Joko Widodo Dinilai Layak Pimpin PDIP Gantikan Megawati
INHILKLIK.COM - Setelah masa baktinya berakhir pada 2024 mendatang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai paling layak menjadi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) menggantikan Megawati Soekarnoputri . Sedangkan putri Megawati yang kini menjabat sebagai ketua DPR RI Puan Maharani diprediksi lebih didorong maju di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Pengamat Politik dari Universitas Jayabaya Igor Dirgantara menilai ada dua skenario yang penting terkait pernyataan Megawati yang tidak masalah posisinya sebagai Ketua Umum PDIP digantikan orang lain. "Pertama, soal siapa yang layak menggantikan Megawati sebagai Ketum PDIP," kata Igor, Minggu (4/4/2021).
Yang kedua, kata Igor, siapa kader PDIP yang layak di-endorse sebagai capres atau cawapres nanti di 2024. "Manuver yang paling bagus adalah Jokowi yang didaulat sebagai ketua umum PDIP selanjutnya pascalengser sebagai Presiden di 2024. Kharisma Jokowi paling bisa mempertahankan posisi penting PDIP dalam politik," tuturnya.
Selain Jokowi, Igor menilai Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma juga berpeluang menjadi ketua umum PDIP selanjutnya pasca Megawati turun tahta. Dia melanjutkan, kader PDIP lainnya yang punya peluang menjadi ketua umum PDIP berikutnya adalah putra dari Megawati, yaitu Prananda Prabowo dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
"Sementara itu, Puan Maharani juga punya peluang yang sama. Namun, Puan diprediksi lebih didorong maju sebagai salah satu pasangan calon dalam Pemilu 2024, juga Ganjar Pranowo, dan sekali lagi Tri Rismaharini. Bagi Megawati selain Puan dan Prananda, hanya Hasto Krisyanto dan Tri Rismaharini yang terlihat paling dipercaya oleh Megawati," katanya.
Direktur lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) ini menilai keberlanjutan 'success story' PDIP bisa dilihat nanti pada saat lengsernya Jokowi pada 2024. Igor mengatakan, PDIP dipastikan akan berusaha melanjutkan tren untuk berkuasa pada dekade yang akan datang.
"Tetapi mundurnya Megawati tentu bisa membuat kemunduran atau bahkan turbulensi di dalam tubuh PDIP. Ini adalah hukum besi dari mundurnya orang kuat dalam politik, seperti halnya SBY di Partai Demokrat," katanya.
Seperti diketahui, belum lama ini, Megawati Soekarnoputri mengaku tidak masalah posisinya sebagai Ketua Umum PDIP digantikan orang lain. Asalkan, PDIP harus tetap ada sebagai salah satu partai andalan di republik ini.
Hal tersebut disampaikan Megawati dalam pidatonya di acara peluncuran buku 'Merawat Pertiwi' yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (24/3/2021). (*)
Ramadhan Penuh Berkah, PSI Inhil Tebar 500 Takjil Gratis
INHILKLIK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Indragiri .
Ketua PC Tidar Inhil dr. Ikhsan Alex Sayangkan Mundurnya Ketum Rahayu Saraswati dari DPR RI
INHIL – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kabupaten Indragiri Hilir, dr. .
Sentra Gakkumdu Kabupaten Indragiri Hilir Masifkan Patroli Pengawasan di Massa Tenang
Tembilahan, 25 November 2024. Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) yang terdiri dari unsur B.
Bawaslu Inhil Imbau Semua Paslon Patuhi Aturan di Masa Tenang
TEMBILAHAN - Menjelang tahapan kampaye brahir pada tgl 24 November 2024 dam memasuki masa t.
Ketua Bawaslu Inhil Imbau Masyarakat agar Tolak Politik Uang dan Tak Menjual Hak Pilihnya
TEMBILAHAN - Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2024 hanya tinggal beberapa hari l.
Bawaslu Inhil dan Jajaran Akan Lakukan Pengawasan Distribusi Logistik Hingga ke TPS
TEMBILAHAN - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indragiri Hilir melalui Ko.
iKlik Network







