• Ahad, 19 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Dunia

Warga Suriah Rindukan Perdamaian Setelah 7 Tahun Dilanda Konflik

Redaksi

Selasa, 17 Juli 2018 23:40:07 WIB
Cetak
Warga Suriah Rindukan Perdamaian Setelah 7 Tahun Dilanda Konflik

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Setelah mengalami pertempuran di kota kecil yang dulu dikuasai gerilyawan di Suriah Selatan, Muhammad Nasr Mahamid mengatakan pelajaran yang diperolehnya setelah tujuh tahun perang Suriah ialah perdamaian adalah yang paling berharga dalam hidup.

Lelaki itu, ayah dua anak, tinggal di Kota Kecil Um Al-Mayathen --yang direbut militer Suriah awal pekan lalu selama serangan besar militer di pinggir timur Provinsi daraa.

Saat menggambarkan bahwa hidupnya sulit, Mahamid mengatakan ia tak lagi bisa melanjutkan pekerjaannya untuk membuat tembok beton selama perang. Dan kini, ia mengandalkan hasil penjualan susu untuk memperoleh uang guna membesarkan anak-anaknya, yang masih kecil, dan saudaranya yang masih muda.

Musuh perang telah tercermin pada wajahnya, yang diwarnai kekhawatiran, serta rumah yang ditinggalinya. Ia akhirnya bisa bicara dan menjelaskan apa yang ada di dalam pikirannya sejak kota kecil tersebut kosong dari gerilyawan fanatik.

Kerusakan terlihat jelas pada rumahnya. Lubang menghiasi langit-langitnya dan puing berserakan di lantai akibat pertempuran di sana selama bentrokan militer belum lama ini di Daraa.

Ketika pertempuran berkecamuk, ia dan keluarganya pindah ke ruang yang lebih aman di dalam rumah untuk berlindung.

Ia mengeluh bahwa semua keperluan hidup sulit didapat ketika gerilyawan berada di kota kecil tersebut.

"Hidup sulit dalam berbagai aspek, sebab gas untuk masak mahal, air sangat sulit diperoleh dan di atas semuanya kami telah menderita akibat tekanan kuat kehadiran gerilyawan bersenjata di kota kami," kata Mahamid kepada Xinhua, selama kunjungan ke Daraa, dilansir dari Antara.

"Satu pekan sebelum hari militer Suriah memasuki kota kecil, kami tak mempunyai air atau makanan dan kami tak mempunyai roti buat anak-anak," ia mengenang.

Mahamid mengatakan ibunya dulu biasa membuat roti dengan menggunakan gandum yang mereka simpan. Namun, gandum tersebut habis, dan hanya cukup untuk membuat satu roti untuk makan anak-anak setiap hari.

Lelaki yang berusia 32 tahun itu berharap perdamaian akan kembali ke negerinya. Sehingga anak-anaknya, saudara dan saudarinya yang masih kecil dapat menjalani hidup normal.

"Saya mengharapkan perdamaian kembali ke negeri kami dan saya bisa menjalani hidup seperti sebelum perang. Ketika kami bisa melakukan perjalanan ke Daraa dan Damaskus, tertawa, bersenang-senang seperti dalam hidup normal," kata Mahamid.
"Selama perang, saya bisa tidur hanya empat jam setiap malam karena khawatir pria bersenjata datang dan mencuri domba atau sapi saya. Sebab pria bersenjata biasa melakukan apa saja yang mereka mau dan tak seorang pun berani menghentikan mereka," ujarnya.


(Merdeka.com)
 


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS

Ahad, 15 Desember 2024 - 11:41:09 WIB

INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.

Dunia

Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:32:41 WIB

INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.

Dunia

Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:56:36 WIB

INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

Dunia

Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent

Selasa, 26 November 2024 - 10:10:47 WIB

INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.

Dunia

Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya

Kamis, 07 November 2024 - 09:52:57 WIB

INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.

Dunia

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar

Rabu, 06 November 2024 - 11:43:35 WIB

INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
18 Maret 2026
Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
12 Maret 2026
Merajut Kepedulian Ramadan, PT Pulau Sambu di Kuala Enok & YBDA Santuni Anak Yatim
11 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 2 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • 3 DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
  • 4 PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
  • 5 Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
  • 6 PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
  • 7 Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network