 Oktober 2017 10:34:36 WIB
Cetak
Penduduk AS Lebih Banyak Dibunuh Pria Kulit Putih Daripada Teroris Islam Radikal

INHILKLIK.COM - Saat menjabat menjadi presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberlakukan perintah eksekutif yang melarang penduduk dari tujuh negara mayoritas muslim masuk ke AS dengan alasan melindungi negaranya dari kelompok teroris Islam radikal.

"Kami tidak menginginkan mereka di sini," katanya saat menandatangani perintah eksekutif tersebut pada Januari lalu, seperti dilansir dari laman Vox, Selasa (3/10/2017).

Namun, upaya Trump menghalang-halangi penduduk dari negara mayoritas Muslim datang ke AS tidak lantas membuat negaranya bebas dari serangan teror. Faktanya, delapan bulan sejak Trump menjabat, penduduk AS banyak yang terbunuh dalam beberapa insiden serangan.

Dalam insiden penembakan yang baru saja terjadi di Las Vegas, sebanyak 58 orang tewas sementara 500 lainnya terluka. Pelakunya bukanlah teroris muslim atau orang asing, melainkan pria AS yang tak ada hubungannya sama sekali dengan Islam.

Pelaku teror yang menembak penonton konser musik country di Mandala Bay itu diidentifikasi sebagai Stephen Paddock, seorang mantan akuntan yang juga memiliki usaha di bidang properti bernilai jutaan dolar. Paddock dilaporkan melakukan aksinya sendiri dan polisi memastikan dirinya tidak ada kaitannya dengan kelompok teroris manapun.

Di AS sendiri sebenarnya ancaman yang lebih besar bukan datang dari penyerang dengan label agama tertentu seperti pada umumnya atau biasa disebut ekstremis Islam, namun justru pria kulit putih.

Berdasarkan data dari penelitian kelompok pemikir non-partai di Washington DC, New America, dari tahun 2001 hingga 2015, penduduk AS lebih banyak dibunuh oleh ekstremis Sayap Kanan daripada oleh teroris Islam. Bahkan, teroris Islam radikal itu biasanya warga negara AS sendiri.

Dalam lima belas tahun terakhir, pelaku serangan teroris di AS yang mengatasnamakan Islam tidak berasal dari negara-negara yang penduduknya dilarang masuk ke AS. Malah, negara asal para pelaku serangan teror itu adalah AS sendiri.

Sebagai contoh, insiden penembakan di San Bernardino yang menewaskan 14 orang dilakukan oleh warga AS keturunan Pakistan. Sementara penembakan di klub malam Orlando yang menewaskan 49 orang dilakukan oleh warga AS keturunan Afghanistan.

Selain itu, pengebom di Boston yang menewaskan tiga orang merupakan warga etnis Chechnya yang datang ke AS dari Kyrgyzstan dan dibesarkan di Cambridge, Massachusetts.

Kemungkinan rata-rata orang AS terbunuh dalam serangan teroris di mana seorang imigran terlibat di dalamnya adalah satu dari 3,6 juta. Kebanyakan warga negara tersebut meninggal karena gaya hidup mereka sendiri atau karena kepemilikan senjata di mana seorang balita saja bisa menyalahgunakannya.

Dari sekian banyak kasus terjadi, pada dasarnya pandangan ekstremis dan tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama, politik, atau sekedar rasa benci adalah sesuatu yang tidak hanya dilakukan oleh orang muslim, Arab, imigran atau kelompok tertentu saja. Ini merupakan sesuatu yang bisa dilakukan oleh siapa saja. (yan/merdeka)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS

Ahad, 15 Desember 2024 - 11:41:09 WIB

INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.

Dunia

Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:32:41 WIB

INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.

Dunia

Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:56:36 WIB

INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

Dunia

Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent

Selasa, 26 November 2024 - 10:10:47 WIB

INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.

Dunia

Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya

Kamis, 07 November 2024 - 09:52:57 WIB

INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.

Dunia

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar

Rabu, 06 November 2024 - 11:43:35 WIB

INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
PKB Inhil akan Gelar Pengukuhan Pengurus, Orientasi Politik dan Mukercab 2026–2031
15 Oktober 2026
Aliansi Masyarakat dan Telkom Bertemu, Siap Dukung Penertiban Infrastruktur di Inhil
14 Oktober 2026
Dukung Ekonomi Petani, PT GIN Salurkan 1.000 Bibit Kelapa di Simpang Kateman
13 Oktober 2026
PT GIN Hadir untuk Pendidikan, 270 Siswa Terima Bantuan Seragam dan Sepatu
13 Oktober 2026
Cegah Stunting, PT GIN Salurkan Makanan Tambahan untuk Dua Desa Binaan di Pelangiran
13 Oktober 2026
Semarak HUT TNI ke-81, BRI Branch Office Tembilahan Sampaikan Apresiasi
05 Oktober 2026
Lapas Tembilahan Gelar Razia Kamar Hunian, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan
28 September 2026
BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil
26 September 2026
Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor
19 September 2026
PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung
19 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Aliansi Masyarakat dan Telkom Bertemu, Siap Dukung Penertiban Infrastruktur di Inhil
  • 2 Dukung Ekonomi Petani, PT GIN Salurkan 1.000 Bibit Kelapa di Simpang Kateman
  • 3 PT GIN Hadir untuk Pendidikan, 270 Siswa Terima Bantuan Seragam dan Sepatu
  • 4 Semarak HUT TNI ke-81, BRI Branch Office Tembilahan Sampaikan Apresiasi
  • 5 Lapas Tembilahan Gelar Razia Kamar Hunian, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan
  • 6 BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil
  • 7 Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network