PILIHAN
Pemkab Inhil Diminta Pemerataan Guru Daerah Terpencil
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Bagi mempercepat peningkatan kualitas pendidikan sampai ke daerah, maka dewan mengingatkan Pemerintah Kabupaten Inhil segera melakukan pemerataan guru, khususnya di daerah pesisir/ terpencil.
Menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas, adapun diantara kendala dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di daerah, yakni tidak terjadinya pemerataan tenaga pendidik untuk memberikan pendidikan kepada siswa.
"Diharapkan, Pemerintah Kabupaten Inhil untuk melakukan pemerataan guru, khususnya yang berada di wilayah pesisir dan terpencil. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan secara menyeluruh terhadap siswa-siswa," ungkap politisi PKB ini.
Disebutkannya, dari ratusan desa di 20 kecamatan di Inhil, lebih khusus daerah terpencil, yang tidak ditunjang tenaga pendidik memadai. Hal itu terjadi karena jumlahnya sangat minim sehingga sulit meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.
"Sangat disayangkan, di daerah terpencil yang sulit dijangkau sangat kekurangan tenaga guru karena tidak terjadi pemerataan tenaga guru di tiap daerah. Tenaga guru juga masih terpusat di Kota, karena kebanyakan dari mereka tidak mau bertugas di daerah terpencil," sesalnya.
Kondisi ini dinilai sangat berlawanan terhadap komitmen awal pada saat pengangkatan pegawai. Selama ini, meskipun pemerintah kabupaten juga telah melakukan upaya pemerataan pendidikan dengan menempatkan guru di daerah terpencil, namun belum efektif karena banyak guru yang kemudian minta pindah ke sekolah di kota.
"Dewan juga mengingatkan agar proses mutasi atau perpindahan guru haruslah mengikuti aturan yang berlaku sehingga tidak ada lagi penempatan dan mutasi yang tidak memiliki dasar aturan yang jelas," tambah anggota Komisi IV, Hasmawi.
Dikarenakan, ramainya guru yang 'eksodus' dari daerah terpencil ke kota, maka sekolah di daerah tersebut menjadi kekurangan guru. Kondisi ini tentu saja berimbas kepada peningkatan kualitas pendidikan di daerah ini.
"Seperti di SDN 012 Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong hanya ada 4 guru PNS, padahal di sekolah ini memiliki sekitar 300 murid. Perbandingan jumlah guru dan murid yang tidak sebanding ini tentu membuat sistem pendidikan tidak dapat berjalan dengan baik," ujar politisi Partai Demokrat ini mencontohkan.
Menurutnya, kondisi semacam ini hampir ditemui di beberapa sekolah lainnya di kecamatan yang ada di Inhil. Maka, sangat diperlukan komitmen Pemkab Inhil bagi pemerataan guru ini sampai ke daerah pesisir atau terpencil. (*)
Source: Riauterkini.com
Menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas, adapun diantara kendala dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di daerah, yakni tidak terjadinya pemerataan tenaga pendidik untuk memberikan pendidikan kepada siswa.
"Diharapkan, Pemerintah Kabupaten Inhil untuk melakukan pemerataan guru, khususnya yang berada di wilayah pesisir dan terpencil. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan secara menyeluruh terhadap siswa-siswa," ungkap politisi PKB ini.
Disebutkannya, dari ratusan desa di 20 kecamatan di Inhil, lebih khusus daerah terpencil, yang tidak ditunjang tenaga pendidik memadai. Hal itu terjadi karena jumlahnya sangat minim sehingga sulit meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.
"Sangat disayangkan, di daerah terpencil yang sulit dijangkau sangat kekurangan tenaga guru karena tidak terjadi pemerataan tenaga guru di tiap daerah. Tenaga guru juga masih terpusat di Kota, karena kebanyakan dari mereka tidak mau bertugas di daerah terpencil," sesalnya.
Kondisi ini dinilai sangat berlawanan terhadap komitmen awal pada saat pengangkatan pegawai. Selama ini, meskipun pemerintah kabupaten juga telah melakukan upaya pemerataan pendidikan dengan menempatkan guru di daerah terpencil, namun belum efektif karena banyak guru yang kemudian minta pindah ke sekolah di kota.
"Dewan juga mengingatkan agar proses mutasi atau perpindahan guru haruslah mengikuti aturan yang berlaku sehingga tidak ada lagi penempatan dan mutasi yang tidak memiliki dasar aturan yang jelas," tambah anggota Komisi IV, Hasmawi.
Dikarenakan, ramainya guru yang 'eksodus' dari daerah terpencil ke kota, maka sekolah di daerah tersebut menjadi kekurangan guru. Kondisi ini tentu saja berimbas kepada peningkatan kualitas pendidikan di daerah ini.
"Seperti di SDN 012 Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong hanya ada 4 guru PNS, padahal di sekolah ini memiliki sekitar 300 murid. Perbandingan jumlah guru dan murid yang tidak sebanding ini tentu membuat sistem pendidikan tidak dapat berjalan dengan baik," ujar politisi Partai Demokrat ini mencontohkan.
Menurutnya, kondisi semacam ini hampir ditemui di beberapa sekolah lainnya di kecamatan yang ada di Inhil. Maka, sangat diperlukan komitmen Pemkab Inhil bagi pemerataan guru ini sampai ke daerah pesisir atau terpencil. (*)
Source: Riauterkini.com
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








