PILIHAN
Mengapa Manusia Punya Dagu? Ini Kata Ilmuwan
![]() |
| Ilustrasi dagu manusia (Shutterstock). |
Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa dagu berfungsi sebagai salah satu fitur seleksi seksual pada manusia. Lelaki yang mempunyai dagu menonjol diyakini akan lebih mudah mendapatkan pasangan untuk berkembang biak.
Teori lain mengatakan bahwa dagu lebih berperan untuk menyeimbangkan tekanan pada saat manusia mengunyah makanan.
Tetapi penelitian terbaru dari ilmuwan Universitas Florida, Amerika Serikat, menunjukkan kesimpulan yang berbeda dari dua teori di atas. James Pampush, yang risetnya diterbitkan dalam Journal of Human Evolution, menemukan bahwa dagu sebenarnya tak penting.
Dagu, menurut riset Pampush, hanya satu bagian dari wajah yang berkembang akibat perubahan pola makan manusia 6 juta tahun. Manusia yang beralih ke makanan lembut, mulai mengenal cara memasak, dan karenanya dagu yang tadinya berukuran besar berubah menjadi lebih kecil dan lancip.
"Banyak orang yang tak belajar antropologi terkejut bahwa manusia adalah satu-satunya mahluk yang mempunya dagu," jelas Pampush.
Dalam risetnya Pampush dan timnya mengumpulkan data tentang dagu dari 100 spesies primata. Data-data itu lalu dianalisis silang dengan catatan sejarah manusia. Menggunakan sebuah model komputer, mereka melacak perubahan bentuk dan kemiringan dagu manusia.
Hasilnya mereka tak menemukan bukti adanya pergeseran genetika atau pun perubahan acak yang menyebabkan perubahan pada dagu manusia. Tim itu hanya menemukan bahwa dagu manusia berubah 77 kali lebih cepat dari bagian tubuh lain pada primata.
Yang lebih penting lagi, Pampush dkk sama sekali tak menemukan satu pun bukti bahwa dagu punya fungsi tertentu bagi manusia.
"Homo erectus punya tubuh dan otak lebih besar. Mereka juga mungkin sudah mengenal budaya memasak...mereka sangat mirip manusia modern, tetapi mereka tak punya dagu," jelas Pampush.
"Saya menduga bahwa perubahan yang mendorong terbentuknya dagu sangat berkaitan dengan budaya memasak dan tak berhubungan dengan ukuran tubuh serta otak yang lebih besar," imbuh dia.
Pampush menjelaskan bahwa dengan memasak makanan menjadi lebih lembut, Homo erectus tak lagi butuh waktu banyak untuk mengunyah makanan. Akibatnya gigi menjadi lebih kecil dan perubahan ini membuat dagu lebih ramping. (Tech Times/Suara)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








