Balasan Menohok Perawat Disindir Main TikTok Waktu Rawat Pasien Corona
INHILKLIK.COM, JAKARTA - Dokter dan staf medis mencuri perhatian lewat aksi mereka membuat video TikTok untuk melepas penat ketika memerangi virus corona. Sayangnya aksi para tenaga kesehatan yang bermain TikTok ini mendapatkan kritik.
Belum lama ini seorang netizen mengkritik aksi petugas medis yang dianggap lalai merawat pasien COVID-19 karena asyik bermain TikTok. Lewat akun @Wayan116, ia menyindir para tenaga kesehatan yang bermain TikTok.
"Semangat para korban COVID-19, jangan sampai jadi korban kematian karena petugasnya lagi main TikTok," tulis Wayan.
Menanggapi kritikan tersebut, seorang perawat dengan nama akun TikTok @rambu_92 memberikan balasan menohok. Pada video viral yang telah ditonton 47 ribu lebih itu, tenaga kesehatan wanita ini menjelaskan alasan mengapa ia dan rekan-rekan lainnya bermain TikTok di tengah pandemi Corona.
"Hello kau tau tidak, kita main TikTok kita tahu situasi, kita tahu kondisi. Kalau ada pasien ngapain kita main TikTok. Kalau nggak ada pasien masa kita duduk, merenung. Lama-lama gila kami," ucap pemilik akun @rambu_92
"Cobalah kalian di posisi kami, kalian enak di rumah ya, kami ini yang datanf ke sini, kalian jaga jarak, tapi kami mendekat. Hargailah kami, kami mencari hiburan kami sendiri. Lagian kami kan walaupun main TikTok kami tetap bertanggung jawab dengan apa pekerjaan kami. Kalau ada pasien ya kami nggak mungkin main hp, mengertilah. Jangan asal kau bicara di situ," imbuhnya
Balas @wayan116 semoga mengerti ya ???? dan semoga Tau di ruang IGD itu sperti apa saat ada pasien dan saat lagi ngk ada ????
? original sound - chyndistevanny
Balasan menohok perawat karena disindir main TikTok ini pun mendapat pujian dari banyak netizen. Saat dihubungi Wolipop, perawat yang diketahui bernama Chyndi Stevanny mengaku sedikit kesal dengan pernyataan netizen tersebut yang bilang semoga tak ada kematian lagi karena petugasnya main TikTok
Tersinggung dong, kami semua para medis, maen TikTok di saat kami lagi sepi nggak ada pasien, pekerjaan sudah selesai, buat menghibur diri ya udah maen hp sebentar, kalau ada pasien lagi ya hpnya di tinggalin nggak mungkin ada pasien kami pegang hp atau maen TikTok," ujar Vanny kepada Wolipop, Kamis (30/4/2020)
"Saya balas komentar biar yang ngomong sadar aja posisi kami seperti apa, mereka bilang gaji perawat besar karena COVID-19 ini, tidak di semua RS seperti itu, sekalipun gaji besar itu tidak ada duanya dengan nyawa kami, karena uang tidak menjamin keselamatan, kami mengabdi karena sumpah profesi kami bukan karena insentif yang besar," ceritanya seperti dimuat wolipop.detik.com.
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
INHILKLIK.COM - Sambu Group, Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) kembali menegaskan ko.
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
INHILKLIK.COM - Sambu Group, sebagai Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), melalui sala.
Merajut Kepedulian Ramadan, PT Pulau Sambu di Kuala Enok & YBDA Santuni Anak Yatim
INHILKLIK - Bulan Ramadan yang penuh keberkahan dan semangat berbagi kembali diwujudkan oleh Samb.
Jelang Idul Fitri 2026, PLN Icon Plus Sumbagteng Siagakan Tim dan Infrastruktur Jaringan
INHILKLIK – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, PLN Icon Plus SBU Regional .
Dihadiri Sejumlah Menteri, Ketua PWI Inhil Ardiansyah Julor Ikuti Retret Bela Negara di Kemenhan
BOGOR – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ard.
PT GIN Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Kecamatan Gaung
Gaung — PT Guntung Idamannusa (PT GIN) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopicam).
iKlik Network







