• Kamis, 08 Oktober 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Lingkungan

Saat ini Tersisa 400 Ekor Harimau Sumatera

Redaksi

Ahad, 22 April 2018 22:58:22 WIB
Cetak
Saat ini Tersisa 400 Ekor Harimau Sumatera

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Harimau Sumatera yang diberi nama Bonita sudah ditangkap tim Balai Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau serta TNI. Harimau Bonita diketahui sudah memangsa 2 manusia hingga tewas meski dagingnya tidak dimakan.

Padahal, lokasi penangkapan Bonita Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Riau itu merupakan habitat hewan bertaring tersebut, yang berdekatan dengan perusahaan sawit Tabung Haji Indo Plantation (THIP). Kini Bonita dibawa ke lokasi observasi harimau di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir Wiratno, menyebutkan populasi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat ini tersisa sekitar 400 ekor.

"Populasi harimau di Sumatera hanya sekitar 400 ekor. Itu menyebar di Taman Nasional Ulu Masen dan membentang hingga ke Swaka Margasatwa Kerumutan, Rimbang Baling, Bukit Tiga Puluh terus ke Lampung," katanya, Sabtu (21/4).

Menurutnya, harimau sumatera yang merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini terus terancam keberadaannya akibat perubahan fungsi hutan di Sumatera. Hutan di Sumatera khususnya Riau banyak beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Harimau itu top predator, harus ada siklus makanannya. Indikasi pakan menentukan populasi harimau. Kita sekarang ada perubahan (fungsi hutan) besar-besaran di Sumatera," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mulyo Hutomo mengatakan populasi harimau sumatera khusus di Provinsi Riau diperkirakan sebanyak 190 ekor. Jumlah itu merupakan sepertiga dari total populasi di Pulau Sumatera.

"Ya, kalau di Riau, harimau Sumatera diperkirakan sekitar 190 ekor," kata Hutomo.

Dia mengatakan, populasi satwa predator itu tersebar di sejumlah kantong-kantong harimau di Riau. Itu ermasuk salah satunya di SM Kerumutan, atau habitat Bonita, yang selama ini diincar karena telah memangsa manusia.

Bonita muncul ke pemukiman penduduk sejak Desember 2017, dan mulai memangsa seorang warga bernama Jumiati pada awal Januari 2018 lalu. Setelah itu, BBKSDA langsung mencari Bonita. Namun dalam pencarian, Bonita kembali menerkam warga bernama Yusri hingga tewas.

Baik Yusri maupun Jumiati diterkam dan digigit bagian tengkuk hingga tewas, namun daging manusia tersebut tidak dimakan harimau betina berusia 4 tahun itu.

Yusri dan Jumiati diterkam Bonita di sekitaran Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Bukan hanya harimau, daerah tersebut juga sering bermunculan satwa liar lainnya seperti beruang madu. Namun, petugas banyak mendemukan perangkap dan jebakan hewan yang dipasang sekelompok orang.

Bonita berhasil ditembak bius sebanyak 2 kali lalu dimasukkan ke dalam kandang oleh tim terpadu pada Jumat pagi (20/4) sekitar pukul 06.00 Wib.

 

Sumber: Merdeka.com

- Harimau Sumatera yang diberi nama Bonita sudah ditangkap tim Balai Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau serta TNI. Harimau Bonita diketahui sudah memangsa 2 manusia hingga tewas meski dagingnya tidak dimakan.

Padahal, lokasi penangkapan Bonita Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Riau itu merupakan habitat hewan bertaring tersebut, yang berdekatan dengan perusahaan sawit Tabung Haji Indo Plantation (THIP). Kini Bonita dibawa ke lokasi observasi harimau di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir Wiratno, menyebutkan populasi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat ini tersisa sekitar 400 ekor.

"Populasi harimau di Sumatera hanya sekitar 400 ekor. Itu menyebar di Taman Nasional Ulu Masen dan membentang hingga ke Swaka Margasatwa Kerumutan, Rimbang Baling, Bukit Tiga Puluh terus ke Lampung," katanya, Sabtu (21/4).

Menurutnya, harimau sumatera yang merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini terus terancam keberadaannya akibat perubahan fungsi hutan di Sumatera. Hutan di Sumatera khususnya Riau banyak beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Harimau itu top predator, harus ada siklus makanannya. Indikasi pakan menentukan populasi harimau. Kita sekarang ada perubahan (fungsi hutan) besar-besaran di Sumatera," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mulyo Hutomo mengatakan populasi harimau sumatera khusus di Provinsi Riau diperkirakan sebanyak 190 ekor. Jumlah itu merupakan sepertiga dari total populasi di Pulau Sumatera.

"Ya, kalau di Riau, harimau Sumatera diperkirakan sekitar 190 ekor," kata Hutomo.

Dia mengatakan, populasi satwa predator itu tersebar di sejumlah kantong-kantong harimau di Riau. Itu ermasuk salah satunya di SM Kerumutan, atau habitat Bonita, yang selama ini diincar karena telah memangsa manusia.

Bonita muncul ke pemukiman penduduk sejak Desember 2017, dan mulai memangsa seorang warga bernama Jumiati pada awal Januari 2018 lalu. Setelah itu, BBKSDA langsung mencari Bonita. Namun dalam pencarian, Bonita kembali menerkam warga bernama Yusri hingga tewas.

Baik Yusri maupun Jumiati diterkam dan digigit bagian tengkuk hingga tewas, namun daging manusia tersebut tidak dimakan harimau betina berusia 4 tahun itu.

Yusri dan Jumiati diterkam Bonita di sekitaran Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Bukan hanya harimau, daerah tersebut juga sering bermunculan satwa liar lainnya seperti beruang madu. Namun, petugas banyak mendemukan perangkap dan jebakan hewan yang dipasang sekelompok orang.

Bonita berhasil ditembak bius sebanyak 2 kali lalu dimasukkan ke dalam kandang oleh tim terpadu pada Jumat pagi (20/4) sekitar pukul 06.00 Wib.

 

Sumber: Merdeka.com


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Lingkungan

Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor

Sabtu, 19 September 2026 - 18:26:18 WIB

PELANGIRAN — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan .

Lingkungan

PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung

Sabtu, 19 September 2026 - 18:04:52 WIB

TEMBILAHAN - PT Guntung Idamannusa (GIN) mengerahkan personel dan sejumlah peralatan pemadam keba.

Lingkungan

PT GIN Serahkan Sarana Damkar dan 280 Kotak Masker untuk Cegah ISPA di Tiga Kecamatan

Selasa, 15 September 2026 - 22:27:59 WIB

INDRAGIRI HILIR — PT Guntung Idamannusa (GIN) kembali menunjukkan kepedulianny.

Lingkungan

Bantu Tangani Karhutla di Lahan Masyarakat Belantaraya, PT GIN Kerahkan Tim dan Peralatan Pemadam

Rabu, 02 September 2026 - 23:10:16 WIB

TEMBILAHAN - PT Guntung Idamannusa (PT GIN) mengerahkan tim pemadam kebakaran dan sejumlah perala.

Lingkungan

PT GIN Bergerak Bersama Masyarakat Cegah Karhutla di Desa Binaan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:21:33 WIB

Pelangiran – PT Guntung Idamannusa (GIN) terus menunjukkan komitmennya dalam u.

Lingkungan

Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Guntung Idamannusa Tanam 5.000 Bibit Mangrove

Ahad, 26 Juli 2026 - 14:10:33 WIB

MANDAH – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT Guntung Idamannusa (PT GIN) bersam.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Semarak HUT TNI ke-81, BRI Branch Office Tembilahan Sampaikan Apresiasi
05 Oktober 2026
Lapas Tembilahan Gelar Razia Kamar Hunian, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan
28 September 2026
BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil
26 September 2026
Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor
19 September 2026
PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung
19 September 2026
PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi
17 September 2026
PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil
17 September 2026
PT GIN Serahkan Sarana Damkar dan 280 Kotak Masker untuk Cegah ISPA di Tiga Kecamatan
15 September 2026
Serapan Pasar Melemah, DPRD Riau Melihat Langsung Produk Kelapa Menumpuk di Gudang SAMBU Group
11 September 2026
PT GIN Salurkan 313 Botol Vitamin Kelapa untuk Tingkatkan Produksi Petani di Desa Bantayan
09 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Semarak HUT TNI ke-81, BRI Branch Office Tembilahan Sampaikan Apresiasi
  • 2 Lapas Tembilahan Gelar Razia Kamar Hunian, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan
  • 3 BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil
  • 4 Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor
  • 5 PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung
  • 6 PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi
  • 7 PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network