• Selasa, 30 Juni 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Lingkungan

Sempat Hilang di Hutan, Nurul Machrus Mengaku Dijaga 4 Harimau

Redaksi

Rabu, 24 Februari 2021 21:03:54 WIB
Cetak
Sempat Hilang di Hutan, Nurul Machrus Mengaku Dijaga 4 Harimau
Nurul Machrus (kiri)/Foto: Ardian Fanani/detikcom

INHILKLIK.COM - Nurul Machrus (39) merupakan pencari bibit porang yang sempat hilang di hutan Banyuwangi. Bisa bertahan hidup di hutan, Nurul mengaku dijaga 4 harimau sat tidur.

Nurul bercerita, ia tak hanya ditemui orang misterius saat hilang di hutan untuk mencari bibit porang. Warga Dusun Sumbernanas, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi ini juga ditemui dan dijaga oleh 4 harimau.

Empat harimau itu menjaga Nurul saat tidur di teras depan rumah orang misterius. Orang misterius itu merupakan sesosok kakek-kakek yang mengajaknya singgah, saat Nurul kemalaman di tengah hutan.

"Dikasih kopi. Saya kan kena (penyakit) lambung. Saya tolak dan akhirnya dikasih air putih. Kemudian saya diajak makan, saya makan. Enak sekali Pak. Padahal cuma sayur satu, tidak pakai lauk. Sayur kesimbukan kalau kata orang Osing. Padahal, kalau sekarang saya tidak mau karena bau kesimbukan. Tapi enak sekali pas saya makan itu," ujar Nurul melanjutkan cerita mistis kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Usai makan malam, ia pun izin kepada kakek tersebut untuk beristirahat di teras rumahnya. Nurul sempat merasa cemas tidur di luar mengingat lokasi tempatnya bermalam berada di tengah hutan. Seperti sudah mengetahui kerisauan hati Nurul, kakek itu berkata bakal ada yang menjaganya.

Betapa terkejutnya Nurul, tiba-tiba muncul empat ekor harimau tepat berada di sebelahnya. Tiga harimau berwarna kuning dan seekor berwarna hitam pekat. Harimau yang berwarna hitam ini mengaum keras sehingga mengganggu istirahatnya. Saat itu, Nurul merasa sudah familiar dengan kawanan harimau tersebut. Ia pun meminta agar harimau berwarna hitam berhenti mengaum dan membangunkannya pada keesokan harinya.

"Yang hitam besar ini teriak (mengaum). Kemudian saya bilang 'cul cul ojo rame. Sun arep turu kesok isuk baen isun gugahen' (cul-cul jangan ramai. Saya mau tidur. Besok pagi saja bangunkan saya). Akhirnya diam dan saya tidur," ungkapnya.

Pagi keesokan harinya, Nurul terjaga dari tidurnya. Dia merasa heran karena empat ekor harimau yang menemaninya saat malam sudah tidak ada. Ia pun bergegas mencari sang kakek tua untuk pamitan pulang ke rumah.

Kakek itu pun mempersilakannya untuk pulang. Namun sebelum pulang, Nurul diminta untuk sarapan pagi terlebih dahulu. Usai sarapan, muncul 4 wanita yang akan mengantarnya. Meski sudah tua, empat perempuan tersebut memiliki paras rupawan. Seingat Nurul, ia diantar oleh empat perempuan tersebut dengan mengendarai sebuah kereta.

"Naik kereta. Tapi saya nggak sadar yang narik kereta itu apa. Antara sadar dan tidak," sebutnya.

Ia pun diturunkan di tengah hutan. Saat itu, dua orang perempuan pengantarnya berkata agar Nurul berjalan lurus ke arah Selatan. Namun dirinya memberontak karena arah selatan yang ditunjuk oleh perempuan tersebut adalah arah sebaliknya.

"Saya berontak. Salah ini. Itu ke utara bukan selatan. Sumbernanas arahnya ke Selatan. Kamu jangan ikuti kata hatimu, ikuti apa yang saya bilang. Dia bilang seperti itu," ungkap Nurul.

Tanpa pikir panjang, Nurul menuruti apa yang dikatakan perempuan tersebut. Namun hingga tengah hari ia tak juga menemukan jalan pulang. Ia pun menemukan sumber air dan mengambil air wudu untuk salat zuhur. Usai salat, ia melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke rumah.

Saat sore hari, Nurul menemukan saluran pipa air yang menjadi penghidupan masyarakat Sumbernanas. Yang mengherankan, pipa tersebut mengarah ke Barat (ke atas) dari yang semestinya ke arah timur. Ia pun teringat kembali akan perkataan perempuan yang mengantarnya tadi, 'jangan ikuti hatimu'.

Hingga matahari hampir tenggelam, Nurul tak kunjung menemukan jalan pulang. Ia pun berteriak meminta tolong, berharap ada orang yang mendengarnya. Sayang tak ada satu orang pun yang menyahutinya. Ketika suaranya hampir habis, Nurul mendengar ada suara yang menyahutinya.

"Saat matahari terbenam, saya dengar sahutan. Saya familiar dengan suara tersebut. Itu Bapak saya," kata Nurul.

Akhirnya Nurul bertemu dengan Bapak mertuanya yang saat itu tengah bersama warga mencari keberadaan dirinya. Namun, Nurul merasa aneh karena waktu berganti secara cepat.

Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setia Budi mengatakan, pria hilang itu ditemukan tidak jauh dari lokasi ditemukannya sepeda motor korban. "Terlepas dari cerita korban, mungkin korban ini linglung sesaat. Mungkin korban ini kecapekan sehingga lupa dan bingung jalan pulang," kata Wahyu.


Sumber : detik.com /  Editor : Ahmad

[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Lingkungan

PT Bumi Palma Lestari Persada Gelar Apel Siaga Karhutla, Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Musim Kemarau

Selasa, 02 Juni 2026 - 11:29:56 WIB

ENOK – PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP), anak perusahaan Sinarmas Agribusi.

Lingkungan

DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 18 April 2026 - 15:46:45 WIB

TEMBILAHAN - Menanggapi berbagai pandangan yang berkembang di tengah masyarakat terkait pengelola.

Lingkungan

PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa

Selasa, 14 April 2026 - 16:37:29 WIB

Indragiri Hilir – PT Guntung Idamannusa (PT GIN) menggelar kegiatan sosialisasi dan simulasi pe.

Lingkungan

DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:09:41 WIB

Tembilahan — Menanggapi keluhan masyarakat terkait persoalan sampah yang kian tidak terkendali .

Lingkungan

PT SRL Gelar Rapat Penilaian Desa Bebas Api, Dua Desa Raih Reward Rp100 Juta

Ahad, 23 November 2025 - 10:24:13 WIB

TEMBILAHAN - PT Sumatera Riang Lestari  (SRL) Blok VI, bersama komite Desa Bebas Api yang te.

Lingkungan

PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Karlahutbun

Kamis, 24 Juli 2025 - 18:25:59 WIB

Pelangiran — PT Guntung Idamannusa (GIN), anak perusahaan Musim Mas Group, bekerja sama dengan .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
28 Juni 2026
PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
27 Juni 2026
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
26 Juni 2026
Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
25 Juni 2026
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
20 Juni 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
18 Juni 2026
Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
17 Juni 2026
Aplikasi i-potret jadi Kendala Awal Anak-anak Inhil Masuk Sekolah
16 Juni 2026
RDP DPRD Hasilkan Rekomendasi Pembentukan BUMD Telekomunikasi di Inhil
16 Juni 2026
Om Bhabin Milenial Rutin Pantau Tanaman Jagung, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan
11 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
  • 2 PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
  • 3 Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
  • 4 Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
  • 5 Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
  • 6 Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
  • 7 Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network