• Sabtu, 18 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Dunia

Iklan Supermarket Inggris soal Dampak Sawit 'Dilarang'Muncul di TV

Redaksi

Rabu, 14 November 2018 23:56:34 WIB
Cetak
Iklan Supermarket Inggris soal Dampak Sawit 'Dilarang'Muncul di TV

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Sebuah petisi yang mendukung agar iklan Supermarket Iceland ditayangkan di televisi Inggris mendapat lebih dari 670.000 tanda tangan. Petisi itu muncul setelah iklan yang menampilkan dampak penebangan hutan demi lahan sawit menjadi viral di media sosial.

James Corden, pembawa acara kondang, bahkan membagikan iklan tersebut di akun Twitter-nya dan disaksikan lebih dari 16 juta kali. Pada bagian akhir iklan tersebut, ada rentetan kalimat berbunyi:

"Dipersembahkan untuk 25 orangutan yang hilang setiap hari. Sampai semua minyak sawit tidak menyebabkan penghancuran hutan hujan sama sekali, kami menihilkan minyak sawit dari semua label produk kami."

April 2018, Iceland mengumumkan bakal menghentikan penggunaan produk mereknya sendiri yang menggunakan minyak kelapa sawit pada akhir tahun ini.

Jaringan pertokoan nasional yang bermarkas di Deeside —sekira empat jam perjalanan mobil dari London— akan menjadi supermarket besar pertama Inggris yang melarang kandungan minyak kelapa sawit, yang selama ini dipakai pada lebih dari setengah produknya, mulai dari biskuit sampai sabun.

Clearcast, lembaga di Inggris yang mengatur kriteria tentang iklan untuk televisi, menyatakan iklan Iceland belum diberi lampu hijau karena melanggar aturan periklanan politik.

Apakah Iklan soal Sawit Mengandung Unsur Politik?

Iklan tersebut, yang dirilis di media sosial pada Jumat (9/11), melanggar aturan bukan karena menampilkan isu lingkungan atau minyak sawit, tapi karena iklan itu dibuat oleh lembaga Greenpeace.

Berdasarkan aturan, sebuah iklan dianggap melanggar jika "dimasukkan atau mengatasnamakan sebuah lembaga yang tujuan utamanya bersifat politik".

Clearcast menyatakan Greenpeace harus menunjukkan bukan iklan itu bukanlah "iklan politik" sebelum bisa ditinjau. Namun, kenyataannya, Greenpeace tidak bisa melakukannya.

Chris Mundy, direktur pelaksana Clearcast mengatakan pihaknya tidak menganggap pesan dalam iklan tersebut bersifat politis.

"Banyak orang menghubungi kami dan mengatakan bahwa salah jika iklan tersebut dianggap politis karena membuat poin penting soal lingkungan. Akan tetapi, berdasarkan alasan di atas, itu bukan masalahnya," tutur Mundy.

Apakah Iklan Itu Sudah Dilarang?

Clearcast tidak berwenang melarang iklan karena tugasnya hanya menentukan apakah sebuah iklan telah sesuai aturan atau tidak.

Adalah wewenang Otorita Standar Periklanan (ASA) dan pembuat aturan komunikasi, Ofcom, untuk melarang iklan yang melanggar aturan.

Kemudian kewajiban para lembaga penyiaran, seperti Channel 4 dan ITV, adalah memastikan iklan yang mereka tayangkan tidak melanggar aturan.

(Foto: Twitter @IcelandFoods)

Bagaimana Reaksinya?

Sangat besar. Iklan tersebut sudah disaksikan 3 juta kali pada saluran Iceland di Youtube. Iklan serupa juga telah dilihat 13 juta kali pada laman Facebook jaringan supermarket itu dan lebih dari 90.000 cuitan ulang pada akun Twitter-nya.

Petisi tuntutan "mencabut larangan iklan Iceland untuk televisi" pada laman change.org sudah mendapat 670.000 tanda tangan.

Krupali Cescau, kepala perencanaan pada agensi periklanan Amplify, mengatakan pesan iklan itu tepat mengarah pada sikap publik terkait kesinambungan dan perubahan iklim.

Keriuhan makin bertambah ketika iklan dirilis dengan tanda "dilarang".

"Jika iklan itu langsung ditayangkan, dampaknya akan sangat baik dalam konteks menciptakan percakapan," ujarnya.

"Namun sebenarnya, saat dirilis seperti ini, sebagai iklan yang dilarang, iklan itu justru memanfaatkan sentimen saat ini."

"Jumlah yang melihat iklan Iceland meningkat tiga kali lipat dari seluruh iklan 2017 hanya dari Youtube. Orang-orang yang melihatnya kini menjadi sangat vokal menyarankan sebuah toko yang tak pernah mereka anggap sebelumnya."

Supermarket Iceland di Inggris. (Foto: Getty Images)

Apakah Ini Rencana Iceland sejak Awal?

Iklan soal dampak sawit begitu viral sehingga beberapa kalangan bertanya-tanya apakah ini memang niatan supermarket itu sejak awal.

Direktur pelaksana Iceland, Richard Walker, mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak merancangnya sedemikian rupa.

"Ketika sepuluh hari lalu kami mengetahui bahwa iklan itu akan dilarang, kami benar-benar kecewa. Kami kira kami kampanye iklan menjelang Natal akan gagal."

Iceland sejak awal sudah sepakat dengan Greenpeace untuk merilis iklan tersebut tanpa logo Greenpeace guna mematuhi aturan penyiaran.

"Di dalam iklan tidak ada rujukan ke mereka karena mereka dianggap politis. Karena itu kami tidak mengaitkan diri kami dengan mereka," kata Richard.

Dia mengaku mempertahankan deskripsi pada iklan yang menyebut iklan tersebut "dilarang".

"Saya tidak tahu kata lain untuk dipakai. Mereka bilang kami tidak bisa menayangkannya, mereka melarangnya." (Okezone)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS

Ahad, 15 Desember 2024 - 11:41:09 WIB

INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.

Dunia

Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:32:41 WIB

INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.

Dunia

Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:56:36 WIB

INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

Dunia

Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent

Selasa, 26 November 2024 - 10:10:47 WIB

INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.

Dunia

Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya

Kamis, 07 November 2024 - 09:52:57 WIB

INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.

Dunia

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar

Rabu, 06 November 2024 - 11:43:35 WIB

INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
18 Maret 2026
Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
12 Maret 2026
Merajut Kepedulian Ramadan, PT Pulau Sambu di Kuala Enok & YBDA Santuni Anak Yatim
11 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 2 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • 3 DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
  • 4 PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
  • 5 Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
  • 6 PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
  • 7 Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network