• Sabtu, 18 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Dunia

Murtad, Alasan Alqunun Takut Dibunuh jika Dipulangkan ke Saudi

Redaksi

Jumat, 11 Januari 2019 23:12:29 WIB
Cetak
Murtad, Alasan Alqunun Takut Dibunuh jika Dipulangkan ke Saudi

INHILKLIK.COM, THAILAND - Rahaf Mohammed Alqunun, 18, gadis Arab Saudi yang mencari suaka di Australia mengaku takut dibunuh keluarganya jika dipulangkan ke negaranya. Alasan utama yang membuatnya takut dibunuh adalah karena dia keluar dari agama Islam atau murtad.

Hal itu diungkap pihak berwenang Thailand yang untuk sementara bersedia menerima Alqunun.

Dikutip inhilklik.com dari laman sindonews.com, gadis itu telah menjadi pemberitaan media internasional ketika membarikade dirinya di dalam kamar hotel zona transit di bandara Bangkok untuk mencegah pejabat imigrasi membawanya dalam penerbangan ke Kuwait setelah dia ditolak masuk ke Thailand saat dalam perjalanan ke Australia.

Alqunun menolak meninggalkan hotel sampai dia bisa bertemu perwakilan dari Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).

Polisi imigrasi Thailand telah merilis foto remaja itu setelah dia meninggalkan kamar hotelnya pada Senin malam. Lokasinya saat ini dirahasiakan.

Namun, Alqunun melalui akun Twitter-nya, @rahaf84427714, menulis bahwa dia berada di bawah perlindungan UNHCR dan paspornya yang sempat dirampas pejabat kedutaan Saudi telah dikembalikan. Dia juga mengatakan ayahnya telah tiba di Thailand.

"Hai, saya Rahaf. Ayah saya baru saja tiba ketika saya mendengar penyihir dan sangat menakutkan saya dan saya ingin pergi ke negara lain di mana saya mencari suaka. Tapi setidaknya saya merasa selamat sekarang di bawah perlindungan UNHCR dengan persetujuan pihak berwenang Thailand. Dan saya akhirnya mendapatkan paspor saya kembali," tulis dia.

Alqunun, yang memiliki visa turis tiga bulan untuk tujuan Australia, mengatakan dalam sebuah video yang di-posting di media sosial dari dalam bandara bahwa dia berusaha melarikan diri dari keluarganya karena mereka menjadikannya objek pelecehan fisik dan psikologis. Dia telah meminta bantuan dari Eropa, AS, Kanada dan Australia.

"Saya Rahaf...saya di hotel, saya butuh negara untuk melindungi saya sesegera mungkin. Saya mencari suaka," kata Qunun, yang melarikan diri dari Kuwait ketika keluarganya mengunjungi negara Teluk.

"Keluarga saya ketat dan mengurung saya di kamar selama enam bulan hanya karena memotong rambut saya," katanya, yang meyakini dirinya akan dipenjara jika dikirim kembali ke negaranya. "Saya yakin, 100 persen, mereka akan membunuh saya begitu saya keluar dari penjara Saudi," ujarnya.

Surachate Hakparn, kepala polisi imigrasi Thailand, mengatakan kepada wartawan bahwa Alqunun akan diberi izin masuk di bawah perlindungan kantor UNHCR. Badan PBB diperkirakan akan membutuhkan lima hingga tujuh hari untuk mengevaluasi kasusnya.

Surachate mengatakan ayah Alqunun tiba di Bangkok pada Senin malam dan para pejabat masih menentukan apakah dia ingin kembali ke Timur Tengah atau tidak.

"Sampai sekarang, dia tidak ingin kembali dan kami tidak akan memaksanya. Dia tidak akan dikirim ke mana pun," katanya. “Thailand adalah negeri yang penuh senyum. Kami tidak akan mengirim siapa pun untuk mati."

Seorang teman Alqunun yang berusia 20 tahun, yang diwawancarai oleh The Guardian dengan syarat anonim mengatakan ancaman terhadap gadis itu nyata. "Dia mantan Muslim dan memiliki keluarga yang sangat ketat. Mereka menggunakan kekerasan terhadapnya dan dia menghadapi pelecehan seksual," kata teman Alqunun.

 "Dia menerima ancaman dari sepupunya, yang bilang dia ingin melihat darahnya, dia ingin membunuhnya," ujarnya.

"Jika mereka tidak membunuhnya, mereka tidak bisa (menampakkan diri) di depan umum setelah ini (Qunun murtad), jadi mereka harus melakukannya," lanjut teman Alqunun tersebut.

"Rasanya, jika Anda seorang pria, Anda harus membuktikannya. Jika mereka tidak membunuhnya, mereka tidak bisa keluar dan melihat pria lain," imbuh dia.

Teman Alqunun itu telah tinggal di Australia selama tiga bulan terakhir. Dia juga mencari suaka di sana setelah mengaku disiksa di Arab Saudi. Dia bilang dia sudah kenal Qunun selama setahun, setelah terhubung secara online.

"Dia seorang aktivis, dia seorang feminis," katanya.

Georg Schmidt, duta besar Jerman untuk Thailand, melalui Twitter, memberi dukungan untuk Alqunun. "Kami berbagi keprihatinan besar untuk Rahaf Mohammed dan berhubungan dengan pihak Thailand dan kedutaan negara-negara yang didekati," tulis dia.

Phil Robertson, wakil direktur Human Rights Watch untuk Asia, mengatakan tidak ada keraguan bahwa Alqunun membutuhkan perlindungan dengan status pengungsi.

“Dia sangat takut pada keluarganya, termasuk ayahnya yang merupakan pejabat senior pemerintah, dan mengingat catatan panjang Arab Saudi dalam mencari cara lain dalam apa yang disebut insiden kekerasan demi kehormatan, kekhawatirannya bahwa dia bisa dibunuh jika dipulangkan tidak bisa diabaikan," kata Robertson, yang dikutip Jumat (11/1/2019). 


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS

Ahad, 15 Desember 2024 - 11:41:09 WIB

INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.

Dunia

Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:32:41 WIB

INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.

Dunia

Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:56:36 WIB

INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

Dunia

Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent

Selasa, 26 November 2024 - 10:10:47 WIB

INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.

Dunia

Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya

Kamis, 07 November 2024 - 09:52:57 WIB

INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.

Dunia

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar

Rabu, 06 November 2024 - 11:43:35 WIB

INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
18 Maret 2026
Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
12 Maret 2026
Merajut Kepedulian Ramadan, PT Pulau Sambu di Kuala Enok & YBDA Santuni Anak Yatim
11 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 2 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • 3 DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
  • 4 PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
  • 5 Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
  • 6 PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
  • 7 Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network