PILIHAN
Pola Kerja Sama PT BOS Masih Rugikan Masyarakat
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN
- Kepala Badan Perizinan, Penanam Modal dan Promosi Daerah (BP2MPD) Kabupaten Inhil, Junaidi mengatakan bahwa pola kemiteraan perkebunan plasma yang dijalin oleh PT Bumi Orion Sukses (BOS) dengan masyarakat perlu direvisi ulang. Pernyataan tersebut disampaikannya usai menghadiri ekspos pola kemiteraan perkebunan plasma oleh PT BOS kepada anggota DPRD Inhil, rabu dini hari (6/6). Menurutnya ada beberapa poin yang masih merugikan kepada masyarakat.
"Terutama tentang beban hutang yang ditanggung oleh masyarakat. Untuk, saya akan mendalami ini lebih lanjut agar masyarakat kita tidak dirugikan," Ujar Junaidi.
Lebih jauh, Junaidi berharap perusahaan yang melakukan investasi di Inhil harus memikirkan juga kepentingan untuk masyarakat. "Jangan hanya mereka saja yang mengambil untung," Ungkapnya
Jika melihat pola kemiteraan yang dijalin oleh PT BOS saat ini, masyarakat sangat dirugikan. Bukan hanya lahan mereka dibagi setengahnya kepada perusahaan, petani juga dibebani hutang atas pembangunan perkebunan oleh perusahaan di lahan mereka. "Kalau seperti ini, bukankah petani seperti pepetah "sudah jatuh tertimpa tangga". Sudah lahan mereka dibagi dengan perusahaan, mereka harus membayar hutang pula.”Pungkasnya. (Aditya)
- Kepala Badan Perizinan, Penanam Modal dan Promosi Daerah (BP2MPD) Kabupaten Inhil, Junaidi mengatakan bahwa pola kemiteraan perkebunan plasma yang dijalin oleh PT Bumi Orion Sukses (BOS) dengan masyarakat perlu direvisi ulang. Pernyataan tersebut disampaikannya usai menghadiri ekspos pola kemiteraan perkebunan plasma oleh PT BOS kepada anggota DPRD Inhil, rabu dini hari (6/6). Menurutnya ada beberapa poin yang masih merugikan kepada masyarakat.
"Terutama tentang beban hutang yang ditanggung oleh masyarakat. Untuk, saya akan mendalami ini lebih lanjut agar masyarakat kita tidak dirugikan," Ujar Junaidi.
Lebih jauh, Junaidi berharap perusahaan yang melakukan investasi di Inhil harus memikirkan juga kepentingan untuk masyarakat. "Jangan hanya mereka saja yang mengambil untung," Ungkapnya
Jika melihat pola kemiteraan yang dijalin oleh PT BOS saat ini, masyarakat sangat dirugikan. Bukan hanya lahan mereka dibagi setengahnya kepada perusahaan, petani juga dibebani hutang atas pembangunan perkebunan oleh perusahaan di lahan mereka. "Kalau seperti ini, bukankah petani seperti pepetah "sudah jatuh tertimpa tangga". Sudah lahan mereka dibagi dengan perusahaan, mereka harus membayar hutang pula.”Pungkasnya. (Aditya)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network







