• Sabtu, 16 Mei 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Lingkungan

Saat ini Tersisa 400 Ekor Harimau Sumatera

Redaksi

Ahad, 22 April 2018 22:58:22 WIB
Cetak
Saat ini Tersisa 400 Ekor Harimau Sumatera

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Harimau Sumatera yang diberi nama Bonita sudah ditangkap tim Balai Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau serta TNI. Harimau Bonita diketahui sudah memangsa 2 manusia hingga tewas meski dagingnya tidak dimakan.

Padahal, lokasi penangkapan Bonita Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Riau itu merupakan habitat hewan bertaring tersebut, yang berdekatan dengan perusahaan sawit Tabung Haji Indo Plantation (THIP). Kini Bonita dibawa ke lokasi observasi harimau di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir Wiratno, menyebutkan populasi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat ini tersisa sekitar 400 ekor.

"Populasi harimau di Sumatera hanya sekitar 400 ekor. Itu menyebar di Taman Nasional Ulu Masen dan membentang hingga ke Swaka Margasatwa Kerumutan, Rimbang Baling, Bukit Tiga Puluh terus ke Lampung," katanya, Sabtu (21/4).

Menurutnya, harimau sumatera yang merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini terus terancam keberadaannya akibat perubahan fungsi hutan di Sumatera. Hutan di Sumatera khususnya Riau banyak beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Harimau itu top predator, harus ada siklus makanannya. Indikasi pakan menentukan populasi harimau. Kita sekarang ada perubahan (fungsi hutan) besar-besaran di Sumatera," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mulyo Hutomo mengatakan populasi harimau sumatera khusus di Provinsi Riau diperkirakan sebanyak 190 ekor. Jumlah itu merupakan sepertiga dari total populasi di Pulau Sumatera.

"Ya, kalau di Riau, harimau Sumatera diperkirakan sekitar 190 ekor," kata Hutomo.

Dia mengatakan, populasi satwa predator itu tersebar di sejumlah kantong-kantong harimau di Riau. Itu ermasuk salah satunya di SM Kerumutan, atau habitat Bonita, yang selama ini diincar karena telah memangsa manusia.

Bonita muncul ke pemukiman penduduk sejak Desember 2017, dan mulai memangsa seorang warga bernama Jumiati pada awal Januari 2018 lalu. Setelah itu, BBKSDA langsung mencari Bonita. Namun dalam pencarian, Bonita kembali menerkam warga bernama Yusri hingga tewas.

Baik Yusri maupun Jumiati diterkam dan digigit bagian tengkuk hingga tewas, namun daging manusia tersebut tidak dimakan harimau betina berusia 4 tahun itu.

Yusri dan Jumiati diterkam Bonita di sekitaran Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Bukan hanya harimau, daerah tersebut juga sering bermunculan satwa liar lainnya seperti beruang madu. Namun, petugas banyak mendemukan perangkap dan jebakan hewan yang dipasang sekelompok orang.

Bonita berhasil ditembak bius sebanyak 2 kali lalu dimasukkan ke dalam kandang oleh tim terpadu pada Jumat pagi (20/4) sekitar pukul 06.00 Wib.

 

Sumber: Merdeka.com

- Harimau Sumatera yang diberi nama Bonita sudah ditangkap tim Balai Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau serta TNI. Harimau Bonita diketahui sudah memangsa 2 manusia hingga tewas meski dagingnya tidak dimakan.

Padahal, lokasi penangkapan Bonita Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Riau itu merupakan habitat hewan bertaring tersebut, yang berdekatan dengan perusahaan sawit Tabung Haji Indo Plantation (THIP). Kini Bonita dibawa ke lokasi observasi harimau di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir Wiratno, menyebutkan populasi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat ini tersisa sekitar 400 ekor.

"Populasi harimau di Sumatera hanya sekitar 400 ekor. Itu menyebar di Taman Nasional Ulu Masen dan membentang hingga ke Swaka Margasatwa Kerumutan, Rimbang Baling, Bukit Tiga Puluh terus ke Lampung," katanya, Sabtu (21/4).

Menurutnya, harimau sumatera yang merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini terus terancam keberadaannya akibat perubahan fungsi hutan di Sumatera. Hutan di Sumatera khususnya Riau banyak beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Harimau itu top predator, harus ada siklus makanannya. Indikasi pakan menentukan populasi harimau. Kita sekarang ada perubahan (fungsi hutan) besar-besaran di Sumatera," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mulyo Hutomo mengatakan populasi harimau sumatera khusus di Provinsi Riau diperkirakan sebanyak 190 ekor. Jumlah itu merupakan sepertiga dari total populasi di Pulau Sumatera.

"Ya, kalau di Riau, harimau Sumatera diperkirakan sekitar 190 ekor," kata Hutomo.

Dia mengatakan, populasi satwa predator itu tersebar di sejumlah kantong-kantong harimau di Riau. Itu ermasuk salah satunya di SM Kerumutan, atau habitat Bonita, yang selama ini diincar karena telah memangsa manusia.

Bonita muncul ke pemukiman penduduk sejak Desember 2017, dan mulai memangsa seorang warga bernama Jumiati pada awal Januari 2018 lalu. Setelah itu, BBKSDA langsung mencari Bonita. Namun dalam pencarian, Bonita kembali menerkam warga bernama Yusri hingga tewas.

Baik Yusri maupun Jumiati diterkam dan digigit bagian tengkuk hingga tewas, namun daging manusia tersebut tidak dimakan harimau betina berusia 4 tahun itu.

Yusri dan Jumiati diterkam Bonita di sekitaran Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Bukan hanya harimau, daerah tersebut juga sering bermunculan satwa liar lainnya seperti beruang madu. Namun, petugas banyak mendemukan perangkap dan jebakan hewan yang dipasang sekelompok orang.

Bonita berhasil ditembak bius sebanyak 2 kali lalu dimasukkan ke dalam kandang oleh tim terpadu pada Jumat pagi (20/4) sekitar pukul 06.00 Wib.

 

Sumber: Merdeka.com


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Lingkungan

DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 18 April 2026 - 15:46:45 WIB

TEMBILAHAN - Menanggapi berbagai pandangan yang berkembang di tengah masyarakat terkait pengelola.

Lingkungan

PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa

Selasa, 14 April 2026 - 16:37:29 WIB

Indragiri Hilir – PT Guntung Idamannusa (PT GIN) menggelar kegiatan sosialisasi dan simulasi pe.

Lingkungan

DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:09:41 WIB

Tembilahan — Menanggapi keluhan masyarakat terkait persoalan sampah yang kian tidak terkendali .

Lingkungan

PT SRL Gelar Rapat Penilaian Desa Bebas Api, Dua Desa Raih Reward Rp100 Juta

Ahad, 23 November 2025 - 10:24:13 WIB

TEMBILAHAN - PT Sumatera Riang Lestari  (SRL) Blok VI, bersama komite Desa Bebas Api yang te.

Lingkungan

PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Karlahutbun

Kamis, 24 Juli 2025 - 18:25:59 WIB

Pelangiran — PT Guntung Idamannusa (GIN), anak perusahaan Musim Mas Group, bekerja sama dengan .

Lingkungan

PT Bumipalma Lestaripersada Gelar Apel Siaga Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla

Kamis, 15 Agustus 2024 - 18:24:05 WIB

TEMBILAHAN - Fenomena el nino yang terjadi di bulan ini  menyebabkan kekeringan di berbagai .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Panen Raya Kelapa Perlu Dikelola Bijak, Dinas Pertanian Inhil Ajak Petani Pahami Dinamika Harga
15 Mei 2026
PT GIN Salurkan 18 Ekor Sapi Qurban untuk Desa Binaan dan Karyawan
14 Mei 2026
Penghitungan Suara Calon Anggota BPD Sungai Intan 2026-2034 Berlangsung Terbuka
13 Mei 2026
‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
23 April 2026
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 ‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
  • 2 Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
  • 3 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 4 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
  • 5 Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
  • 6 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 7 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network