PILIHAN
Penduduk Miskin Riau Berkurang 13,19 Ribu Jiwa
INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah penduduk miskin di Provinsi Riau pada September 2014 mencapai 498,28 ribu jiwa atau 7,99 persen dari total penduduk. Jumlah ini mengalami penurunan 13,19 ribu jiwa dibandingkan periode yang sama tahun 2013.
"Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2013 yang berjumlah 511,47 ribu jiwa atau 8,42 persen dari populasi Riau, maka jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebanyak 13,19 ribu jiwa," kata Kepala BPS Provinsi Riau Mawardi Arsyad, di Pekanbaru, Jumat (2/1).
Ia mengatakan selama periode September 2013 hingga September 2014, penduduk miskin di perdesaan diperkiraan berkurang 13,45 ribu jiwa. Meski begitu, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan diperkirakaan justru bertambah 0,26 ribu jiwa.
Distribusi persentase penduduk miskin di Riau pada bulan September 2013 di pedesaan sebesar 9,55 persen dan diperkirakan sebesar 6,68 persen. Distribusi itu mengalami pergeseran yang cukup berarti pada September 2014, dimana persentase penduduk miskin mengalami penurunan di daerah perdesaan menjadi 8,93 persen dan perkotaan menjadi 6,53 persen.
Selama periode September 2013-September 2014, garis Kemiskinan (GK) naik sebesar 8,31 persen yaitu dari Rp350.129 per kapita per bulan pada September 2013 menjadi Rp379.223 per kapita per bulan pada September 2014.
"Peran komoditas makanan terhadap GK jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan," ujarnya.
Sumbangan GKM (Gakir Kemiskinan Makanan) terhadap GK pada September 2014 mencapai 73,93 persen. Pada September 2014, GKM Riau adalah sebear Rp280.365 dan Gariks Kemiskinan nonmakanan sebesar Rp98.858," katanya.
Pada periode September 2013-September 2014, Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan mengalami kenaikan. Pada September 2013, Indeks Kedalaman Kemiskinan sebesar 1,177 naik menjadi 1,198 di September 2014, dan Indeks Keparahan Kemiskinan pada September 2013 sebesar 0,243 naik menjadi 0,288 pada September 2014.
"Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin relatif menjauh pada garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin relatif naik," ujarnya. (Antara/Beritasatu)
"Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2013 yang berjumlah 511,47 ribu jiwa atau 8,42 persen dari populasi Riau, maka jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebanyak 13,19 ribu jiwa," kata Kepala BPS Provinsi Riau Mawardi Arsyad, di Pekanbaru, Jumat (2/1).
Ia mengatakan selama periode September 2013 hingga September 2014, penduduk miskin di perdesaan diperkiraan berkurang 13,45 ribu jiwa. Meski begitu, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan diperkirakaan justru bertambah 0,26 ribu jiwa.
Distribusi persentase penduduk miskin di Riau pada bulan September 2013 di pedesaan sebesar 9,55 persen dan diperkirakan sebesar 6,68 persen. Distribusi itu mengalami pergeseran yang cukup berarti pada September 2014, dimana persentase penduduk miskin mengalami penurunan di daerah perdesaan menjadi 8,93 persen dan perkotaan menjadi 6,53 persen.
Selama periode September 2013-September 2014, garis Kemiskinan (GK) naik sebesar 8,31 persen yaitu dari Rp350.129 per kapita per bulan pada September 2013 menjadi Rp379.223 per kapita per bulan pada September 2014.
"Peran komoditas makanan terhadap GK jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan," ujarnya.
Sumbangan GKM (Gakir Kemiskinan Makanan) terhadap GK pada September 2014 mencapai 73,93 persen. Pada September 2014, GKM Riau adalah sebear Rp280.365 dan Gariks Kemiskinan nonmakanan sebesar Rp98.858," katanya.
Pada periode September 2013-September 2014, Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan mengalami kenaikan. Pada September 2013, Indeks Kedalaman Kemiskinan sebesar 1,177 naik menjadi 1,198 di September 2014, dan Indeks Keparahan Kemiskinan pada September 2013 sebesar 0,243 naik menjadi 0,288 pada September 2014.
"Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin relatif menjauh pada garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin relatif naik," ujarnya. (Antara/Beritasatu)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








