• Rabu, 01 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Lingkungan

Saat ini Tersisa 400 Ekor Harimau Sumatera

Redaksi

Ahad, 22 April 2018 22:58:22 WIB
Cetak
Saat ini Tersisa 400 Ekor Harimau Sumatera

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Harimau Sumatera yang diberi nama Bonita sudah ditangkap tim Balai Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau serta TNI. Harimau Bonita diketahui sudah memangsa 2 manusia hingga tewas meski dagingnya tidak dimakan.

Padahal, lokasi penangkapan Bonita Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Riau itu merupakan habitat hewan bertaring tersebut, yang berdekatan dengan perusahaan sawit Tabung Haji Indo Plantation (THIP). Kini Bonita dibawa ke lokasi observasi harimau di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir Wiratno, menyebutkan populasi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat ini tersisa sekitar 400 ekor.

"Populasi harimau di Sumatera hanya sekitar 400 ekor. Itu menyebar di Taman Nasional Ulu Masen dan membentang hingga ke Swaka Margasatwa Kerumutan, Rimbang Baling, Bukit Tiga Puluh terus ke Lampung," katanya, Sabtu (21/4).

Menurutnya, harimau sumatera yang merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini terus terancam keberadaannya akibat perubahan fungsi hutan di Sumatera. Hutan di Sumatera khususnya Riau banyak beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Harimau itu top predator, harus ada siklus makanannya. Indikasi pakan menentukan populasi harimau. Kita sekarang ada perubahan (fungsi hutan) besar-besaran di Sumatera," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mulyo Hutomo mengatakan populasi harimau sumatera khusus di Provinsi Riau diperkirakan sebanyak 190 ekor. Jumlah itu merupakan sepertiga dari total populasi di Pulau Sumatera.

"Ya, kalau di Riau, harimau Sumatera diperkirakan sekitar 190 ekor," kata Hutomo.

Dia mengatakan, populasi satwa predator itu tersebar di sejumlah kantong-kantong harimau di Riau. Itu ermasuk salah satunya di SM Kerumutan, atau habitat Bonita, yang selama ini diincar karena telah memangsa manusia.

Bonita muncul ke pemukiman penduduk sejak Desember 2017, dan mulai memangsa seorang warga bernama Jumiati pada awal Januari 2018 lalu. Setelah itu, BBKSDA langsung mencari Bonita. Namun dalam pencarian, Bonita kembali menerkam warga bernama Yusri hingga tewas.

Baik Yusri maupun Jumiati diterkam dan digigit bagian tengkuk hingga tewas, namun daging manusia tersebut tidak dimakan harimau betina berusia 4 tahun itu.

Yusri dan Jumiati diterkam Bonita di sekitaran Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Bukan hanya harimau, daerah tersebut juga sering bermunculan satwa liar lainnya seperti beruang madu. Namun, petugas banyak mendemukan perangkap dan jebakan hewan yang dipasang sekelompok orang.

Bonita berhasil ditembak bius sebanyak 2 kali lalu dimasukkan ke dalam kandang oleh tim terpadu pada Jumat pagi (20/4) sekitar pukul 06.00 Wib.

 

Sumber: Merdeka.com

- Harimau Sumatera yang diberi nama Bonita sudah ditangkap tim Balai Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau serta TNI. Harimau Bonita diketahui sudah memangsa 2 manusia hingga tewas meski dagingnya tidak dimakan.

Padahal, lokasi penangkapan Bonita Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Riau itu merupakan habitat hewan bertaring tersebut, yang berdekatan dengan perusahaan sawit Tabung Haji Indo Plantation (THIP). Kini Bonita dibawa ke lokasi observasi harimau di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir Wiratno, menyebutkan populasi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat ini tersisa sekitar 400 ekor.

"Populasi harimau di Sumatera hanya sekitar 400 ekor. Itu menyebar di Taman Nasional Ulu Masen dan membentang hingga ke Swaka Margasatwa Kerumutan, Rimbang Baling, Bukit Tiga Puluh terus ke Lampung," katanya, Sabtu (21/4).

Menurutnya, harimau sumatera yang merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini terus terancam keberadaannya akibat perubahan fungsi hutan di Sumatera. Hutan di Sumatera khususnya Riau banyak beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Harimau itu top predator, harus ada siklus makanannya. Indikasi pakan menentukan populasi harimau. Kita sekarang ada perubahan (fungsi hutan) besar-besaran di Sumatera," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mulyo Hutomo mengatakan populasi harimau sumatera khusus di Provinsi Riau diperkirakan sebanyak 190 ekor. Jumlah itu merupakan sepertiga dari total populasi di Pulau Sumatera.

"Ya, kalau di Riau, harimau Sumatera diperkirakan sekitar 190 ekor," kata Hutomo.

Dia mengatakan, populasi satwa predator itu tersebar di sejumlah kantong-kantong harimau di Riau. Itu ermasuk salah satunya di SM Kerumutan, atau habitat Bonita, yang selama ini diincar karena telah memangsa manusia.

Bonita muncul ke pemukiman penduduk sejak Desember 2017, dan mulai memangsa seorang warga bernama Jumiati pada awal Januari 2018 lalu. Setelah itu, BBKSDA langsung mencari Bonita. Namun dalam pencarian, Bonita kembali menerkam warga bernama Yusri hingga tewas.

Baik Yusri maupun Jumiati diterkam dan digigit bagian tengkuk hingga tewas, namun daging manusia tersebut tidak dimakan harimau betina berusia 4 tahun itu.

Yusri dan Jumiati diterkam Bonita di sekitaran Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Bukan hanya harimau, daerah tersebut juga sering bermunculan satwa liar lainnya seperti beruang madu. Namun, petugas banyak mendemukan perangkap dan jebakan hewan yang dipasang sekelompok orang.

Bonita berhasil ditembak bius sebanyak 2 kali lalu dimasukkan ke dalam kandang oleh tim terpadu pada Jumat pagi (20/4) sekitar pukul 06.00 Wib.

 

Sumber: Merdeka.com


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Lingkungan

PT Bumi Palma Lestari Persada Gelar Apel Siaga Karhutla, Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Musim Kemarau

Selasa, 02 Juni 2026 - 11:29:56 WIB

ENOK – PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP), anak perusahaan Sinarmas Agribusi.

Lingkungan

DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 18 April 2026 - 15:46:45 WIB

TEMBILAHAN - Menanggapi berbagai pandangan yang berkembang di tengah masyarakat terkait pengelola.

Lingkungan

PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa

Selasa, 14 April 2026 - 16:37:29 WIB

Indragiri Hilir – PT Guntung Idamannusa (PT GIN) menggelar kegiatan sosialisasi dan simulasi pe.

Lingkungan

DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:09:41 WIB

Tembilahan — Menanggapi keluhan masyarakat terkait persoalan sampah yang kian tidak terkendali .

Lingkungan

PT SRL Gelar Rapat Penilaian Desa Bebas Api, Dua Desa Raih Reward Rp100 Juta

Ahad, 23 November 2025 - 10:24:13 WIB

TEMBILAHAN - PT Sumatera Riang Lestari  (SRL) Blok VI, bersama komite Desa Bebas Api yang te.

Lingkungan

PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Karlahutbun

Kamis, 24 Juli 2025 - 18:25:59 WIB

Pelangiran — PT Guntung Idamannusa (GIN), anak perusahaan Musim Mas Group, bekerja sama dengan .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
28 Juni 2026
PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
27 Juni 2026
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
26 Juni 2026
Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
25 Juni 2026
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
20 Juni 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
18 Juni 2026
Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
17 Juni 2026
Aplikasi i-potret jadi Kendala Awal Anak-anak Inhil Masuk Sekolah
16 Juni 2026
RDP DPRD Hasilkan Rekomendasi Pembentukan BUMD Telekomunikasi di Inhil
16 Juni 2026
Om Bhabin Milenial Rutin Pantau Tanaman Jagung, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan
11 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
  • 2 PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
  • 3 Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
  • 4 Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
  • 5 Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
  • 6 Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
  • 7 Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network