PILIHAN
Petani Inhil Terpaksa Kerjasama Dengan Perusahaan, Ini Alasannya
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Perkebunan Kelapa Inhil kian terancam. Kedatangan investor untuk membangun perkebunan sawit di bumi seribu parit ini menyebabkan komoditas utama dan kebanggan Bupati Inhil itu kian tersudut.
Burhan, salah seorang warga Sungai Buluh, Kecamatan Kuindra, Inhil mengatakan bahwa masyarakat rela berkerjasama dengan masyarakat karena kebun kelapa mereka sudah tidak menghasilkan.
"Kebun kami sudah rusak. trio tata air yang tidak pernah dibantu oleh pemerintah untuk perbaikannya menyebabkan kebun kami hancur. karena itu kami berkerjasama dengan perusahaan agar kami bisa terus makan," sebutnya, Rabu (6/5) usai mengikuti ekspose PT BOS di DPRD Inhil.
Burhan mengaku ikut berkerjasama dengan perusahaan yang datang didaerahnya. Hal itu dilakukannya agar kebun mereka yang rusak bisa dibangun kembali dan memberikan hasil bagi mereka.
"Saya juga memiliki kebun kelapa yang masih bagus dan itu tidak akan saya serahkan kepada perusahaan. Yang perlu di ketahui oleh pemerintah adalah, masyarakat setuju berkerjasama dengan perusahaan karena kebun mereka rusak," tambahnya.
Lebih jauh Burhan menyatakan terkejut dengan penanaman pohon kelapa oleh Pemkab Inhil di median jalan yang ada di Kota Tembilahan. Menurutnya dengan kebijakan itu Pemkab Inhil sebenarnya memiliki bibit kelapa untuk ditanam.
"Namun selama ini kami tidak pernah mendapatkan bibit untuk peremajaan kebun. kebun kami sudah banyak yang tua, jika Pemkab Inhil kebanyakan bibit, tolong bantu kami karena itu lebih bermanfaat dari sekedar menanam kelapa di median jalan,"Pungkasnya. (Aditya)
"Kebun kami sudah rusak. trio tata air yang tidak pernah dibantu oleh pemerintah untuk perbaikannya menyebabkan kebun kami hancur. karena itu kami berkerjasama dengan perusahaan agar kami bisa terus makan," sebutnya, Rabu (6/5) usai mengikuti ekspose PT BOS di DPRD Inhil.
Burhan mengaku ikut berkerjasama dengan perusahaan yang datang didaerahnya. Hal itu dilakukannya agar kebun mereka yang rusak bisa dibangun kembali dan memberikan hasil bagi mereka.
"Saya juga memiliki kebun kelapa yang masih bagus dan itu tidak akan saya serahkan kepada perusahaan. Yang perlu di ketahui oleh pemerintah adalah, masyarakat setuju berkerjasama dengan perusahaan karena kebun mereka rusak," tambahnya.
Lebih jauh Burhan menyatakan terkejut dengan penanaman pohon kelapa oleh Pemkab Inhil di median jalan yang ada di Kota Tembilahan. Menurutnya dengan kebijakan itu Pemkab Inhil sebenarnya memiliki bibit kelapa untuk ditanam.
"Namun selama ini kami tidak pernah mendapatkan bibit untuk peremajaan kebun. kebun kami sudah banyak yang tua, jika Pemkab Inhil kebanyakan bibit, tolong bantu kami karena itu lebih bermanfaat dari sekedar menanam kelapa di median jalan,"Pungkasnya. (Aditya)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network







