• Jumat, 24 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Nasional

Kepahlawanan dan Bela Negara

Redaksi

Ahad, 12 November 2017 20:52:33 WIB
Cetak
Kepahlawanan dan Bela Negara

DALAM memperingati Hari Pahlawan 10 November pada tahun ini, sudah saatnya kembali merenungkan ba­gai­mana peranan strategis mahasiswa se­ba­gai kelompok pemuda terdidik untuk mere­fleksikan nilai kepahlawanan (herois­me) saat ini. Soalnya Presiden Joko Wido­do telah mengingatkan bahwa ancaman terhadap Pancasila dan kedaulatan bangsa saat ini sudah berkembang multidimensi, tidak lagi hanya ancaman fisik, tetapi juga nonfisik, meliputi ancaman ideologis, politik, ekonomi, sampai sosial budaya (Rapat Kabinet Terbatas pada tanggal 26 Juli 2017).

Selanjutnya Presiden kembali menegas­kan perlunya penguatan nilai-nilai Pan­casila tersebut, pada saat menerima 20 rek­tor perguruan tinggi di Istana Merdeka pada 25 Agustus 2017. Presiden secara khu­sus meminta agar kampus menjadi ins­titusi (atau garda) terdepan dalam menjaga dan mendorong terus menerus upaya pe­nguatan Pancasila ini. Dalam rangka inilah, terakhir Presiden menerima "Deklarasi Kebang­saaan PT Se-Indonesia" dalam Pertemuan Pimpinan PT Se-Indonesia di Nusa Dua Bali pada tanggal 26 September 2107 yang lalu.

Kampus Bela Negara

Sebagaimana diketahui, sema­ngat bela negara ini sebenarnya telah diawali Pemerintahan Jokowi-JK sejak akhir tahun 2014 pada saat dicanangkannya Gerakan Nasional Bela Negara oleh Presiden Jokowi tanggal 16 Desember 2014 sebagai HUT Bela Negara. Selanjutnya melalui Kementerian Pertahanan, Menhan Jenderal TNI Purn. Ryamizard Ryacudu mengini­siasi program Pembinaan Kesadaran Bela Ne­­gara (PKBN) sejak tahun 2015 dengan me­rumuskan kebijakan "100 juta Kader Bela Negara". Lewat program ini Kemhan be­kerja sama dengan kemen­terian/lem­baga terkait, telah me­lak­sanakan pen­di­dikan/pelatihan bela negara ini di setiap ka­bupaten/kota di seluruh Indonesia.

Meskipun program kebijakan Menhan ini sempat mengundang kritikan dan peno­lakan di sebagian aktifis LSM dan akademisi, pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkannya. Ironis me­mang di tengah maraknya terjadi trend reradika­li­sasi, neolibera­lisasi, reinterpretasi ko­mu­nis­me, dekadensi moral dan rasa kebang­saan di sebagian generasi muda, muncul kepri­hatian yang mendalam akan penting­nya Kesa­daran Bela Negara ini. Bahkan Pre­siden Jokowi sempat menyam­paikan kritik menarik bahwa "situasi kebangsaan dalam bebe­rapa bulan terakhir diwarnai ber­bagai hal yang mencederai nilai-nilai Pan­casila dan kebhinekaan" (Pidato Pe­ngu­kuhan Pengurus DPP Partai Hanura pada 22 Februari).  

Menyadari adanya keprihatinan ke­bang­saan ini, maka relevansinya ke depan men­jadi penting karena pelaksanaannya perlu digelorakan terus, bukan saja oleh Kemhan melainkan oleh setiap komponen bangsa. Kalau pada akhir-akhir ini yang menjadi korban keprihatinan ini sudah menyasar kelompok terdidik (mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi), maka keprihatinan ini semakin mence­mas­kan pemerintah dan masya­rakat. Per­tanyaan strategisnya adalah bagaimana pihak perguruan tinggi dan peranan ma­hasiswa mengambil sikap "kepahla­wa­nan"nya untuk mengantisipasi dan me­ngatasi keprihatinan ini ke depan?

Ancaman Ideologis

Ironisnya setelah 18 tahun Orde Re­formasi sudah berjalan, fakta­nya pem­ba­haruan (reformasi) politik dan hukum bu­kannya menun­jukkan tendensi positif da­lam kehidupan bernegara dan ber­masyarakat. Malahan sebalik­nya mun­cul tendensi negatif yang menunjukan terja­dinya dekadensi moral (sosial buda­ya), ideologis, politik dan hukum di kala­ngan masyarakat luas (tataran infras­truk­tur), khususnya generasi muda. Hal ini bisa diamati dengan sema­kin masifnya pe­libatan generasi muda di berbagai kasus nar­koba, korupsi, terorisme, kriminalitas, dan tindak pidana kekerasan lainnya.

Sementara di tataran supra­struktur pemerintahan, terjadi praktek politik dan budaya demokrasi yang semakin mempri­hatinkan. Dalam bahasa Presiden Jokowi disebutkan bahwa "demo­krasi kita sudah kebablasan dan praktek demokrasi kita membuka peluang artikulasi politik yang ekstrim menyimpang dan berten­tangan dengan ideologi Pancasila.

Penyimpangan praktek itu terwujud antara lain dalam bentuk politisasi masalah suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)". Menurut hemat penulis, perlu di­ka­ji kembali ancaman-ancaman ideo­lo­gis apa saja yang dianggap mengemuka saat ini terhadap keberadaan Pancasila.

Bila kita memetakan secara ideologis ke­cenderungan pola pikir dan sikap ma­syarakat saat ini, maka ada beberapa an­ca­man yang semakin intensif terjadi. Per­tama, ancaman reradikalisasi nilai-nilai da­sar keagamaan di kalangan generasi mu­da khususnya maha­siswa (lihat ber­bagai hasil penelitian yang dilakukan LIPI, UI, Balitbang Diklat Kemenag).

Fenomena ini sebenarnya mulai terjadi sekitar dekade 90-an sebagai sikap yang anti kemapanan terhadap kegiatan keaga­ma­an mahasiswa yang sudah ada di intra kam­pus.

Aktifitas kemahasiswaan ini justru ironisnya terlihat marak di kampus PT-PT negeri dan banyak diminati serta semakin merebak sejak masa pemerintahan refor­masi. Fenomena ini jelas sangat dikuatir­kan dapat memengaruhi sikap dan perilaku ge­nerasi muda terutama anak-anak dan re­maja (tingkat pendidikan dasar, mene­ngah dan atas).

Kedua, ancaman neo-libera­lisme se­bagai anti tesa bagi dei­deologisasi Pan­casila di kalangan masyarakat. Pesatnya ke­majuan Ilpengtek (modernisasi), selain dapat berdampak positif, dikua­tirkan ber­implikasi negatif bagi kalangan generasi muda. Indikasi maraknya dekadensi moral (kasus korupsi, penyalah­gunaan narkoba, porno­grafi dan sebagainya) sebagai akibat (side efect) dari kemajuan teknologi informatika di kalangan pemimpin politik saat ini, ter­nyata secara psikologis dapat berakibat fatal bagi alam pikir dan sikap generasi muda.

Tantangan ideologisnya adalah penaf­sir­an sistemik terhadap praktek kepe­me­rintahan dan kema­syarakatan dikuatirkan sema­kin melenceng dari jiwa/roh Panca­sila. Bahkan yang paling menguatirkan ada­lah bilamana berbagai kebijakan pem­bangunan ekonomi, sosial dan politik pemerintah cenderung semakin berorien­tasi liberalistik, sehingga tidak lagi berpijak pada dasar negara Pancasila.

Sebagai calon pemimpin generasi muda bangsa di masa depan, kalangan mahasis­wa dikua­tirkan akan terjebak dalam pe­ngaruh ideologi neo-liberalisme terse­but.

Ketiga, meskipun hal ini dianggap "debatable" di kalangan peno­lak rezim Suharto, sadar tidak sadar kecenderungan kembalinya pengaruh faham (reideo­lo­gisasi) Komunisme bisa saja terjadi pada situasi kesenjangan dan ketidakadilan dalam masyarakat. Fenomena penye­ba­rannya bisa saja dalam bentuk pemahaman pe­ngaruh nilai-nilai Marxisme/Komunis­me dalam gaya dan bentuk baru, yang me­nyelinap pada alam pemikiran dan pe­rilaku generasi muda (khususnya maha­siswa) tanpa disadari.  

Keempat, menguatnya nilai-nilai pri­mordialisme (SARA) yang dipolitisasi oleh kalangan elite-elite politik dan masyarakat akan berbahaya dapat meme­nga­ruhi alam pikiran dan perilaku generasi muda. Apabila kecenderungan ini tidak da­pat dikendalikan (mengingat kondisi ma­syarakat yang sangat heterogen), maka se­cara akumulatif akan rentan bagi ter­ja­dinya disintegrasi bangsa dan kehancuran negara di masa yang akan datang.

Kelima, walaupun ancaman Fasisme/Totalitarianisme dan Otoritarianisme saat ini belum menimbulkan kondisi nyata pada kehidupan bernegara dan bermasyarakat, tetapi tantangannya bisa terjadi pada perilaku (praktek berideologi) di kalangan pemimpin politik/ormas negeri ini. Dialektika pemahaman ideologis me­nyang­kut hal ini tentunya secara akademis perlu dikaji kembali, agar generasi muda tidak terjebak pada sikap pragmatisme dan otoritarianisme kekuasaan.

Peranan Strategis Mahasiswa

Konsepsi Bela Negara yang dianut oleh In­donesia secara mendasar mengacu ke­pada konstitusi NKRI (UUD 1945). Dalam konstitusi ini disebutkan bahwa semangat dan upaya Bela Negara merupakan hal yang vital (hak dan kewajiban) bagi semua warga negara Indonesia (Pasal 27 ayat 3 UUD 1945). Konsepsi Bela Negara ini secara substansial mengandung 5 (lima) nilai dasar, yaitu Cinta Tanah Air, Sadar Berbangsa dan Bernegara, Yakin Pancasila sebagai Ideoologi Negara, Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara, dan Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara.

Dalam hal ini peranan kelompok maha­siswa sebagai pemuda terdidik jelas sa­ngatlah strategis untuk kembali mere­flek­si­kan dirinya sungguh-sungguh untuk me­lak­sanakan program Bela Negara ter­sebut. Khu­susnya dalam konteks "mem­bela Pan­casila sebagai ideologi negara" dan "rela berkorban untuk membela ke­pentingan ideologis Negara dan Bangsa ter­­sebut". Sungguh menjadi tantangan yang berat ke depan, karena para mahasis­wa kembali diingatkan dalam mempe­ri­ngati Hari Pahlawan kali ini. Di tengah se­makin masifnya terjadi indikasi reradi­ka­lisasi (te­ro­risme), liberalisasi, pragma­tis­me, po­litisasi SARA, dekadensi mora­litas dan rasa kebangsaan di sebagian gene­rasi muda beberapa tahun terakhir, maka para ma­hasiswa justru harus tampil ter­depan dalam menyikapi dan mengatasi­nya.

Untuk itu langkah strategis berikutnya adalah bagaimana menindaklanjuti pene­rapan revitalisasi program PKBN (khu­sus dalam pembelaan Pancasila sebagai ideologi negara) ini oleh pemerin­tah me­la­lui atensi dan inisiatif Kemenristek Dikti bersama Kemhan untuk menyem­purnakan program kurikulum PKBN ini secara serius, jujur dan dapat diimplementasikan dengan nyata. Program ini hendaknya ber­sifat edukatif (tidak doktriner dan mi­li­teristis), disusun sesuai dengan tingkat pen­didikan yang dilaksanakan pada setiap PT dan relevan dengan ancaman yang se­dang kita hadapi saat ini dan di masa yang akan datang.

Dan langkah strategis yang paling uta­ma selanjutnya berada pada pundak ma­hasiswa itu sendiri sebagai "Kader Intelek­tual Bela Negara" menerima materi kuriku­lum tersebut dan mengimplementasikan­nya. Tentunya kita semua sepakat bahwa pe­nguatan relevansi nilai dan makna Ke­pahlawanan terkini terletak pada tugas dan tanggaungjawab mahasiswa, dalam hal ini untuk meningkatkan penguatan keyakinan dan penerapan ideologi Pancasila tersebut. Penerapan ini jelas dapat dilaksanakan secara aplikatif, inovatif, kreatif dan produktif dalam medan pengabdiannya masing-masing setelah lulus dengan baik dari perguruan tinggi. Dirgahayu Para Pahlawanku ! ***  

Penulis adalah akademisi Universitas Pertahanan dan Alumnus Magister KSKN UI, tulisan ini bersifat pribadi.

sumber:analisadaily.com


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Ketum BPC HIPMI Inhil Ardiansyah Julor Dukung Akbar Himawan Buchari Jadi Menpora

Senin, 15 September 2025 - 16:02:02 WIB

TEMBILAHAN – Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupate.

Nasional

2025 Harga Rokok Naik, Pemerintah Batasi Konsumsi Produk Berdampak Negatif bagi Kesehatan

Sabtu, 14 Desember 2024 - 12:07:53 WIB

INHILKLIK - Pemerintah telah menetapkan harga jual eceran (HJE) rokok untuk 2025.Meski tar.

Nasional

Rupiah Melemah di Awal Perdagangan

Senin, 09 Desember 2024 - 12:35:24 WIB

INHILKLIK - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini Senin (9/12/2024) terhadap kurs dolar Am.

Nasional

Potensi Transaksi Judi Online Mencapai Rp 1.000 Triliun pada 2026

Senin, 18 November 2024 - 10:21:25 WIB

INHILKLIK - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, potensi transaksi judi online me.

Nasional

Indonesia Bakal Impor Beras 1 Juta Ton

Rabu, 30 Oktober 2024 - 11:28:48 WIB

INHILKLIK - Pemerintah membuka peluang impor beras 1 juta ton. Menteri Koordinator bidang Pangan .

Nasional

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp6.623 Triliun

Selasa, 15 Oktober 2024 - 12:39:33 WIB

INHILKLIK - Dalam rangka menjaga agar struktur Utang Luar Negeri (ULN) tetap sehat, Bank Indonesi.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
23 April 2026
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 ‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
  • 2 Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
  • 3 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 4 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
  • 5 Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
  • 6 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 7 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network