Satpol PP Pekanbaru Jaring 33 Pelajar Bolos Sekolah
INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Bermain saat jam pelajaran berlangsung, puluhan pelajar terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru disejumlah warnet yang ada di wilayah Pekanbaru, Senin (18/11) siang.
Razia rutin ini digelar petugas Satpol PP dari pukul 10.30 WIB hingga siang. Para petugas menyasar kesejumlah warung internet (Warnet) disekitaran jalan Hangtuah Pekanbaru.
Dikawasan tersebut, terlihat beberapa pelajar tengah asik bermain game online di warnet dan tidak bisa berbuat banyak, saat petugas melakukan penertiban. Pelajar ini pun digiring ke dalam mobil petugas tanpa perlawanan.
Tidak hanya sampai disitu, petugas kembali menyisir beberapa warnet disekitaran Jalan Bukit Raya, dan kembali mendapati puluhan pelajar di beberapa warnet. Mereka bolos sekolah untuk bermain game online di warnet tersebut.
Seputaran Jalan H Imam Munandar pun tidak luput dari sasaran petugas. Satu persatu Warnet yang berada di kawasan tersebut diperiksa. Alhasil dari seluruh tempat yang dilakukan penyisiran, petugas berhasil menjaring 33 orang pelajar yang bolos sekolah dan kedapatan sedang berada di warnet.
Puluhan pelajar yang terjaring itu dibawa ke markas Satpol PP Pekanbaru. Petugas juga memeriksa tas sekolah mereka. Dari pemeriksaan, ditemukan dari beberapa pelajar yang membawa rokok, mancis dan pisau karter.
Pelajar yang terjaring dilakukan pendataan dan pembinaan oleh Satpol PP Pekanbaru. Mereka diminta menghubungi orang tua masing-masing, untuk dibuat surat pernyataan.
Kepala Satpol PP Pekanbaru Agus Pramono mengatakan, jika mereka yang terjaring ini akan dilakukan pembinaan dan didata serta diminta untuk membuat surat pernyataan.
"Mereka kita jaring dari warnet tadi, ada juga dari kedai-kedai. kita lakukan pendataan dulu, kita akan panggil orang tua dan gurunya. Mereka kita suruh buat pernyataan," ujar Agus.
Agus juga sangat menyayangkan aksi beberapa pelajar yang kedapatan membawa rokok. Untuk pelajar yang membawa pisau karter tersebut, ia katakan pisau itu dibawa bisa jadi untuk praktek kerajinan sekolah.
"Pisau itu dia bawa bisa saja untuk kerajinan sekolah, praktik sekolah. Tapi kalau rokok jelas tidak boleh, tapi itu akan kita serahkan ke guru mereka. Itu tugas guru," Jelas Agus.
Puluhan pelajar itu masih ditahan hingga ada orang tua atau penjamin mereka untuk membuat surat pernyataan.
sumber: riauaktual.com
Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
Tembilahan – Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Indra.
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
Indragiri Hilir – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V GMNI Indragiri Hilir dilaksanakan pada Rab.
Malam Puncak Sosialpreneur Award Jilid 6: Mahasiswa UNISI Sukses Hidupkan Kembali UMKM Lokal
TEMBILAHAN - Malam puncak ajang bergengsi Sosialpreneur Award Jilid 6 Tahun 2025.
Pemuda Inhil Raih Juara di Ajang Internasional PAN-SEA AI Developer Challenge 2025
Prestasi membanggakan kembali hadir dari Indragiri Hilir. Fengkie Junis, pemuda asal Inhil, berha.
Wisuda STIKes Husada Gemilang Tahun Akademik 2024/2025: 58 Lulusan Tenaga Kesehatan Siap Mengabdi
Tembilahan, 27 November 2025 — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Husada G.
GMNI Inhil Gelar Diskusi, Bahas Mengapa Inhil Tidak Masuk PSN Sentra Hilirisai Kelapa Nasional
Indragiri Hilir — DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Indragiri Hilir menggelar .
iKlik Network







