• Sabtu, 18 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Dunia

Jamur Ulat Yarsa Gumba Lebih Mahal dari Emas, Ini Penjelasannya

Redaksi

Kamis, 25 Oktober 2018 23:25:59 WIB
Cetak
Jamur Ulat Yarsa Gumba Lebih Mahal dari Emas, Ini Penjelasannya

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Jika kamu sangat ingin memiliki emas karena harganya yang mahal, kamu harus berpikir ulang. Di luar sana, ternyata terdapat jamur ulat (Yarsa Gumba) yang lebih mahal daripada emas.

Selama musim panas yang terjadi di dataran tinggi Tibet, warga lokal sangat bersemangat berburu Yarsa Gumba.

Musim panas di Tibet kira-kira berlangsung pada tanggal 21 Juni sampai 23 September.

Ophiocordyceps sinensi yang dikenal sebagai Yarsa Gumba merupakan jamur entomopatogen yang tumbuh pada serangga. Ia tumbuh pada larva ngengat dalam keluarga Hepialidae.

Benjolan oranye yang terdapat pada Yarsa Gumba sebenarnya adalah ulat yang mati.

Sementara ''tongkat'' di bawahnya adalah jamur parasit yang melahap ulat malang tersebut.

Jamur ulat saat ditimbang. (Wikipedia/ Baburkhan)

Jamur ulat saat ditimbang. (Wikipedia/ Baburkhan)

Ribuan orang yang tinggal di Tibet dan Bhutan menggantungkan hidupnya pada jamur ulat ini. Mereka memiliki mata pencaharian dengan mencari Yarsa Gumba dan menjualnya di pasar.

Yarsa Gumba sangat berharaga dalam sistem pengobatan tradisional Cina dan Tibet. Ia dipercaya dapat digunakan sebagai penguat sistem kekebalan tubuh dan mengobati kanker.

Ilmuwan belum bisa membuktikan khasiat Yarsa Gumba secara ilmiah mengenai zat anti kanker miliknya.

Setelah diteliti oleh ilmuwan, tubuh jamur ulat itu memang memiliki beberapa efek farmasi khusus.

Kandungan kimianya dikonfirmasi oleh ilmuwan mempunyai kandungan kimia yang dapat mengatasi hiposeksualitas, keringat dingin, hiperglikemia, hiperlipidemia, astenia, aritmia, serta penyakit jantung, pernapasan, ginjal dan hati.

Dikutip dari ZME Science, harga standar Yarsa Gumba di pasaran pada tahun 2008 sekitar 13 ribu dolar AS atau Rp 198 juta per kilogram.

Ia mendapatkan julukan ''emas lunak'' di Cina. Pada Agustus 2012, harganya naik menjadi 111 ribu dolar AS atau Rp 1,7 miliar per kilogram.

Yarsa Gumba sedang dipilih oleh pengepul. (PeopleFoodandNature)

Yarsa Gumba sedang dipilih oleh pengepul. (PeopleFoodandNature)

Bahkan Yarsha Gumba dalam kondisi gemuk dan bagus bisa dihargai dengan harga yang mencapai 140 ribu dolar AS atau Rp 2,1 miliar per kilogram.

Pasar global untuk ''emas lunak'' ini diperkirakan bernilai 5 hingga 11 miliar dolar AS atau Rp 76 triliun hingga Rp 167 triliun.

Seperti dikutip harianriau dari laman hitekno.com, Yarsa Gumba menyumbang sebagian besar PDB Tibet dan Bhutan. Penelitian memperkirakan bahwa 40 persen pendapatan tunai pedesaan di Daerah Otonomi Tibet didapat dari ''emas lunak''.

Kelly Hopping, seorang peneliti dari Boise University telah mewawancarai ratusan kolektor Yarsa Gumba untuk memperkuat penelitiannya. Ia juga mengumpulkan sampel dan menganalis ilklim Himalaya yang dingin.

Penelitiannya yang telah dipubilkasikan di dalam Proceedings of National Academy of Sciences menemukan bahwa jamur ulat semakin sedikit jumlahnya.

Warga Nepal, Tibet, dan Bhutan berbondong-bondong ke Himalaya untuk mencari jamur ulat. (Chinadialogue)

Warga Nepal, Tibet, dan Bhutan berbondong-bondong ke Himalaya untuk mencari jamur ulat. (Chinadialogue)

Itu terjadi karena eksploitasi yang berlebihan dan perubahan iklim yang terjadi. Jamur ulat hanya dapat tumbuh di ketinggian 3 ribu hingga 5 ribu meter pada suhu -15 hingga -5 derajat Celcius.

Karena kondisi iklim yang mulai menghangat, jamur ulat menjadi lebih sedikit jumlahnya.

Penelitian mengenai jamur ulat sangat menarik karena membuat manusia sadar akan adanya perubahan iklim.

Setelah melihat harga Yarsa Gumba, apakah kamu ikut tertarik untuk mencari jamur ulat satu ini?


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS

Ahad, 15 Desember 2024 - 11:41:09 WIB

INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.

Dunia

Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:32:41 WIB

INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.

Dunia

Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:56:36 WIB

INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

Dunia

Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent

Selasa, 26 November 2024 - 10:10:47 WIB

INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.

Dunia

Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya

Kamis, 07 November 2024 - 09:52:57 WIB

INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.

Dunia

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar

Rabu, 06 November 2024 - 11:43:35 WIB

INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
18 Maret 2026
Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
12 Maret 2026
Merajut Kepedulian Ramadan, PT Pulau Sambu di Kuala Enok & YBDA Santuni Anak Yatim
11 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 2 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • 3 DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
  • 4 PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
  • 5 Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
  • 6 PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
  • 7 Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network