PILIHAN
Kebun Kelapa Warga Kembali Terancam
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Kabupaten Indragiri Hilir yang dikenal sebagai perkebunan kelapa terluas di dunia kembali terancam. Pasalnya, lebih 1000 kilometer perkebunan warga rusak akibat intuisi air laut.
Sementara dengan anggaran yang minim, pemerintah telah memutuskan pembangunan tanggul tahun ini menggunakan sistem kontraktual.
Padahal sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, melalui Komisi II, telah mengusulkan pembangunan tanggul lebih baik menggunakan sistem swakelola, yang jauh lebih murah dan hasil dua kali lipat dari sistem kontraktual.
Namun begitu, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir Junaidi, menyatakan komit dalam penyelamatan perkebunan kelapa menjadi harga, meskipun usulan yang disampaikan guna memenuhi kebutuhan tanggul perkebunan masyarakat ditolak.
“Yang kita sesalkan, sudah jelas dengan menggunakan sistem kontraktual, maka hasil yang diperoleh hanya mampu membangun tanggul sekitar 200m kilometer, berbeda jauh dengan menggunakan sistem swakelola yang bisa mencapai 400 kilometer. Ini yang menjadi pertanyaan,” ungkap Junaidi, Senin (6/4).
Lebih jauh ia menjelaskan, usulan swakelola itu mengingat anggaran yang dimiliki Inhil sangat kecil, dan pemerintah juga memiliki alat sendiri yang bisa dipergunakan masyarakat. “Alat sudah ada kita punya, jadi kalau tidak digunakan untuk apa,” sebutnya.
Kemudian ia menambahkan, Perda tentang mengatur alat tersebut sudah ada dan boleh disewakan masyarakat.
Anehnya, mulai dari Perda itu lahir sampai sekarang tak satu jam pun disewakan dengan masyarakat dengan alasan bermacam-macam.
Menurutnya, jika memang pemerintah tetap menggunakan sistem kontraktual, harus diimbangi dengan kenaikan anggaran juga. Setelah itu, barulah pihaknya yakin upaya penyelamatan bisa dilakukan tak hanya begitu saja.
“Dengan menggunakan kedua sistem tersebut, belum tentu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, apalagi hanya dengan kontraktual yang jelas membutuhkan dana yang besar,” jelasnya. (*)
Source: Riaumandiri.co
Sementara dengan anggaran yang minim, pemerintah telah memutuskan pembangunan tanggul tahun ini menggunakan sistem kontraktual.
Padahal sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, melalui Komisi II, telah mengusulkan pembangunan tanggul lebih baik menggunakan sistem swakelola, yang jauh lebih murah dan hasil dua kali lipat dari sistem kontraktual.
Namun begitu, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir Junaidi, menyatakan komit dalam penyelamatan perkebunan kelapa menjadi harga, meskipun usulan yang disampaikan guna memenuhi kebutuhan tanggul perkebunan masyarakat ditolak.
“Yang kita sesalkan, sudah jelas dengan menggunakan sistem kontraktual, maka hasil yang diperoleh hanya mampu membangun tanggul sekitar 200m kilometer, berbeda jauh dengan menggunakan sistem swakelola yang bisa mencapai 400 kilometer. Ini yang menjadi pertanyaan,” ungkap Junaidi, Senin (6/4).
Lebih jauh ia menjelaskan, usulan swakelola itu mengingat anggaran yang dimiliki Inhil sangat kecil, dan pemerintah juga memiliki alat sendiri yang bisa dipergunakan masyarakat. “Alat sudah ada kita punya, jadi kalau tidak digunakan untuk apa,” sebutnya.
Kemudian ia menambahkan, Perda tentang mengatur alat tersebut sudah ada dan boleh disewakan masyarakat.
Anehnya, mulai dari Perda itu lahir sampai sekarang tak satu jam pun disewakan dengan masyarakat dengan alasan bermacam-macam.
Menurutnya, jika memang pemerintah tetap menggunakan sistem kontraktual, harus diimbangi dengan kenaikan anggaran juga. Setelah itu, barulah pihaknya yakin upaya penyelamatan bisa dilakukan tak hanya begitu saja.
“Dengan menggunakan kedua sistem tersebut, belum tentu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, apalagi hanya dengan kontraktual yang jelas membutuhkan dana yang besar,” jelasnya. (*)
Source: Riaumandiri.co
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








