BKSDA Riau Lakukan Pencarian Beruang Madu di Hutan Kota
INHILKLIK - Petugas Resort Kampar, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau melakukan pencarian terhadap beruang madu yang muncul di Hutan Kota Komplek Perkantoran Pemda Rohul, Pasirpengaraian, pada Selasa (18/6/2024) lalu.
Upaya ini dilakukan untuk menjamin keamanan masyarakat serta keselamatan satwa dilindungi tersebut.
Pencarian beruang madu dilakukan dengan menyisir kawasan Hutan Kota serta area sekitar yang berpotensi menjadi tempat bersembunyinya satwa dilindungi tersebut. Penyisiran dilakukan dengan memeriksa satu per satu batang pohon untuk mencari jejak cakaran beruang.
"Beruang madu memiliki kebiasaan tinggal di pohon-pohon besar. Mereka biasanya memberikan tanda daerah teritori mereka dengan mencakar-cakar batang pohon di sekitar tempat tinggalnya. Namun, setelah dicari tidak ditemukan adanya jejak beruang di Hutan Kota Pasirpengaraian," kata Kepala Resort Kampar Balai Besar KSDA Riau, Muhamad Hendri, Jumat (21/06/2024).
Hendri menambahkan, kemungkinan beruang madu yang sempat terlihat oleh warga tersebut hanya melintas di Hutan Kota Pasirpengaraian. Dugaan lain kemunculan beruang tersebut akibat terganggunya habitat mereka dampak pembukaan hutan sehingga persediaan makanan di habitat asalnya berkurang.
Petugas Resort Kampar BKSDA saat ini juga sudah melakukan pencarian hingga radius 5 km dari kawasan Hutan Kota tempat pertama kali beruang tersebut terlihat, namun hasilnya juga nihil. Petugas juga akan melakukan evaluasi terkait frekuensi kemunculan beruang hingga Sabtu esok.
"Sejauh ini dari hasil penyisiran yang kita lakukan di kawasan Hutan Kota dan hutan yang ada di sekitarnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda beruang tersebut menetap di sana," cakapnya.
Hendri menyatakan, berdasarkan rekaman video yang sempat viral beberapa waktu lalu, beruang madu yang muncul ke fasilitas publik tersebut diperkirakan berusia remaja 3 sampai 5 tahun. Beruang tersebut diperkirakan tidak memiliki kawanan, karena beruang biasanya selalu beraktivitas bersama kawanannya.
BKSDA mengimbau masyarakat untuk tidak memburu beruang tersebut karena beruang merupakan salah satu satwa dilindungi. Masyarakat juga dihimbau tidak membuang sampah sembarangan karena memungkinkan mengundang beruang untuk datang mendapatkan makanannya.
BKSDA juga sudah memasang spanduk di beberapa titik untuk mengingatkan warga agar waspada dan tidak memburu beruang tersebut.
"Kalau seandainya ada masyarakat yang berjumpa dengan beruang, menghindar saja, jangan memberanikan diri berhadapan langsung dengan beruang, karena hewan ini punya naluri mempertahankan diri. Selagi dia tidak terancam, dia tidak akan menyerang," imbaunya.
BKSDA akan terus melakukan pemantauan dan pencarian terhadap beruang tersebut. Jika nantinya didapatkan informasi keberadaan beruang tersebut terkepung di tengah permukiman masyarakat, BKSDA akan melakukan evakuasi terhadap beruang tersebut.
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
INHILKLIK.COM - Pemerintah Desa Sungai Intan, Kecamatan Tembilahan Hulu, menyalurkan honorarium k.
Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
Tembilahan – Dalam rangka memperingati Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Pimpinan .
Aplikasi i-potret jadi Kendala Awal Anak-anak Inhil Masuk Sekolah
TEMBILAHAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyerukan kepada masyar.
APINDO Serahkan Bantuan Alat Damkar dan Sembako di Pulau Kijang
RETEH – DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Riau bersama DPK APINDO Indragiri Hilir (Inhi.
Polsek Sungai Batang Nandur Jagung Bersama Kelompok Tani Dukung Swasembada Pangan 2026
SUNGAI BATANG, - Personel Polsek Sungai Batang turun langsung ke lahan dan menanam jagung bersama.
Peran Aktif Bhabinkamtibmas Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil di Lahan 1 Hektare
SIAK- Dalam rangka mendukung program pemerintah Asta Cita di bidang ketahanan pangan, jajaran Pol.
iKlik Network







