PILIHAN
Jam Kiamat Dipercepat, Akhir Zaman Kian Dekat
INHILKLIK.COM - Dunia ternyata semakin dekat menuju kiamat. Setidaknya itulah yang dikataan ilmuwan dari The Bulletin of the Atomic Scientist.
Mereka merasa jika para pemerintah dunia internasional bergerak sangat lambat mengatasi perubahan iklim dan penggunaan nuklir yang mengancam dunia. Oleh karena itu mereka memutuskan untuk membuat jam kiamat lebih cepat 3 menit.
Para ilmuwan itu memang dikenal memiliki jam kiamat. Awalnya, jam itu menunjukkan angka 00:00. Namun karena kekhawatiran tersebut maka mereka pun memundurkannya menjadi 23:57.
Ini merupakan kali pertama jam kiamat itu bergerak. Padahal jam kiamat itu telah ada sejak 3 tahun lalu.
Para ilmuwan di Bulletin Atomic itu sejatinya tidak dibuat untuk memberikan prediksi nyata untuk kiamat. Namun hanya sekadar metafora untuk memperingatkan ke masyarakat jika bumi telah berada di ambang kehancuran.
Setiap tahun mereka menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan ancaman terhadap kehidupan manusia. Tahun ini mereka mendesak dunia untuk bersatu menanggulangi perubahan iklim, penggunaan energi fosil, dan emisi gas rumah kaca serta senjata nukllir.
"Kami tidak mengatakan jika sudah terlambat untuk beraksi. Tapi semakin lama, pintu untuk bergerak akan semakin tertutup. Contohnya, tidak ada upaya untuk mengatasi jumlah karbon di atmosfir sehingga bumi akan lebih panas sekitar 3 sampai 8 derajat selsius," ujar Kennette Benedict, Direktur Eksekutif The Bulletin of the Atomic Scientists, seperti dilansir melalui Live Science, Senin 26 Januari 2015.
The Bulletin of the Atomic Scientists sendiri merupakan organisasi yang didirikan oleh para ilmuwan yang membuat bom atom, sebagai bagian dari Proyek Manhattan, sejak 1945. Mereka ingin menyebar kesadaran mengenai bahaya teknologi nuklir. Jam Kiamat itu pernah muncul di majalah tersebut pada 1947, menunjukkan angka 11:53.
Dalam tujuh dekade terakhir, jam itu bergerak sedikit demi sedikit. Pernah mencapai 11:58 pada 1953 setelah Amerika dan Rusia sepakat menguji coba bom hidrogen. Lalu pernah juga berada di jam 11:43 pada 1991 setelah negara adidaya menandatangani Strategic Arms Reduction Treaty. (viva)
Mereka merasa jika para pemerintah dunia internasional bergerak sangat lambat mengatasi perubahan iklim dan penggunaan nuklir yang mengancam dunia. Oleh karena itu mereka memutuskan untuk membuat jam kiamat lebih cepat 3 menit.
Para ilmuwan itu memang dikenal memiliki jam kiamat. Awalnya, jam itu menunjukkan angka 00:00. Namun karena kekhawatiran tersebut maka mereka pun memundurkannya menjadi 23:57.
Ini merupakan kali pertama jam kiamat itu bergerak. Padahal jam kiamat itu telah ada sejak 3 tahun lalu.
Para ilmuwan di Bulletin Atomic itu sejatinya tidak dibuat untuk memberikan prediksi nyata untuk kiamat. Namun hanya sekadar metafora untuk memperingatkan ke masyarakat jika bumi telah berada di ambang kehancuran.
Setiap tahun mereka menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan ancaman terhadap kehidupan manusia. Tahun ini mereka mendesak dunia untuk bersatu menanggulangi perubahan iklim, penggunaan energi fosil, dan emisi gas rumah kaca serta senjata nukllir.
"Kami tidak mengatakan jika sudah terlambat untuk beraksi. Tapi semakin lama, pintu untuk bergerak akan semakin tertutup. Contohnya, tidak ada upaya untuk mengatasi jumlah karbon di atmosfir sehingga bumi akan lebih panas sekitar 3 sampai 8 derajat selsius," ujar Kennette Benedict, Direktur Eksekutif The Bulletin of the Atomic Scientists, seperti dilansir melalui Live Science, Senin 26 Januari 2015.
The Bulletin of the Atomic Scientists sendiri merupakan organisasi yang didirikan oleh para ilmuwan yang membuat bom atom, sebagai bagian dari Proyek Manhattan, sejak 1945. Mereka ingin menyebar kesadaran mengenai bahaya teknologi nuklir. Jam Kiamat itu pernah muncul di majalah tersebut pada 1947, menunjukkan angka 11:53.
Dalam tujuh dekade terakhir, jam itu bergerak sedikit demi sedikit. Pernah mencapai 11:58 pada 1953 setelah Amerika dan Rusia sepakat menguji coba bom hidrogen. Lalu pernah juga berada di jam 11:43 pada 1991 setelah negara adidaya menandatangani Strategic Arms Reduction Treaty. (viva)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








