PILIHAN
Wardan Tak Malu Dipanggil 'Bupati Kelapa'
![]() |
| Foto: Utusanriau.co |
Bupati Inhil, H. M. Wardan benar-benar sadar kalau potensi kelapa yang menjadi mata pencaharian 70 persen rakyat Inhil benar-benar harus dikembangkan dan dilestarikan. Bahkan konsekuensi kepedulian Wardan yang luar biasa terhadap kelapa itu sampai-sampai lelaki ramah dan necis itu sering digelari 'Bupati Kelapa'.
"Saya tak malu bila dipanggil 'Bupati Kelapa'. Saya bangga," kata Wardan. Selanjutnya Wardan menambahkan, "Bila dipersentase secara nasional, luas kebun kelapa Inhil itu mencapai 11,6 persen. Oleh sebab itu saya berani katakan Inhil
benar-benar menjadi 'Hamparan Kelapa Dunia'. Tak kurang dari 8-10 juta butir kelapa diproduksi per hari di daerah kami," ujar Wardan saat berpresentasi dalam acara Ramah Tamah Bupati Inhil dengan PWI Provinsi Riau dan PWI Inhil di kediamannya, Jumat (20/3). Hadir ratusan tamu di acara itu termasuk 50 wartawan Riau yang bakal menulis tentang potensi kelapa Inhil dalam rangkaian Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTI), HPN Tingkat Provinsi Riau tahun 2015.
Wardan yang anak-jati Melayu Inhil ini benar-benar mempersiapkan dirinya untuk membangun kampung halaman. Meski sudah malang-melintang dalam sejumlah jabatan dinas di Provinsi Riau -antara lain Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) dan Kadis Pendidikan- Wardan diam-diam menyelami dan mendalami kiat berpirah di dunia politik praktis.
Sekitar satu tahun yang lalu, Wardan atas desakan kerabat dan masyarakat yang bersimpati padanya memutuskan ikut mencalonkan diri dalam Pilkada Kabupaten Inhil. Waktu itu Wardan didukung Partai Golkar dan sejumlah partai lain berhasil memenangkan pilkada itu. Jadilah Wardan sebagai Bupati Inhil dengan wakilnya Rosman Malomo untuk periode lima tahun.
Kini Wardan benar-benar berpikir keras bagaimana potensi kelapa Inhil tetap berkembang dan menjadi andalan komoditi unggulan dari daerah ini. "Luasnya kebun kelapa di Inhil dan kini sekitar 100 ribu hektar kebun kelapa itu terancam mati akibat intrusi air laut, saya benar-benar merangkul Pemerintah Provinsi Riau dan sejumlah perusahaan industri kelapa di Inhil untuk ikut berpartisipasi," ucap Wardan yang berpenampilan gagah dan tenang ini.
Saat mempresentasikan soal potensi kelapa Inhil, tampak Wardan benar-benar menguasai persoalan perkelapaan cukup luas dan dalam. Wardan juga bercerita bagaimana salah satu industri kelapa di daerah ini sejak lama telah memproduksi santan Kara dan minuman kemasan air kelapa serta nata decoco.
"Sayang selama ini di kotak kemasan itu hanya ditulis nama perusahaan dan daerah kecamatannya. Nanti saya minta pada pihak perusahaan agar dituliskan di kemasan 'Made in Indragiri Hilir, Riau, Indonesia," ucap Wardan disambut tepuk tangan hadirin. Pantaslah kalau Wardan merasa nyaman dipanggil 'Bupati Kelapa'. (tiraskita)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








