PILIHAN
Realisasi Nol, Proyek 2015 Riau Belum Berjalan
INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Sampai saat ini realisasi APBD 2015 di Provinsi Riau memang masih sangat minim yakni tiga persen secara keseluruhan. Bahkan sejauh ini realisasi untuk proyek pembangunan di Riau masih nol.
Meskipun demikian beberapa kegiatan atau peroyek yang akan dilaksanakan di tahun 2015 ini sudah dimasukkan dalam Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Demikian hal tersebut disampaikan Ketua Komisi D DPRD Riau, Erizal Muluk usai hearing dengan sejumlah mitra kerja seperti Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Tata ruang dan sumber daya air, Selasa (7/4/2015). Menurutnya masih ada keterlambatan administrasi dan kelengkapan lainya.
"Mengenai program APBD yang sudah disahkan, jawaban dari mereka hanya keterlambatan administrasi dan kelengkapanya. Insya Allah minggu ini sudah ada yang masuk ke ULP untuk dilelang dan ada yang sudah. April ini akan lelang. Hasilnya akan kita lihat bulai Mei ini," sebutnya.
Menurutnya, sepanjang belum ada pengadaan dan masih proses lelang makan realisasi pasti masih nol. Namun, menurutnya tidak perlu khawatir karena proyek tersebut nantinya akan berjalan. "Sebagian sudah, sebagian melengkapi administrasi untuk dimasukan dalam ULP. Realisasi jelas, sepanjang yang fisik belum berjalan, pengadaan belum ada barangnya saya kira masih nol. Tidak masalah karena APBD ini kan bukan ditanya bulan Mei dan bulan April karena pasti ditanyakan sebelum APBD-P, baru kita tanyakan realisasinya," tungkasnya.
Sedangkan proyek yang sudah masuh dalam ULP menurutnya beberapa paket dari Dinas Cipta Karya dan Bina Marga. "Sebagian sudah ada yang masuk 13 paket dari Cipta Karya dan Sumber Daya Air menyusul dari Bina Marga 40 sekian dari 55. Mudah-mudahan kalau menurut hemat saya kecuali Bina Marga, kalau Pertambangan di Ciptada itu memakan waktu saya kira enam bulan lebih. Kalau jalan yang memakan waktu sampai delapan bulan," tambahnya.
Untuk itu saat ini DPRD melalui komisi D akan terus mengawasi kinerja dinas dinas yang menjadi mitra komisi D terkait dengan pembangunan yang nantinya akan dilakukan. "Kita mengawasi ini dan mulai dari perencanaan, pelelangan, dan akhir dari pelaksanakan. Jangan mencari kesalahan diakhir saja nanti. Jadi, kita juga harus melihatdan mengawasi dari awal. Sehingga kita bisa memberikan masukan dan lainya," ujarnya.
Sementara itu, menurut Plt Kepala Dinas Bina Marga, Syafril Buchari mengatakan sudah ada 42 kegiatan proyek yang masuk ULP dari dari 55 proyek. "Gambaran pelaksanaan APBD kita sudah 55 kegiatan dan yang sudah lelang dan masuk ULP sebanyak 42 kemudian total anggaran Rp1,2 triliun," jelasnya. (halloriau)
Meskipun demikian beberapa kegiatan atau peroyek yang akan dilaksanakan di tahun 2015 ini sudah dimasukkan dalam Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Demikian hal tersebut disampaikan Ketua Komisi D DPRD Riau, Erizal Muluk usai hearing dengan sejumlah mitra kerja seperti Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Tata ruang dan sumber daya air, Selasa (7/4/2015). Menurutnya masih ada keterlambatan administrasi dan kelengkapan lainya.
"Mengenai program APBD yang sudah disahkan, jawaban dari mereka hanya keterlambatan administrasi dan kelengkapanya. Insya Allah minggu ini sudah ada yang masuk ke ULP untuk dilelang dan ada yang sudah. April ini akan lelang. Hasilnya akan kita lihat bulai Mei ini," sebutnya.
Menurutnya, sepanjang belum ada pengadaan dan masih proses lelang makan realisasi pasti masih nol. Namun, menurutnya tidak perlu khawatir karena proyek tersebut nantinya akan berjalan. "Sebagian sudah, sebagian melengkapi administrasi untuk dimasukan dalam ULP. Realisasi jelas, sepanjang yang fisik belum berjalan, pengadaan belum ada barangnya saya kira masih nol. Tidak masalah karena APBD ini kan bukan ditanya bulan Mei dan bulan April karena pasti ditanyakan sebelum APBD-P, baru kita tanyakan realisasinya," tungkasnya.
Sedangkan proyek yang sudah masuh dalam ULP menurutnya beberapa paket dari Dinas Cipta Karya dan Bina Marga. "Sebagian sudah ada yang masuk 13 paket dari Cipta Karya dan Sumber Daya Air menyusul dari Bina Marga 40 sekian dari 55. Mudah-mudahan kalau menurut hemat saya kecuali Bina Marga, kalau Pertambangan di Ciptada itu memakan waktu saya kira enam bulan lebih. Kalau jalan yang memakan waktu sampai delapan bulan," tambahnya.
Untuk itu saat ini DPRD melalui komisi D akan terus mengawasi kinerja dinas dinas yang menjadi mitra komisi D terkait dengan pembangunan yang nantinya akan dilakukan. "Kita mengawasi ini dan mulai dari perencanaan, pelelangan, dan akhir dari pelaksanakan. Jangan mencari kesalahan diakhir saja nanti. Jadi, kita juga harus melihatdan mengawasi dari awal. Sehingga kita bisa memberikan masukan dan lainya," ujarnya.
Sementara itu, menurut Plt Kepala Dinas Bina Marga, Syafril Buchari mengatakan sudah ada 42 kegiatan proyek yang masuk ULP dari dari 55 proyek. "Gambaran pelaksanaan APBD kita sudah 55 kegiatan dan yang sudah lelang dan masuk ULP sebanyak 42 kemudian total anggaran Rp1,2 triliun," jelasnya. (halloriau)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








