• Jumat, 17 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Dunia

300 Mahasiswa RI Diduga Dipaksa Jadi Buruh di Taiwan

Redaksi

Kamis, 03 Januari 2019 23:48:00 WIB
Cetak
300 Mahasiswa RI Diduga Dipaksa Jadi Buruh di Taiwan

Pemerintah Indonesia tengah menyelidiki dugaan adanya 300 mahasiswa yang di pekerjakan paksa di Taipei, Taiwan.

Ratusan mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Universitas Hsing Wu tersebut dilaporkan mengalami kerja paksa selama 40 jam sepekan di sebuah pabrik lensa mata di Taipei. Akibat kerja paksa ini, beberapa mahasiswa bahkan hanya diberi waktu kuliah dua hari dalam sepekan, yakni Kamis dan Jumat.

Adapun pada Sabtu hingga Rabu mereka harus bekerja secara bergantian, mulai pukul 07.30 hingga 19.30 waktu setempat. Mereka hanya beristirahat selama dua jam dalam sehari setelah bekerja 10 jam berturut-turut di bagian pembungkusan.

Dikutip inhilklik.com dari laman www.sindonews.com, dugaan pemaksaan kerja sebagai buruh ini awalnya diungkapkan anggota legislatif Kuomintang, Ko Chih-en. Penggunaan mahasiswa layaknya buruh ini menyalahi Undang-Undang (UU) Employment Service Taiwan. Undang-undang tersebut menyatakan, mahasiswa di larang magang lebih dari 20 jam perpekannya.

Bahkan pemerintah Taiwan telah jelas melarang adanya program magang bagi mahasiswa dari negara Asia Tenggara. “Mereka juga hanya beristirahat selama satu hari dan harus bekerja selama empat hari sebagai buruh pabrik,” kata Chih-en, dikutip Taiwannews.com.

Ratusan mahasiswa Indonesia tersebut dilaporkan wajib membungkus 30.000 lensa mata dalam 10 jamnya. Chih-en mengungkapkan, para mahasiswa itu masuk Universitas Hsing Wu melalui bantuan makelar.

Kementerian Pendidikan Taiwan telah melarang mahasiswa tingkat pertama untuk menjalani magang. Chih-en pun menuduh pengelola Universitas Hsing Wu melanggar peraturan itu dan sengaja mempekerjakan mahasiswa Indonesia secara berkelompok.

Setiap harinya mereka diangkut dengan bus menuju sebuah pabrik di wilayah Hsinchu. Chih-en juga mengatakan mayoritas mahasiswa Indonesia yang beragama Islam disuguhi hidangan daging babi tiap harinya. “Ketika mereka mengajukan keluhan kepada Universitas Hsing Wu, pihak kampus akan meminta mereka tetap bersabar. Jika mereka membantu pabrik, pabrik akan membantu kampus,” kata Chih-en meniru dalih pihak kampus.

Manajer pabrik juga dituduh menyamakan mahasiswa Indonesia dengan buruh migran asing. Menurut Chihen, kampus menjalani program ini dengan modus menggelar “kelas khusus”.

Kampus lantas mendapatkan subsidi dari The MOE Taiwan Scholarship Program yang digunakan untuk membayar makelar guna merekrut mahasiswa baru. Makelar pun lalu mencari calon mahasiswa dari sejumlah negara di Asia Tenggara.

Pejabat Menteri Pendidikan, Yao Leeh-ter, mengatakan telah memanggil rektor kampus dan memperingatkan agar tidak melanggar aturan. Namun, pengungkapan terbaru kasus ini memaksa otoritas terkait untuk melakukan penyelidikan.

Direktur Departemen Pendidikan Vokasional dan Teknologi Kementerian Pendidikan Taiwan Yang Yu-hui mengatakan bahwa program magang telah dilarang bagi mahasiswa dari negara Asia Tenggara.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pun membenarkan telah memperoleh laporan dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei perihal adanya pengaduan sejumlah mahasiswa Indonesia yang di paksa seolah menjadi buruh pabrik.

Program berskema kuliah-magang ini sudah berlangsung sejak 2017. “KDEI Taipei telah berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memperoleh klarifikasi,” demikian penjelasan Kemlu. Dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh KDEI Taipei diketahui bahwa situasi mahasiswa peserta skema kuliah dan magang yang tersebar di delapan perguruan tinggi berbeda-beda.

Karena itu, KDEI Taipei akan melakukan pendalaman lebih lanjut guna mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh. Kemlu, melalui Kementerian Perdagangan, pun telah memin ta kepada KDEI di Taipei untuk mendalami lebih lanjut informasi mengenai situasi mahasiswa skema kuliah plus magang dan memastikan otoritas setempat mengambil langkah-langkah konkret.

 Hal itu tujuannya melindungi keselamatan mahasiswa peserta skema kuliah magang. Selain itu perlunya koordinasi dengan otoritas setempat untuk menghentikan sementara perekrutan serta pengiriman mahasiswa Indonesia dengan skema kuliah magang hingga ada tata kelola yang lebih baik.

Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia di Taiwan. Adapun jumlah peserta skema kuliah dan magang mencapai sekitar 1.000 mahasiswa.

Diperkirakan jumlah mahasiswa Indonesia di Taiwan akan terus meningkat seiring dengan kebijakan New South bond Policy otoritas Taiwan yang memberikan lebih banyak beasiswa melalui berbagai skema kepada mahasiswa dari 18 negara Asia, termasuk Indonesia.

Anggota Komisi I DPR Meutya Viada Hafid meminta Kemlu secepatnya mencari kebenaran adanya kabar pemaksaan kerja terhadap para mahasiswa Indonesia tersebut. Jika benar ada penyimpangan dalam program ini, menurutnya, harus diusut.

“Saya rasa baik jika Kementerian Luar Negeri segera mengecek kesahihan informasi tersebut,” ujar Meutya. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir mengaku akan segera menge cek dugaan ratusan mahasiswa Indonesia yang menjadi korban kerja paksa di Taiwan.

Dia menduga keberangkatan mereka tidak melalui program resmi pemerintah sehingga tidak terpantau. Di sisi lain, Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan.

“Yang melalui Kemenristekdikti itu kerja sama dengan TETO (Taipei Economic and Trade Office),” ujar Nasir di kantor PWNU Jawa Tengah, di Kota Semarang, kemarin. Kemenristekdikti, lanjut dia, akan berkoordinasi dengan perwakilan TETO di Jakarta menyangkut hal ini.


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS

Ahad, 15 Desember 2024 - 11:41:09 WIB

INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.

Dunia

Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:32:41 WIB

INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.

Dunia

Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:56:36 WIB

INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

Dunia

Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent

Selasa, 26 November 2024 - 10:10:47 WIB

INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.

Dunia

Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya

Kamis, 07 November 2024 - 09:52:57 WIB

INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.

Dunia

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar

Rabu, 06 November 2024 - 11:43:35 WIB

INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 2 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 3 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 4 PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
  • 5 Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
  • 6 Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
  • 7 Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network