• Sabtu, 18 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Edukasi
  • Inhil

Kesaksian Guru Honorer di Inhil, Mengajar Lintas Generasi dari Gaji Rp 15 Ribu hingga Rp 700 Ribu Per Bulan

Redaksi

Sabtu, 25 November 2017 20:01:34 WIB
Cetak
Kesaksian Guru Honorer di Inhil, Mengajar Lintas Generasi dari Gaji Rp 15 Ribu hingga Rp 700 Ribu Per Bulan
Foto: Ibrahim Tarmiz.

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Pahlawan tanpa tanda jasa itu, adalah guru. Kalimat ini digagas pemerintah sebagai bentuk penghargaan kepada tenaga pendidik di Indonesia. Di zaman millenia, jangan heran kalau masih ada guru yang digaji Rp 400 ribu per bulan.

Jauh di pedalaman Kabupaten Inhil, Ibrahim Tarmizi masih abdikan dirinya sebagai seorang pendidik. Dari kesaksinya sebagai guru lintas generasi, membuktikan bahwa uang bukan segalanya. Untuk bergantung hidup dengan gaji dirasa sangat tidak mungkin. Namun darinya bisa dipelajari bahwa kekurangan materi itu bisa ditutupi dengan syukur.

Tahun 1982, dia honor di Polsek Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka, Inhil sebagai juru ketik untuk pemetaan wilayah kerja. Beberapa tahun bekerja, kemudian tergerak hatinya untuk menjadi seorang guru.

Tahun 1987 dia mulai memegang kapur tulis, memberi ceramah di hadapan murid, dan menghabiskan hari-hari dengan mendidik di sekolah Madrasah Ibtidaiyah, Desa Simpang Gauang dengan gaji Rp 15 ribu per bulan. Murid yang dia ajar, ketika itu pada usia kisaran 10 sampai 15 tahun.

"Kalau orang dulu itu sekolahnya di usia segitu," ujarnya

Selama mengabdi di sekolah itu sebagai tenaga pendidik, akhirnya Ibrahim dapat jodoh yang tidak lain adalah muridnya sendiri.

Perjalanan hidup sebagai guru masih berlanjut. Ketika itu berdirilah sebuah Pondok Pesantren Tanjung Makmur, di Kecamatan Gaung Anak Serka, tahun1989. Dia mengabdikan diri sebagai pendidik di sini dengan gaji Rp 25 ribu per bulan.

Pondok ini pernah eksis di zamannya, sebab itu satu-satunya pendidikan agama yang cukup terkemuka ketika itu. Ada banyak para orang tua menghantarkan anaknya untuk dididik.

Tahun 1997 dia putuskan untuk rehat dengan aktifitas itu. Namun 1998, dia diminta untuk menjadi Kepala Sekolah di MTs Manabiul Ulum di Simpang Gaung.

Baru di tahun 2000 penghasilannya naik menjadi Rp 200 ribu dari semula. Ini sekolah swasta. Penghasilan guru tentu saja dihitung dari jumlah banyaknya murid.

Selang berjalan 10 tahun sejak tahun 2000 sampai 2010, upah sebagai Kepala Sekolah dan pengajar dia terima Rp 700 ribu perbulannya.

Namun itu tidak berlangsung lama. Tahun 2016, jumlah siswa sedikit, gajinya turun dari Rp 700 ribu per bulannya menjadi Rp 500 ribu per bulannya. Baru di tahun 2017 penghasilannya naik ke posisi semula Rp 700 per bulannya.

27 tahun mengabdi sebagai guru tidak membuat dirinya kaya bergelimang harta. Ini sebuah konsekuensi. Siapapun orangnya, jika ingin hidup dengan penghasilan besar, sebaiknya jangan jadi Guru. Apalagi honorer.

"Saya punya 3 anak. Anak pertama sudah serjana, anak kedua saya sebentar lagi serjana. Satu lagi, anak ketiga yang masih duduk di bangku SMA di Teluk Pinang. Semuanya saya hidupi dengan penghasilan saya itu," kata pria kelahiran 1963 itu.

Bagi Ibrahim, yang paling membahagiakan dari semua itu, ketika dia berkunjung ke suatu tempat, selalu saja yang menyodorkan tangan untuk berjabat, kemudian berkata: Saya murid bapak. Sekarang saya sudah jadi polisi, atau anggota TNI, dan sebagainya.

Sepintas semua kenangan masa lalu ketika di kelas terulang dengan sendirinya. Terngiang bagaimana murid-muridnya itu duduk di kursi dengan melipat kedua tangan dan mendengarkan ceramah selama 2 jam mata pelajaran.

"Semua guru pasti merasakan itu. Apalagi jika muridnya berhasil. Kalau menghadapi murid yang nakal itu sudah biasa. Kalau ada guru yang tidak tahan dengan itu, sebaiknya mundur saja jadi tenaga pendidik," ujarnya, sambil tertawa.

Dari ribuan murid yang sudah dia ajar, Ibrahim hanya bisa sebutkan beberapa saja yang dia ingat. Murid-muridnya itu kini sudah berhasil, mungkin ada juga yang gagal. Ada namanya Muhammad Fikri, sekarang pengusaha kontraktor Tekomsel di Jakarta. Ada Supian Rida anggota Polri di Kepri, Asmadi anggota DPRD Inhil, ada juga yang jadi ASN dan guru, ada juga bekerja di perbankan.

"Mereka berhasil bukan sepenuhnya karena saja. Tapi saya bangga menjadi bagian dalam hidup mereka, pernah berinteraksi dengan mereka, dan mereka pernah mendengarkan ilmu yang saya sampaikan waktu di sekolah dulu," ujar Ibrahim.

Banyak orang bilang guru itu seperti lilin. Dia setuju dengan perumpamaan ini. Murid yang pertama sekali sekolah itu, ibarat masuk rumah tanpa listrik di malam hari. Gelap gulita, kemudia dia mencari lilin untuk mencari pintu keluar. Semakin lama dia terkurung, lilin semakin habis. Tapi setelah menemukan pintu keluar, lilinnya dimatikan. Nanti di saat kembali berada dalam kegelapan, dia akan kembali mencari lilin, walau itu adalah lilin yang lain.

Memasuki usia lebih setengah abad, tentunya kini Ibrahim sudah tidak muda lagi. Meski demikian, selalu ada anak muda mengetuk pintu rumahnya hanya untuk belajar ilmu agama.

"Bagi saya, ada 3 profesi mulia di dunia ini. Pertama Guru, yang membuat orang bodoh menjadi pintar. Kedua, Polisi, yang membuat orang jahat menjadi baik. Ketiga, dokter, yang bikin orang sakit menjadi sembuh," sambungnya. "Terakhir, Selamat Hari Guru..." tutupnya sambil tersenyum. (mel


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Edukasi

Malam Puncak Sosialpreneur Award Jilid 6: Mahasiswa UNISI Sukses Hidupkan Kembali UMKM Lokal

Senin, 15 Desember 2025 - 17:52:03 WIB

TEMBILAHAN - Malam puncak ajang bergengsi Sosialpreneur Award Jilid 6 Tahun 2025.

Edukasi

Pemuda Inhil Raih Juara di Ajang Internasional PAN-SEA AI Developer Challenge 2025

Sabtu, 29 November 2025 - 12:55:49 WIB

Prestasi membanggakan kembali hadir dari Indragiri Hilir. Fengkie Junis, pemuda asal Inhil, berha.

Edukasi

Wisuda STIKes Husada Gemilang Tahun Akademik 2024/2025: 58 Lulusan Tenaga Kesehatan Siap Mengabdi

Kamis, 27 November 2025 - 13:52:24 WIB

Tembilahan, 27 November 2025 — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Husada G.

Edukasi

GMNI Inhil Gelar Diskusi, Bahas Mengapa Inhil Tidak Masuk PSN Sentra Hilirisai Kelapa Nasional

Ahad, 23 November 2025 - 16:29:44 WIB

‎Indragiri Hilir — DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Indragiri Hilir menggelar .

Edukasi

PT Guntung Idamannusa Serahkan 270 Paket Seragam Sekolah untuk Siswa di Desa Binaan

Selasa, 02 September 2025 - 14:39:39 WIB

PT Guntung Idamannusa (PT GIN) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan.

Edukasi

KKN Tematik Unisi Dorong Ekonomi Masyarakat Tembilahan Hulu Lewat Dunia Digital

Rabu, 27 Agustus 2025 - 22:12:51 WIB

INHIL – Sebanyak 13 mahasiswa Universitas Islam Indragiri (Unisi) yang tergabu.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
18 Maret 2026
Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
12 Maret 2026
Merajut Kepedulian Ramadan, PT Pulau Sambu di Kuala Enok & YBDA Santuni Anak Yatim
11 Maret 2026
Safari Ramadhan PT Guntung Idamannusa Berbuka Puasa Bersama Anak Yatim dan Berbagi 180 Paket Sembako
09 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 2 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • 3 DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
  • 4 PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
  • 5 Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
  • 6 PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
  • 7 Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network